Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN KARAKTER DAN PENDEKATAN SETS (Science Environment Technology and Society) DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN SAINS listyono l
Phenomenon : Jurnal Pendidikan MIPA Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/phen.2012.2.1.420

Abstract

Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. Adapun berkara- kter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak”. Menurut Tadkiroatun Musroh (UNY, 2008), kara- kter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, se- hingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter  jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.
Pengembangan Bahan Ajar SRETS (Science, Religious, Environment, Technology, And Society) Dalam Pembelajaran Biologi Listyono .; Kusrinah .; laily fitriyah
Journal Of Biology Education Vol 2, No 2 (2019): Journal Of Biology Education
Publisher : Tadris Biologi IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jbe.v2i2.6034

Abstract

Latar belakang penelitian ini karena belum adanya bahan ajar Biologi kelas XI MA/SMA dengan pendekatan SRETS (Science, Religious, Environment, Technology and Society) pada materi sistem imun di sekolah MA Sunniyyah Selo Grobogan. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan Bahan Ajar Biologi berpendekatan SRETS (Science, Religious, Environment, Technology and Society)  pada materi sistem imun Kelas XI Semester Genap di MA Sunniyyah Selo Grobogan. Penelitian pengembangan ini menggunakan prosedur yang dikemukakan oleh Thiagarajan (4-D). Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu Define, Design, Develop dan Disseminate. Setelah tahap Develop dilakukan pengujian kelayakan oleh ahli materi, ahli media serta guru biologi, sedangkan pengukuran aspek kognitif dilakukan dengan memberi post-test kemudian diuji keefektifannya dengan menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar biologi dikategorikan sangat layak untuk digunakan. Hal ini di dasarkan pada persentase 82% (ahli materi), 96,5% (ahli media) dan 87,58% (guru biologi). Tingkat respon peserta didik terhadap bahan ajar biologi dengan pendekatan SRETS mencapai 83,61% dengan kategori sangat layak digunakan. Berdasarkan uji t satu pihak diperoleh thitung< ttabel (0,2027<2,045) sehinggga rata-rata nilai biologi pada materi sistem imun setelah mempelajari bahan ajar biologi berpendekatan SRETS lebih dari nilai KKM=75. Maka bahan ajar biologi berpendakatan SRETS efektif digunakan dalam pembelajaran.
INTEGRASI METODE FAR (FOCUS, ACTION, AND REFLECTION) DALAM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF ISLAM. Ardian Teguh Perkasa; Listyono Listyono; Siti Mukhlishoh Setyawati
Jurnal BIOEDUIN : Program Studi Pendidikan Biologi Vol 10, No 1 (2020): Bioeduin Februari
Publisher : Department of Biology Education UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/bioeduin.v10i1.8138

Abstract