Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Skrining Fitokimia Ekstrak n-Heksan Korteks Batang Salam (Syzygium polyanthum) Habibi, Ahmad Ikhwan; Firmansyah, R. Arizal; Setyawati, Siti Mukhlishoh
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salam atau Syzygium polyanthum merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki banyak aktivitas farmakologi. Daun Salam dilaporkan mengandung flavonoid, alkaloid, fenolik, steroid, terpenoid, dan saponin. Kandungan senyawa dalam daun tersebut dimungkinkan juga dimiliki oleh bagian korteks batang Salam (Syzygium polyanthum). Dalam penelitian ini dilakukan skrining fitokimia ekstrak n-heksan korteks batang Salam. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan korteks batang Salam mengandung senyawa metabolit sekunder golongan steroid, terpenoid, dan triterpenoid, tetapi tidak mengandung kelompok senyawa flavonoid, alkaloid, fenolat, tannin, dan saponin. Senyawa metabolit sekunder yang ada dalam ekstrak n-heksan korteks batang Salam ini dimungkinkan berfungsi sebagai antimikroba.
Aplikasi Umbi Suweg (Amorphophallus campanulatus) Sebagai Alternatif Penurun Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Lianah, Lianah; Tyas, Dian Ayuning; Armanda, Dian Triastari; Setyawati, Siti Mukhlishoh
AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1, Tahun 2018
Publisher : AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v1i1.2666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbandingan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus L.) setelah mengonsumsi suweg mentah dan suweg rebus. Eksperimen dilakukan pada 15 ekor tikus putih sehat dengan rerata berat badan 181-183 gram. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan. Setiap kelompok tikus normal diadaptasikan terhadap pakan selama 3 hari dan dipuasakan selama 8-12 jam, kemudian diberi pakan sesuai dengan kelompok perlakuan masing-masing pakan suweg dengan dosis 10 mg/180 g BB suweg rebus, 10 mg/180 g BB suweg mentah, dan 10 mg/180 g BB pakan standar (kontrol).  Kadar glukosa darah diukur dengan glukometer pada menit ke 0, 60 dan 120 setelah pemberian pakan secara oral. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan umbi suweg mentah menunjukkan aktivitas penurunan kadar gula darah lebih tinggi (3,8 mg/dl) dibandingkan umbi suweg rebus (3,6 mg/dl). Kecenderungan ini menunjukkan bahwa secara alami hormon insulin di dalam tubuh tikus sudah bekerja dalam menyeimbangkan kadar gula darah. Suweg mengandung senyawa bioaktif berupa Polisakarida Larut Air (PLA) dan serat pangan yang dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah. Umbi suweg dapat diaplikasikan pada manusia khususnya sebagai terapi diet penurun kadar glukosa darah bagi penderita diabetes mellitus.
Perbandingan Variasi Konsentrasi Pupuk Organik Cair dari Limbah Ikan Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L.) Zahroh, Fatimatuz; Kusrinah, Kusrinah; Setyawati, Siti Mukhlishoh
AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1, No. 1, Tahun 2018
Publisher : AL-HAYAT: Journal of Biology and Applied Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v1i1.2687

