Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL SWARNABHUMI

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PENGELOLAAN LINGKUNGAN TERHADAP KONDISI DI BANTARAN HILIR SUNGAI MUSI KECAMATAN GANDUS KOTA PALEMBANG Helfa Septinar; Ratna Wulandari Daulay; Mega Kusuma Putri
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.49 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v3i1.1710

Abstract

Peningkatan kebutuhan manusia dan berkurangnya lahan untuk berusaha memacu peningkatan degradasi lingkungan perairan Sungai. Kualitas lingkungan hidup semakin menurun ini berarati bahwa pengelolaan lingkungan yang telah dicanangkan pemerintah dengan undang-undang yang berlaku, masih tidak sesuai dengan kenyataan lingkungan yang ada. Dalam kenyataan bahwa lingkungan di bantaran sungai Musi yang berada di kecamatan Gandus pengelolaannya belum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam hal ini berarti ada faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan lingkuangan tersebut. Berdasarkan perjalasan diatas tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi kualitas pengelolan lingkungan terhadap bantaran sungai Musi di kecamatan Gandus Kota Palembang. Adapun metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskkriptif  empirik. Hasil yang didapat bahwa faktor-faktor soaial ekonomo saling berkaitan satu sama lain. Tingkat pendidikan yang rendah yaitu taman SD atau tidak tamat SD 64%, memiliki pekerjaan sebagai buru/kuli/tidak kerja 86%, kepemilikan rumah 82%,  dan perilaku masyarakat dalam membuang sampah dilahan terbuka 32%, memanfaatkan sungai sebagai tempat mandi, mencuci, dan industri sebanyak 82% dan membuang limbah WC langsung kesungai 22%. Dan dapat disimpulkan dari hasil persentase  dengan kenyataan di lapangan bahwa terdapat mempengaruhi faktor sosial ekonomi terhadap kualitas pengelolaan lingkungan.
KAJIAN PENGELOLAAN WILAYAH KEPESISIRAN DI NEGARA-NEGARA BERKEMBANG (Studi kasus : Negara Thailand, Negara Malaysia, Negara India, Negara Madagaskar, Negara Fiji, Negara Sri langka, Negara Dominika, Negara Vietnam, dan Negara Mesir) Ratna Wulandari Daulay
JURNAL SWARNABHUMI : Jurnal Geografi dan Pembelajaran Geografi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Swarnabhumi
Publisher : Geography Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1432.217 KB) | DOI: 10.31851/swarnabhumi.v1i1.816

Abstract

ABSTRAKBerkembangnya negara yang berada di wilayah pesisir karena berbagai faktor, terutama bertambahnya jumlah penduduk, biasanya diimbangi dengan timbulnya berbagai masalah terkait dengan kerusakan lingkungan dan sumberdaya alam. Berbagai isu mengenai pengambilan sumberdaya alam yang berlebihan dan tidak memperhatikan pemanfaatan secara berkelanjutan telah menimbulkan berbagaimasalah. Permasalahan yang biasanya umum terjadi di pesisir negara berkembang diantaranya: alih fungsi lahan, banjir rob, erosi pesisir, minimnya pasokan air bersih, lemahnya peraturan dalam pengelolaan pesisir, dan penggunaan SDA yang kurang terkontrol. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu metode deskriptif eksploratif dengan tujuan untuk mengkaji permasalahan pesisir yang timbul di sebagian kawasan pesisir negara berkembang (meliputi: Negara Thailand, Negara Malaysia, Negara India, Negara Madagaskar, Negara Fiji, Negara Sri langka, Negara Dominika, Negara Vietnam, dan Negara Mesir), mengidentifikasi berbagai tindakan pengelolaan pesisir yang telah dilakukan di negara tersebut, serta memberikan rekomendasi terkait pengelolaan kawasan pesisir di masa mendatang. Hasil yang didapat bahwa terdapat karakteristik pesisir di beberapa negara berkembang yaitu Malaysia, Thailand, India, Srilanka, Vietnam, Mesir, Madagaskar,dan Fiji mempunyai karakter yang hampir sama yaitu semua wilayah pesisirnya digunakan untuk obyek wisata air, dengan iklim secara umum panas dengan permasalahan yang hampir sama yaitu wilayah pesisir mengalami kerusakan disebabkan banyaknya penduduk yang bertempat tinggal di wilayah pesisir dan banyak wisatawan yang berkunjung. Strategi pengelolaan wilayah pesisir dari beberapa negara berkembang tersebut dapat dilakukan denganprogram pengelolaan wilayah pesisir terpadu (ICZM).Kata kunci : Multi Bencana Wilayah Pesisir, Negara Berkembang, Strategi Pengelolaan