Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

INSTITUSI POLITIK DI ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW Mohammad Kosim
Islamuna: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Madura State Islamic Institute (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/islamuna.v2i1.651

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan perjalanan panjang Nabi—di Mekah dan Madinah--dari perspektif politik. Selama di Mekah, Nabi banyak berperan sebagai kepala agama (Rasul Allah) yang mendapat mandat untuk menyebarkan Islam. Kepemimpinan po-litik belum bisa dicapai karena kerasnya penolakan kaum quraisy terhadap ajaran Islam dan figur Nabi. Sedangkan di Madinah di samping sebagai kepala agama, Nabi juga berperan sebagai kepala negara yang memimpin warga Madinah berdasar Konstitusi Madinah yang disepakati bersama. Keberhasilan Nabi menjadi kepala negara plus kepada agama di Madinah mencapai puncaknya setelah merebut kembali kota Mekah, fathu makkah, secara militer dan moral.
PELATIHAN PEMASARAN ONLINE DENGAN TEKNIK PENGAMBILAN FOTO PRODUK, CAPTION, IKLAN DALAM PEMBUATAN AKUN TOKO APLIKASI TOKOPEDIA DI DESA MEKARMUKTI – CIKARANG Prasetyo Harisandi; Mohammad Kosim
Jurnal Pengabdian Pelitabangsa Vol. 3 No. 02 (2022): Jurnal Pengabdian Pelitabangsa Oktober 2022
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jabmas.v3i02.1521

Abstract

Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong setiap masyarakat harus terus berkembang, hal agar dapat masyarakat dapat bersaing dengan dunia global dan digital. Posisi Desa Mekarmukti yang berada di tengah kota industri mempunyai peran dan lokasi strategis dalam penjualan online, apalagi didukung dengan moda transportasi, dan kemudahan lain seperti kualitas internet. Dari kondisi tersebut dan dalam rangka melakukan pengabdian kepada masyarakat, penulis memberikan bantuan para masyarakat yang merupakan para pemuda dan para pekerja yang berada didaerah Mekarmukti-Cikarang Bekasi. Pemasalahan yang dihadapi adalah bagaimana cara untuk meningkatkan sumber daya manusia setempat untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan pemasaran secara online menggunakan aplikasi Tokopedia. Tujuan penelitian yaitu untuk memberikan sebuah gambaran dari strategi pemasaran online yang dilakukan dengan strategi teknik pengambilan foto, caption dan iklan dalam pembuatan toko online Tokopedia. Hasil dari pengabdian ini adalah mitra dapat melakukan penjualan online secara mandiri dan dapat meningkatkan penghasilan.
KAJIAN HISTORIS PENDIDIKAN ISLAM DI INDO Mohammad Kosim
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v1i1.192

Abstract

Kendati praktik pendidikan Islam di Indonesia telah berlangsung cukup lama, tepatnya sejak Islam masuk ke wilayah Nusantara sekitar 15 abad yang lalu, kajian tentang pendidikan Islam di Indonesia masih sangat terbatas dibanding kajian keislaman lainnya. Tulisan berikut menyuguhkan kajian historis tentang pendidikan Islam di Indonesia. Kajian dilakukan dengan melakukan survey terhadap sejumlah buku sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Kajiannya diarahkan pada sejauhmana bukubuku dimaksud memberikan informasi ilmiah tentang sejarah pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH UMUM (Perspektif Sosio-Politik-Historis) Mohammad Kosim
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v1i2.197

Abstract

Dalam perspektif historis, keberadaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum mengalami perjalanan panjang dan rumit seiring dengan kondisi sosial politik yang menyertai. Hal ini bisa ditelusuri sejak masa penjajahan hingga era reformasi. Di masa Belanda pendidikan agama tidak ada peluang diajarkan di sekolah pemerintah dengan alasan pemerintah bersikap netral. Kebijakan Jepang lebih lunak—kendati tidak lebih baik dari Belanda—dengan mengizinkan pendidikan agama diajarkan di sekolah. Setelah Indonesia merdeka, secara perlahan dan pasti, posisi PAI di sekolah umum mulai menguat, dari sebelumnya sebagai mata pelajaran pelengkap, tidak wajib, dan tidak menentukan kenaikan kelas, menjadi mata pelajaran inti di setiap jenjang pendidikan. Meskipun posisi PAI di sekolah umum cukup kuat, tidak berarti lepas dari masalah, terutama dalam tataran aplikasi.
MADRASAH DI INDONESIA (Pertumbuhan dan Perkembangan) Mohammad Kosim
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v2i1.209

