Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Donal Rachmat; Sitti Hajerah Hasim; Fatimah Fatimah
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 2, No 1 Apr (2021)
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas XI Akuntansi SMK Negeri 5 Gorontalo. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, teknik evaluasi atau tes, dan wawancara. Hasil penelitian bahwa penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar akuntansi pada siswa kelas XI Akuntansi. Hal ini didukung oleh beberapa data sebagai berikut: (1) Keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat sebanyak 17%. (2) Keaktifan siswa dalam diskusi kelompok meningkat sebanyak 19%. (3) Ketuntasan hasil belajar meningkat sebesar 23%.Kata kunci: hasil belajar, problem based learning
Penggunaan Media Pembelajaran Pop-Up Book Dalam Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman Fatimah Fatimah; Wahyu Kurniati Asri; Nurming Saleh
Phonologie : Journal of Language and Literature Vol 1, No 2 (2021): Phonologie : Journal of Language and Literature
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.42 KB) | DOI: 10.26858/phonologie.v1i2.21518

Abstract

Abstract. This study aims to determine the planning, process, and results of pop-up book learning media in the German speaking skills of class XI students of SMA Negeri 8 Makassar. This research is a classroom action research which consists of two cycles. The subjects of this study were students of class XI MIPA SMA Negeri 8 Makassar, totaling 30 students. This research data consists of two types, namely qualitative data and quantitative data. Qualitative data was obtained through observation while quantitative data was obtained through speaking skills tests in cycle 1 and cycle II. The results showed that the students' speaking skills in the first cycle were 77.91 and in the 85.62 cycle. These results indicate that the use of pop-up book learning media improves the German speaking skills of students in class XI MIPA SMA Negeri 8 Makassar.
Hubungan Interaksi Sosial Teman Sebaya Dengan Perilaku Bullying Pada Siswa Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Enrekang Fatimah Fatimah; Supriadi Torro
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 3, Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Pinisi Journal of Sociology Education Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Gambaran perilaku bullying pada siswa SMA Negeri 3 Enrekang 2) Hubungan interaksi sosial teman sebaya dengan perilaku bullying pada siswa SMA Negeri 3 Enrekang. Sampel ditentukan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dan diperoleh sebanyak 138 orang sampel. Pengambilan data dilakukan melalui angket dan dokumentasi. Uji validitas menggunakan teknik korelasi Pearson Moment dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis inferensial menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 25++. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Gambaran perilaku bullying pada siswa SMA Negeri 3 Enrekang dengan hasil nilai persentase 61.69% yang berarti tergolong dalam kategori sedang, berdasarkan indikator a) bullying fisik dengan presentase 60.90% tergolong dalam kategori sedang, b) bullying verbal dengan persentase 59.89% yang ada pada kategori sedang, dan c) bullying psikologis dengan persentase 65.52% tergolong dalam kategori sedang, 2) Hubungan interaksi sosial teman sebaya dengan perilaku bullying pada siswa SMA Negeri 3 Enrekang adalah ditunjukkan dengan nilai signifikans sebesar 0,00 < 0.05. Dibanding nilai korelasi rtabel tingkat signifikan 5% dari N = 138 responden sebesar 0,166. Didapatkan nilai korelasi -0,725 lebih besar dari 0,166, maka dapat ditarik kesimpulan hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut berhubungan dengan kriteria interval koefisien berada pada kategori kuat dan mempunyai arah hubungan negatif, yang artinya semakin tinggi interaksi sosial teman sebaya maka perilaku bullying semakin rendah atau sebaliknya jika interaksi sosial teman sebaya rendah maka perilaku bullying tinggi.
Kontribusi Keseimbangan, Daya Tahan Otot Tungkai dan Kelentukan Tungkai Terhadap Kemampuan Sepak Sila dalam Permainan Sepaktakraw Fatimah Fatimah; Sahabuddin Sahabuddin; Addien Addien
Journal of Sport Education, Coaching, and Health (JOCCA) Vol. 1 No. 4 (2020): Desember
Publisher : Sains Global Institut, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi keseimbangan, daya tahan otot tungkai dan kelentukan tungkai terhadap kemampuan sepak sila dalam permainan sepaktakraw. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa laki-laki siswa SMA Negeri 1 Majauleng dengan jumlah sampel penelitian 40 orang yang dipilih secara random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis korelasi dengan menggunakan sistem SPSS Versi 22.00 pada taraf signifikan 95% atau ?0,05. Bertolak dari hasil analisis data, maka penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) kontribusi keseimbangan terhadap kemampuan sepak sila dalam permainan sepaktakraw sebesar 53,9%; (2) kontribusi daya tahan otot tungkai terhadap kemampuan sepak sila dalam permainan sepaktakraw sebesar 54,9%; (3) kontribusi kelentukan tungkai terhadap kemampuan sepak sila dalam permainan sepaktakraw sebesar 71,8%; dan (4) kontribusi keseimbangan, daya tahan otot tungkai dan kelentukan tungkai terhadap kemampuan sepak sila dalam permainan sepaktakraw sebesar 75,4%