Abstract

Limbah ikan merupakan salah satu limbah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi limbah ikan berupa jeroan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair karena masih mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Pupuk organik cair merupakan salah satu pupuk yang dapat digunakan untuk tanaman holtikultura seperti tanaman cabai merah (Capsicum annum L.).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan pemberian variasi konsentrasi pupuk organik cair dari limbah ikan terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah (Capsicum annum L.). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan 4 ulangan sehingga ada 20 unit eksperimen dan ditempatkan secara acak yaitu pupuk 0% (P1), pupuk 3,5% (P2), pupuk 4% (P3), pupuk 4,5% (P4), dan pupuk 5% (P5). Pengamatan dilakukan terhadap tiga parameter pertumbuhan yaitu jumlah daun, diameter batang, dan tinggi tanaman. Teknis analisis data menggunakan One-way ANOVA dengan taraf signifikansi 5% dan uji lanjutan Duncan. Hasil uji One-way ANOVA  pada pertumbuhan jumlah daun tanaman cabai merah adalah Fhitung sebesar 6,770 dan Ftabel yaitu 3,06 (Fhitung > Ftabel). Hasil uji One-way ANOVA  pada pertumbuhan tinggi batang adalah Fhitung sebesar 5,267 dan Ftabel yaitu 3,06 (Fhitung > Ftabel). Hasil uji One-way ANOVA   pada pertumbuhan diameter batang tanaman cabai merah adalah Fhitung sebesar 2,770 dan Ftabel yaitu 3,06 (Fhitung < Ftabel). Uji lanjutan Duncan menunjukkan pada perlakuan konsentrasi 4,5 % (P4) menunjukkan perbedaan yang paling signifikan terhadap pertumbuhan jumlah daun dan tinggi batang tanaman cabai merah.
Pola Pertumbuhan Dan Faktor Kondisi Ikan Brek (Barbonymus balleroides val. 1842) Di Perairan Pulau Jawa Koleksi Museum Zoologi Bogoriense (MZB) Maizul, Riza; Setyawati, Siti Mukhlishoh; Wahyudewantoro, Gema
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v2i1.4643

Abstract

Brek fish (Barbonymus balleroides) is a consumption, fish that is widely used by people around the River. The population has started to decline, but not yet cultivated. Therefore, research has been conducted as a basis for its domestication, including growth patterns and condition factor of Brek Fish. The total length (TL) of each individual was measured using a digital caliper with an accuracy of 0.05 mm, while the body weight was weighed using an analytical scale with an accuracy of 0.0001 g. the data obtained were analyzed by linear regression found in the microsoft excel program. The results showed that the growth pattern of brek fish was allometric negative, the average condition factor value of brek fish (B. balleroides) was 1.026. The author hopes this research can be used as basic biological information to support the conservation of Brek Fish (B. ballerodes).
AKTIFITAS KITOSAN-GLUKOSA SEBAGAI PENGAWET IKAN BANDENG DURI LUNAK Wardani, Oftiana Irayanti; Firmansyah, R. Arizal; Setyawati, Siti Mukhlishoh
Walisongo Journal of Chemistry Vol 1, No 1 (2018): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1481.398 KB) | DOI: 10.21580/wjc.v2i1.2672

Abstract

Modifikasi Kitosan dengan Glukosa mampu memperbaiki kemampuan kitosan dalam mengawetkan makanan. Kitosan-Glukosa yang diaplikasikan pada ikan bandeng duri lunak dengan cara pelapisan menghasilkan adanya perbedaan kandungan protein sebesar 0,0045%, 0,0048%, dan 0,072%. Sedangkan perbedaan kandungan mikroba sebesar 4,05 x 104 ; 7 x 104 ; dan 1,37 x 106. Pengukuran tersebut dilakukan di hari ke 1, 3, dan 5 pada kontrol ikan yang tidak mengalami pelapisan dengan ikan yang mengalami pelapisan. Hasil uji organoleptik dengan skala nilai 1-4 pada tampilan, aroma, warna dan rasa pada hari ke 5 menunjukkan bahwa nilai ikan yang mengalami pelapisan lebih tinggi dari pada yang tidak mengalami pelapisan. Uji IR menunjukkan tidak ada gugus baru terbentuk antara kitosan-glukosa.
Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Brek (Barbonymus balleroides val. 1842) dari Perairan Pulau Jawa Koleksi Museum Zoologi Bogoriense (MZB) Maizul, Riza; Setyawati, Siti Mukhlishoh; Wahyudewantoro, Gema
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v2i1.4643

Abstract

Brek fish (Barbonymus balleroides) is a consumption, fish that is widely used by people around the River. The population has started to decline, but not yet cultivated. Therefore, research has been conducted as a basis for its domestication, including growth patterns and condition factor of Brek Fish. The total length (TL) of each individual was measured using a digital caliper with an accuracy of 0.05 mm, while the body weight was weighed using an analytical scale with an accuracy of 0.0001 g. the data obtained were analyzed by linear regression found in the microsoft excel program. The results showed that the growth pattern of brek fish was allometric negative, the average condition factor value of brek fish (B. balleroides) was 1.026. The author hopes this research can be used as basic biological information to support the conservation of Brek Fish (B. ballerodes).
Skrining Fitokimia Ekstrak n-Heksan Korteks Batang Salam (Syzygium polyanthum) Habibi, Ahmad Ikhwan; Firmansyah, R. Arizal; Setyawati, Siti Mukhlishoh
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i1.23370

