Hasyim Hasanah
Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENURUNKAN PROBLEM TEKANAN EMOSI BERBASIS GENDER Hasyim Hasanah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.223 KB) | DOI: 10.21580/sa.v11i1.1446

Abstract

This research seeks to investigate the contribution interpersonal communication to reduce emotion problem pressure college student in IAIN special programme. Five major dimension of interpersonal com­munication are openness, emphaty, supportiveness, positiveness and equality, were derived from a humanistic perception. Emotion problem pressure was defined in term pleasant and unpleasant emotion, besides from four conditional are stimulate, feelness, internal responshipness and behavior types. Sixty six subjects were involved in study, subject were devided into three programmes, 17 subject PKPA, 24 subject FUPK-TH and 25 subject FUPK-TP. To find the contribution between interpersonal communication and emotion problem pressure it used simple regression method, and different effect variables using t-test method. The result of this study shows that interpersonal communication has a real effect to reduce emotion problem pressure (Fh = 7,966 Ft = 6,302, p = 0,05; R2 = 0,910), the contribution variation of interpersonal communication is high (91,0%) and 0,9 explained by other variation models in independent variable. The contribution effect, male is higher than female (tm = 16,065 tf = 11,660). In conclusion, interpersonal communication has the contri­bution effect to reduce emotion problem pressure of callege student in IAIN special programme.
PENGGUNAAN JILBAB BAGI POLWAN PERSPEKTIF PEMBERITAAN HARIAN REPUBLIKA EDISI JUNI-DESEMBER 2013 Riyadhotul Munawaroh; Rustini Wulandari; Hasyim Hasanah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.528 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i1.1468

Abstract

Fokus penelitian pada pemberitaan penggunaan jilbab bagi polisi wanita dalam Surat Kabar Harian Republika, dengan jenis berita straight news. Penelitian bertujuan untuk menge­tahui, mendeskripsikan, dan menganilisis konstruksi wacana Surat Kabar Harian Republika mengenai pem­beritaan peng­­­­gunaan jilbab bagi polisi wanita. Penelitian ini meng­guna­­kan jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis wacana Teun A van Dijk. Teknik pengumpulan data pe­nelitian meng­gunak­an dokumentasi teks berita dalam Surat Kabar Harian Republika edisi Juni-Desember 2013. Penelitian menghasilkan simpulan mengenai konstruksi wacana dalam pemberitaan peng­gunaan jilbab polwan yaitu, pertama, Re­publika tidak se­tuju saat Kapolri belum mengizinkan penggunaan jilbab polwan, alasannya bertolak belakang dengan Undang-Undang Dasar 1945 dan perintah agama untuk menutup aurat. Kedua, Republika mendukung sikap Kapolri saat memberi izin secara lisan kepada polwan untuk berjilbab dan menghendaki segera ada peraturan yang memperkuat kebijakan. Ketiga, Republika tidak setuju adanya peraturan penundaan penggunaan jilbab polwan, menganggap ganjil ke­bijakan tersebut, dan me­mandang terdapat kelompok anti­jilbab di tubuh kepolisian. Republika terlihat mengharap­kan polwan dapat bebas ber­jilbab saat bertugas tanpa perlu mengkhawatirkan adanya teguran. Hal tersebut terlihat dari pemilihan narasumber berita yang kebanyakan memiliki harap­an sama dengan Republika. Kutipan wawancara narasumber yang menginginkan polwan berjilbab diberi porsi lebih banyak dan ada yang diletakkan pada awal serta akhir berita. Penulis memberikan saran bagi wartawan untuk lebih berimbang dalam meyajikan berita, baik dari pemilihan narasumber, peletakan kutipan wawan­cara, maupun pengambilan sudut pandang, agar tidak terlihat berpihak dan menjadi berita provokasi. Penulis memberi rekomendasi kepada Polri untuk memasukkan jilbab dalam standard operating procedure seragam dinas kepolisian. Hal tersebut dimaksudkan agar polisi wanita tidak terlalu lama me­­nunggu Parlemen me­nye­tujui anggaran penyediaan jilbab, karena menutup aurat menjadi hak yang dilindungi konstitusi. Bagi DPR, seharusnya membuat kebijakan atau undang- undang yang menjamin penggunaan jilbab dan berlaku di ting­kat nasional
PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PEREMPUAN: Sebuah Strategi Mencegah Berbagai Resiko Masalah Reproduksi Remaja Hasyim Hasanah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.404 KB) | DOI: 10.21580/sa.v11i2.1456

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan tentang strategi penanganan kasus kekerasan seksual pada perempuan melalui pemahaman kesehatan reproduksi bagi perempuan. Kesehatan reproduksi merupakan suatu kondisi sehat pada semua sistem organ, fungsi, dan proses reproduksi. Islam memiliki sikap sangat hati-hati terhadap upaya mencapai kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi amat penting untuk dilakukan, mengingat masih banyak remaja tidak memiliki pengetahuan yang akurat mengenai kesehatan reproduksi. Pendidikan tersebut juga diperlukan agar remaja dapat menghindari perilaku seks yang beresiko, yang membahayakan kesehatan reproduksi dan seksualnya. Pemahaman terhadap kesehatan reroduksi bagi remaja juga berfungsi sebagai strategi untuk menghindari tindak kekerasan seksual pada remaja.
PENGUATAN HAK ASASI PEREMPUAN DAN KESETARAAN GENDER MELALUI DIALOG WARGA Anila Umriana; Moh. Fauzi; Hasyim Hasanah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 12, No 1 (2016): Oktober 2016
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.506 KB) | DOI: 10.21580/sa.v12i1.1467