Pengaruh Kompetensi Profesional dan Kompetensi Manajerial Kepala Laboratorium Serta Dukungan Sekolah Terhadap Pengelolaan Laboratorium IPA di Sekolah Menengah Atas Kota Parepare Fatimah Fatimah; Kamaruddin Hasan; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of professional competence, managerial competence, and school support on science laboratory management in senior high schools in Parepare City. The study uses a quantitative approach to examine the relationship between three independent variables: professional competence, managerial competence, and school support on the dependent variable, namely science laboratory management. Data were collected through tests administered to 10 laboratory heads and questionnaires distributed to 65 respondents. The results showed that professional competence did not have a significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = -0.191 and a significance level of 0.054, indicating that this variable was not able to explain science laboratory management partially. The managerial competency variable also had no significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = -0.099 and a significance level of 0.379. Negative coefficients cannot be generalized because they are not statistically significant. Conversely, school support has a positive and significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = 0.674 and significance of 0.000, indicating that the better the school support, the better the science laboratory management. Based on simultaneous testing, the three independent variables had a significant effect on science laboratory management with an R² value of 0.452 and F = 16.803 (p < 0.05). These findings indicate the importance of strengthening school commitment and policies in improving the quality of science laboratories. Keywords: Professional Competence, Managerial Competence, School Support, Science Laboratory Management, Laboratory Head Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi profesional, kompetensi manajerial, dan dukungan sekolah terhadap pengelolaan laboratorium IPA di Sekolah Menengah Atas Kota Parepare. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hubungan tiga variabel independent: kompetensi profesional, kompetensi manajerial, dan dukungan sekolah terhadap variabel dependen yaitu pengelolaan laboratorium IPA. Data dikumpulkan melalui tes kepada 10 orang kepala laboratorium dan kuesioner yang disebarkan kepada 65 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan koefisien regresi B = -0,191 dan signifikansi 0,054, sehingga variabel ini belum mampu menjelaskan pengelolaan laboratorium IPA secara parsial. Variabel kompetensi manajerial juga tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan koefisien regresi B = –0,099 dan signifikansi 0,379. Koefisien yang bernilai negatif tidak dapat digeneralisasikan karena tidak signifikan secara statistik. Sebaliknya, dukungan sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA, dengan koefisien regresi B = 0,674 dan signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa semakin baik dukungan sekolah semakin baik pengelolaan laboratorium IPA. Berdasarkan uji simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan nilai R² = 0,452 dan F = 16,803 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan komitmen dan kebijakan sekolah dalam meningkatkan kualitas laboratorium IPA. Kata kunci: Kompetensi Profesional, Kompetensi Manajerial, Dukungan Sekolah, Pengelolaan Laboratorium IPA, Kepala Laboratorium.
Pengaruh Kompetensi Profesional dan Kompetensi Manajerial Kepala Laboratorium Serta Dukungan Sekolah Terhadap Pengelolaan Laboratorium IPA di Sekolah Menengah Atas Kota Parepare Fatimah Fatimah; Kamaruddin Hasan; Muhammad Ardiansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of professional competence, managerial competence, and school support on science laboratory management in senior high schools in Parepare City. The study uses a quantitative approach to examine the relationship between three independent variables: professional competence, managerial competence, and school support on the dependent variable, namely science laboratory management. Data were collected through tests administered to 10 laboratory heads and questionnaires distributed to 65 respondents. The results showed that professional competence did not have a significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = -0.191 and a significance level of 0.054, indicating that this variable was not able to explain science laboratory management partially. The managerial competency variable also had no significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = -0.099 and a significance level of 0.379. Negative coefficients cannot be generalized because they are not statistically significant. Conversely, school support has a positive and significant effect on science laboratory management, with a regression coefficient of B = 0.674 and significance of 0.000, indicating that the better the school support, the better the science laboratory management. Based on simultaneous testing, the three independent variables had a significant effect on science laboratory management with an R² value of 0.452 and F = 16.803 (p < 0.05). These findings indicate the importance of strengthening school commitment and policies in improving the quality of science laboratories. Keywords: Professional Competence, Managerial Competence, School Support, Science Laboratory Management, Laboratory Head Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi profesional, kompetensi manajerial, dan dukungan sekolah terhadap pengelolaan laboratorium IPA di Sekolah Menengah Atas Kota Parepare. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menguji hubungan tiga variabel independent: kompetensi profesional, kompetensi manajerial, dan dukungan sekolah terhadap variabel dependen yaitu pengelolaan laboratorium IPA. Data dikumpulkan melalui tes kepada 10 orang kepala laboratorium dan kuesioner yang disebarkan kepada 65 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan koefisien regresi B = -0,191 dan signifikansi 0,054, sehingga variabel ini belum mampu menjelaskan pengelolaan laboratorium IPA secara parsial. Variabel kompetensi manajerial juga tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan koefisien regresi B = –0,099 dan signifikansi 0,379. Koefisien yang bernilai negatif tidak dapat digeneralisasikan karena tidak signifikan secara statistik. Sebaliknya, dukungan sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA, dengan koefisien regresi B = 0,674 dan signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa semakin baik dukungan sekolah semakin baik pengelolaan laboratorium IPA. Berdasarkan uji simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan laboratorium IPA dengan nilai R² = 0,452 dan F = 16,803 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan komitmen dan kebijakan sekolah dalam meningkatkan kualitas laboratorium IPA. Kata kunci: Kompetensi Profesional, Kompetensi Manajerial, Dukungan Sekolah, Pengelolaan Laboratorium IPA, Kepala Laboratorium.