Abstract

Kebijakan diskriminatif pemerintah Hindia Belanda terhadap umat Islam, dalam hal pendidikan, memunculkan sikap penolakan umat Islam dengan wujud beragam, defensif dan progresif. Corak defensif ditunjukkan, terutama oleh ulama tradisional, dengan cara menghindari sejauh mungkin pengaruh politik Belanda terhadap sistem pendidikan Islam. Sikap ini terlihat pada sistem pendidikan tradisional pesantren yang mengambil tempat di daerah-daerah pedalaman untuk menghindar dari pengaruh dan pantauan Belanda. Pendekatan progresif dilakukan, terutama dipelopori sejumlah ulama pembaharu, dengan “meniru” pola pendidikan modern ala Belanda tapi berbasis Islam. Melalui pola moderat ini, berdirilah sejumlah madrasah dan sekolah umum berciri khas Islam dengan beberapa corak; Pertama, madrasah dengan dominasi mata pelajaran agama ditambah mata pelajaran umum (madrasah plus). Kedua, sekolah umum model Belanda ditambah mata pelajaran agama (sekolah plus). Ketiga, madrasah dengan bidang kajian sepenuhnya agama (madrasah diniyah).
DARI SGHAI KE PGA; SEJARAH PERKEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN GURU AGAMA ISLAM NEGERI JENJANG MENENGAH Mohammad Kosim
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v2i2.217

Abstract

Dalam rentang waktu antara 1948 hingga 1992 Departemen Agama telah menyelenggaraan pendidikan guru agama jenjang pendidikan menengah. Banyak kebijakan penting yang telah dilakukan departemen ini terkait penyelenggaraan lembaga pendidikan guru jenjang menengah. Uraian berikut akan mendeskripsikan secara kronologis kebijakan-kebijakan dimaksud. Uraiannya dibagi menjadi lima periode dengan mempertimbangkan ada tidaknya kebijakan Departemen Agama dalam suatu periode yang mempengaruhi perkembangan lembaga. Periode dimaksud meliputi; masa perintisan (1948-1950), masa perluasan (1950-1952), masa integrasi (1952-1958), masa pembinaan (1958-1978), serta masa reorganisasi dan alih status (1978-1992).
GURU DALAM PERSPEKTIF ISLAM Mohammad Kosim
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v3i1.223

Abstract

Dalam Islam, sosok guru (agama) sangat strategis, di samping mengemban misi keilmuan agar peserta didik menguasai ilmu-ilmu agama, guru juga mengemban tugas suci, misi kenabian, yakni membimbing dan mengarahkan peserta didik menuju jalan Allah SWT. Dengan peran strategis tersebut, tentu tidak mudah menjadi guru agama. Di samping itu, dalam melaksanakan tugasnya, guru agama akan dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan, baik tantangan internal (terkait dengan materi agama dan pribadi guru) maupun tantangan eksternal (terkait dengan perhatian orang tua, lingkungan yang tidak kondusif, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melahirkan efek negatif, di samping dampak positif).
ILMU PENGETAHUAN DALAM ISLAM (Perspektif Filosofis-Historis) Mohammad Kosim
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.232

Abstract

Ilmu pengetahuan dalam Islam memiliki karakteristik khas yang berbeda secara fundamental dengan ilmu-ilmu yang dikembangkan di Barat, baik landasan, sumber, sarana, dan metodologinya. Dalam Islam, ilmu pengetahuan memiliki landasan yang kokoh melalui al-Qur’ān dan Sunnah; bersumber dari alam fisik dan alam metafisik; diperoleh melalui indra, akal, dan hati/intuitif. Cakupan ilmunya sangat luas, tidak hanya menyangkut persoalan-persoalan duniawi, namun juga terkait dengan permasalahan ukhrāwi.
TANTANGAN DAN PELUANG JURUSAN TADRIS DI IAIN/STAIN Mohammad Kosim
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v4i1.244

Abstract

A consequence of dualism in education policy, the implementatin of tadris in IAIN often faces many problems. This paper will describe the history and the development of tadris in IAIN/STAIN. The discussion begins with the origin of tadris in IAIN, problems araise in the implementation of tadris in IAIN/STAIN, including the alumni’s problem. In addition, this article also reveals several opportunities for tadris graduation to develop madrasah as purely religious school to public islamic school as the result of the paradigm change.
LANGGAR SEBAGAI INSTITUSI PENDIDIKAN KEAGAMAAN ISLAM Mohammad Kosim
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2009)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v4i2.255

Abstract

Langgar (prayer house) is the oldest Islamic education institution in Indonesia that has been grown and developed in Islamic communities. It is established earlier than pesantren (Islamic boarding school), conventional school, and madrasah (Islamic school). Langgar has been taking an important role in preparing qur’anic generation, especially junior level, for a long time. In the Indonesian Islamic education cluster, langgar is catagorized as one of non-levelling Islamic educations. It has educational elements that forms langgar’s educational system. The system covers students care, santri (students), materials, method, and evaluation. Nowadays, Langgar has been competing with the similar institution which is considered more modern, such as TK al-Qur’an (Islamic kindergarten studying Qur’an).