Abstract

Salam atau Syzygium polyanthum merupakan tumbuhan berkhasiat obat yang mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki banyak aktivitas farmakologi. Daun Salam dilaporkan mengandung flavonoid, alkaloid, fenolik, steroid, terpenoid, dan saponin. Kandungan senyawa dalam daun tersebut dimungkinkan juga dimiliki oleh bagian korteks batang Salam (Syzygium polyanthum). Dalam penelitian ini dilakukan skrining fitokimia ekstrak n-heksan korteks batang Salam. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan korteks batang Salam mengandung senyawa metabolit sekunder golongan steroid, terpenoid, dan triterpenoid, tetapi tidak mengandung kelompok senyawa flavonoid, alkaloid, fenolat, tannin, dan saponin. Senyawa metabolit sekunder yang ada dalam ekstrak n-heksan korteks batang Salam ini dimungkinkan berfungsi sebagai antimikroba.
INTEGRASI METODE FAR (FOCUS, ACTION, AND REFLECTION) DALAM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF ISLAM. Ardian Teguh Perkasa; Listyono Listyono; Siti Mukhlishoh Setyawati
Jurnal BIOEDUIN : Program Studi Pendidikan Biologi Vol 10, No 1 (2020): Bioeduin Februari
Publisher : Department of Biology Education UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/bioeduin.v10i1.8138

Abstract

Aktifitas Kitosan-Glukosa Sebagai Pengawet Ikan Bandeng Duri Lunak Oftiana Irayanti Wardani; R. Arizal Firmansyah; Siti Mukhlishoh Setyawati
Walisongo Journal of Chemistry Vol 1, No 1 (2018): Walisongo Journal of Chemistry
Publisher : Department of Chemistry Faculty of Science and Technology Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wjc.v2i1.2672

Abstract

Modifikasi Kitosan dengan Glukosa mampu memperbaiki kemampuan kitosan dalam mengawetkan makanan. Kitosan-Glukosa yang diaplikasikan pada ikan bandeng duri lunak dengan cara pelapisan menghasilkan adanya perbedaan kandungan protein sebesar 0,0045%, 0,0048%, dan 0,072%. Sedangkan perbedaan kandungan mikroba sebesar 4,05 x 104 ; 7 x 104 ; dan 1,37 x 106. Pengukuran tersebut dilakukan di hari ke 1, 3, dan 5 pada kontrol ikan yang tidak mengalami pelapisan dengan ikan yang mengalami pelapisan. Hasil uji organoleptik dengan skala nilai 1-4 pada tampilan, aroma, warna dan rasa pada hari ke 5 menunjukkan bahwa nilai ikan yang mengalami pelapisan lebih tinggi dari pada yang tidak mengalami pelapisan. Uji IR menunjukkan tidak ada gugus baru terbentuk antara kitosan-glukosa.
Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Brek (Barbonymus balleroides val. 1842) dari Perairan Pulau Jawa Koleksi Museum Zoologi Bogoriense (MZB) Riza Maizul; Siti Mukhlishoh Setyawati; Gema Wahyudewantoro
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v2i1.4643

Abstract

Brek fish (Barbonymus balleroides) is a consumption, fish that is widely used by people around the River. The population has started to decline, but not yet cultivated. Therefore, research has been conducted as a basis for its domestication, including growth patterns and condition factor of Brek Fish. The total length (TL) of each individual was measured using a digital caliper with an accuracy of 0.05 mm, while the body weight was weighed using an analytical scale with an accuracy of 0.0001 g. the data obtained were analyzed by linear regression found in the microsoft excel program. The results showed that the growth pattern of brek fish was allometric negative, the average condition factor value of brek fish (B. balleroides) was 1.026. The author hopes this research can be used as basic biological information to support the conservation of Brek Fish (B. ballerodes).