Suhaimi -
Jurusan Syari‟ah STAIMU Panyeppen Pamekasan, Komplek Pondok Pesantren Panyeppen Pamekasan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PRAKTIK KHITHBAH DI MADURA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT Suhaimi -
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 9 No. 2 (2014)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v9i2.473

Abstract

Sebelum perkawinan dilakukan, baik secara hukum maupun adat harus didahului dengan khithbah. Laki-lakidan perempuan yang masih dalam ikatan peminangantentu saja status hukumnya “ajnabiyah”. Fenomena yangberkembang di masyarakat terjadi pergeseran danpengaburan status hukum yang seolah-olah hubungankeduanya telah mempunyai ikatan yang sah menurut hukum Islam. Sehingga tidak terbatasi lagi hubunganantara laki-laki dan perempuan, bahkan masyarakatmelakukan praktik peminangan yang menyalahiketentuan hukum Islam.