Jamaluddin .
Program Studi Teknik Geologi, Sekolah Tinggi Teknologi Migas Balikpapan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FLUIDA DAN PEMANFAATAN MATA AIR PANAS DAERAH SULILI KABUPATEN PINRANG PROVINSI SULAWESI-SELATAN Emi Prasetyawati Umar; Alfian Nawir; Jamal Rauf Husain; Khadijah Rezkiani Tamar; Maria .; Jamaluddin .; Muhammad Hardin Wakila
Jurnal Geosaintek Vol 6, No 3 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v6i3.8108

Abstract

The research area shows that geothermal manifestations are in the form of hot springs, and analysis of the hot water springs fluid is very important for more utilization. The aim of this study is to analyze the physical property of the hot water springs, hot spring fluid conditions, to find out the benefit of the hot water springs in the research areas. The method used is the analysis of physical properties of value of pH, smell, taste, temperature, colour, H2S as sulfide, TDS (Total Dissolved Solid) and DHL (Electrical Conductivity). The results showed that the characteristic of the hot water springs are shows the colored water of Sulili nodes with the results from laboratory analysis get 4-23 TCU, sulfur-smelling, taste brackish, surface temperature of 45°C-57ºC, pH relatively neutral-alkaline (7.8-7.9), 1.85-2.13g/L TDS shows springs the heat belongs to brackish water and non karbonat hardness water, the turbidity of 0.95-6.04 NTU and DHL i.e. 4.23-4.52 mS/cm. The average pH value of hot springs is that it has a neutral-alkaline pH, identifier i.e. hot spring low temperature water which is dominated by water. The benefits of hot springs the area of research in the field of tourism as a place of hot water bath, health and as a field studies centre.
KUANTITAS MATERIAL ORGANIK DAN TIPE MASERAL BATUBARA FORMASI KAMPUNGBARU, DAERAH PERUSDA KOTA BALIKPAPAN Jamaluddin .; E. P. Umar; A. R. K. Lisan
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan material organik dan tipe maseral dalam batubara menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas serta pemanfaatannya. Formasi Kampungbaru adalah salah satu formasi geologi yang memiliki potensi cadangan batubara yang signifikan di Cekungan Kutai. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data kuantitas material organik dan tipe maseral yang terdapat pada formasi tersebut berdasarkan analisis Total Organic Carbon (TOC) dan petrografi organik. Analisis TOC digunakan untuk menentukan kandungan karbon organik dalam batubara. Sementara itu, analisis petrografi organik dilakukan dengan menggunakan mikroskop untuk mengamati dan mengidentifikasi komponen organik dalam batubara termasuk jenis maseral yang terdiri dari vitrinit, liptinit, dan inertinit. Berdasarkan hasil analisis, nilai TOC batubara pada Formasi Kampungbaru berkisar 6,31–8,13% yang mengindikasikan formasi tersebut berpotensi istimewa membentuk hidrokarbon. Secara mikroskopis, tipe maseral yang terkandung pada sampel batubara didominasi oleh vitrinit 60,7%, liptinit 27,5% dan inertinit 11,8%. Tipe maseral vitrinit yang dominan pada Formasi Kampungbaru mengindikasikan bahwa batubara tersebut terbentuk dari tumbuhan zona tropis yang lembab dan diendapkan pada lingkungan rawa delta. Vitrinit merupakan maseral yang dominan sebagai penyusun kerogen Tipe III yang berasal dari lignin dan selulosa sel kulit tumbuhan. Dominasi vitrinit dan liptinit dalam sampel batubara menunjukkan adanya potensi pembentukan gas dan minyak. Vitrinit cenderung menghasilkan lebih banyak gas, sementara liptinit memiliki potensi untuk menghasilkan minyak. Kandungan vitrinit yang tinggi sering kali dikaitkan dengan kualitas batubara yang lebih baik, karena vitrinit merupakan komponen organik utama yang dapat menghasilkan energi saat batubara dibakar. Oleh karena itu, tingginya persentase vitrinit dalam sampel menandakan potensi untuk menghasilkan batubara dengan nilai kalori yang tinggi.