Abstract

Tulisan ini menjelaskan penguatan hak asasi perempuan dan ke­setaraan gender melalui dialog warga di kelurahan Gisikdrono Kec. Semarang Barat Kota Semarang. Tulisan ini merupakan hasil program peng­abdian yang diarahkan pada munculnya kesadaran warga mengenai hak asasi perempuan dan kesetaraan gender. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa masih terdapat problem pe­mahaman dan kesadaran hak asasi perempuan dan kesetaraan gender di masyarakat. Ini dibuktikan dengan masih banyaknya ketidak­adilan gender berupa diskriminasi, subordinasi, beban ganda yang dibeba­n­kan kepada perempuan. Upaya yang digunakan untuk mningkatkan kapasistas kesadaran hak asasi perempuan dan kesetaraan gender melalui dialog warga. Metode pengabdian menggunakan prinsip dialog warga. Model dialog warga bertujuan untuk mengembangkan kompetensi komunitas dalam menangani isu hak asasi perempuan dan kesetaraan laki-laki dan perempuan yang mereka anggap paling penting. Salah satu pinsip dasar dialog warga selalu berbasis kepada hak asasi, kesetaraan, apresiatif, berbasis asset masyarakat, mem­berdayakan, berkelanjutan, berorientasi perubahan, mengguna­kan bahasa istilah lokal, dan bukan merupakan proyek. Peningkatan kapasitas hak asasi perempuan dan kesetaraan gender dilakukan mendasarkan pada siklus dialog warga. Hasil akhir program menunjuk­kan bahwa telah terbentuk kesadaran dan pemahaman mengenai hak asasi perempuan, dan kesetaraan gender di masyarakat. 
FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KESADARAN BERAGAMA ANAK JALANAN Hasyim Hasanah
Sawwa: Jurnal Studi Gender Vol 10, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Pusat Studi gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.853 KB) | DOI: 10.21580/sa.v10i2.1432

Abstract

Kesadaran beragama merupakan salah satu unsur penting dalam ke­hidupan seseorang. Kesadaran beragama anak jalanan merupakan konseptualisasi watak keberagamaan yang dibentuk individu menjadi identitas personalnya. Kesadaran beragama yang berkembang saat ini dapat dipengaruhi banyak faktor, baik bersifat internal maupun eksternal. Anak jalanan dapat mengembangkan kesadaran beragama yang positif jika mampu memunculkan motivasi dan mendapat dukungan. Motivasi spiritual adalah salah satu jenis motivasi yang me­miliki kontribusi membangun kesadaran beragama, hal sama di­beri­­kan oleh dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kon­tribusi faktor internal dan eksternal dalam membentuk kesadaran ber­agama, yaitu aspek motivasional dan dukungan sosial. Aspek motiva­sional yang biasanya diarahkan pada tema keberagamaan adalah motivasi spiritual, seseorang dengan motivasi spiritual tinggi biasanya cenderung memiliki kesadaran menghadirkan nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Aspek lain adalah aspek yang bersifat eksternal, biasanya berupa dukungan. Dukungan adalah bentuk perhatian yang diberikan pada seseorang sehingga dirinya merasa diterima lingkungannya. Seseorang dengan dukungan sosial tinggi tentu diyakini juga mampu memunculkan semangat meng­hadirkan tata nilai sosial yang diyakini benar, salah satunya agama.
PERAN OPINION LEADER DALAM SISTEM DAKWAH (Analisis Difusi Jaringan Komunikasi) Hasyim Hasanah
Islamic Communication Journal Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2017.2.2.2168

Abstract

This paper aims to explain the role of opinion leader in dakwah activities through the analysis of communication network diffusion. This paper uses a descriptive qualitative method, with a network analysis approach. The results showed that opinion leaders playan important role in accelerating and slowing the process of diffusion of dakwah information. The higher the ability of people to influence others, the higher the effort also in influencing behavior changes that  occur in  that  person.  This is because  the  opinion  leader has the characteristic of making himself a media through innovation into society as a social system. An opinion leader also becomes a reference for media behavior (media behavior). That is, when the opinion leader is a Dai, he is a information disseminator of dakwah information that makes himself as one of the media forming behavior to change the order of values, attitudes, and behavior of people in a systematic and structured. Double role of a Dai to achieve social system changes and realize the life of the people who Sallam, hasanah, and thayyibah, and getting of Ridho Allah SWT.---------------------------------------------------------------------------------------Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan peran opinion leader dalam dakwah Islam melalui analisis difusi jaringan komunikasi. Tulisan ini menggunaakan metode kualitatif  deskriptif  dengan  pendekatan analisis jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemimpin opini memegang peranan penting dalam mempercepat maupun memperlambat proses difusi informasi dakwah. Semakin tinggi kemampuan orang mempengaruhi orang lain, maka akan semakin tinggi pula usahanya dalam memengaruhi perubahan perilaku yang terjadi pada orang tersebut. Hal ini dikarenakan opinion leader memiliki karakteristik menjadikan dirinya sebagai media lewatnya  inovasi  ke dalam masyarakat sebagai  sebuah  sistem  sosial.  seorang opinion leader juga menjadi rujukan bagi perilaku media (media behavior). Artinya, ketika opinion leader adalah  seorang  dai,  maka  ia merupakan penyebar informasi  dakwah yang menjadikan dirinya sebagai salah satu media pembentuk perilaku untuk mengubah tatanan nilai, sikap, dan perilaku umat secara sistematis dan terstruktur.  Peran ganda seorang dai guna mencapai perubahan sistem sosial dan mewujudkan kehidupan umat yang salam, hasanah dan thayyibah serta memperoleh ridha Allah SWT.