Maria Loho
Faculty of Medicine University of Sam Ratulangi/ Prof. Dr. RD Kandou Hospital Manado

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Profil Penderita Endometriosis di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada Tahun 2011-2015 Pangemanan, Grandy; Loho, Maria; Wagey, Freddy W.
e-CliniC Vol 5, No 1 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v5i1.14761

Abstract

Abstract: Endometriosis is a benign gynecological disorder that often affects woman of reproductive age are characterized by the presence of endometrial glands and stroma outside the normal location. The disease gets a lot of attention from researchers and experts; this is due to that endometriosis often occurs in woman but the mechanism in still unclear. This was a descriptive retrospective study using the medical records of cases in Obstetric and Gynecology Department at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado 2011 – 2015. The results showed that there were 33 cases of endometriosis during that period. The most frequent cares were ≥39 years old (39,3%), nulliparous (36,3%), complaint of abdominal pain (81,8%), and most types of endometriosis was ovarian endometrial cyst (78,8%). Treatment given was medical therapy and operation.Keywords: endometriosis Abstrak: Endometriosis merupakan kelainan ginekologik jinak yang sering diderita oleh perempuan usia reproduksi yang ditandai dengan adanya glandula dan stroma endometrium di luar letak normal. Penyakit ini makin mendapat perhatian dari para peneliti dikarenakan endometriosis makin sering terjadi pada wanita namun belum diketahui mekanisme yang jelas tentang terjadinya penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penderita endometriosis yang dirawat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan menggunakan catatan rekam medik dengan subjek penelitian ialah semua kasus di bagian obstetric dan ginekologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada tahun 2011-2015. Hasil penelitian memperlihatkan 33 kasus endometriosis dengan distribusi terbanyak menurut kelompok umur ≥ 39 (39,3%), nulipara (36,3%). Keluhan nyeri perut (81,8%). Jenis endometriosis terbanyak adalah ovarian endometrial cyst (78,8%). Penanganan yang diberikan berupa terapi medikamentosa dan operasi.Kata kunci: endometriosis
KAITAN MAKROSOMIA DENGAN DIABETES MELITUS GESTASIONAL DI BAGIAN OBSGIN BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE SEPTEMBER 2012-SEPTEMBER 2013 Oroh, Arlia; Loho, Maria; Mongan, Suzanna
e-CliniC Vol 3, No 2 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.2.2015.8774

Abstract

Abstract: Gestasional diabetes mellitus in mother is an important risk factor for developing fetal macrosomia. Gestational diabetes mellitus is defined as glucose intolerance of variable degree with onset or first recognition during pregnancy. The prevalence of gestational diabetes mellitus in Indonesia is 1.9% -3.6% of pregnancies in general. The prevalence of gestational diabetes is strongly related to the patient's race and culture. Prevalence rates are higher in black, Hispanic, Native American, and Asian women than in white women. This was an analytical study with a case control design by using medical records in Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital Manado period September 2012-2013. The results showed that there was no relationship between macrosomia with gestational diabetes mellitus. Gestational diabetes mellitus is a risk factor for having a macrosomia baby. Risk factors for gestational diabetes mellitus and macrosomia are also widely available on the subjects include age > 35 years, obesity and multiparity.Keywords: macrosomia, gestational diabetes mellitus, diabetes melitusAbstrak: Diabetes melitus gestasional (DMG) pada ibu merupakan faktor risiko yang penting dalam perkembangan makrosomia fetus. DMG merupakan intoleransi karbohidrat dengan derajat yang bervariasi dengan onset atau diketahui pertama kali selama kehamilan berlangsung. Prevalensi DMG di Indonesia sebesar 1,9%-3,6% pada kehamilan umumnya. Prevalensi ini sangat berhubungan dengan ras dan etnis. Angka prevalensi lebih tinggi pada wanita negro, hispanik, native American, dan Asia dibandingkan dengan wanita kulit putih. Penelitian ini menggunakan metode studi analitik dengan desain studi kasus kontrol melalui rekam medik di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode September 2012-2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat kaitan antara makrosomia dengan DMG. DMG merupakan faktor resiko melahirkan bayi makrosomia. Faktor risiko DMG dan makrosomia juga banyak terdapat pada subjek antara lain usia >35 tahun, obesitas dan multiparitas.Kata kunci: makrosomia, DMG, diabetes melitus
PROFIL MOLA HIDATIDOSA DI BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Damongilala, Sarah; Tendean, Hermie M.M.; Loho, Maria
e-CliniC Vol 3, No 2 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i2.8601

Abstract

Abstract: Mola Hydatidosa is one of the trophoblast gestasional disease. This disease occured in 1 out of 40 labors in Indonesia. This study aimed to obtain the profile of mola hydatidosa in Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive retrospective study using the medical records of cases in Obstetric Gynecology Department Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado 1 January 2012 – 31 December 2013. The results showed that there were 39 cases of mola hydatidosa during that period. The most frequent cases were 20-29 years old (43.6%), the third parity (30,8%), senior high school (59%), hemoglobin level <10 g/dL (53,8%), and treated with curettage procedure (66.7%). Keyword: mola hydatidosaAbstrak: Mola hidatidosa merupakan salah satu penyakit trofoblas gestasional. Data di Rumah Sakit di Indonesia menunjukkan 1 kasus mola hidatidosa per 40 persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil mola hidatidosa di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan menggunakan catatan rekam medik dengan subjek penelitian ialah semua kasus di Bagian Obstetri Ginekologi BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Desember 2012 - 31 Desember 2013. Hasil penelitian memperlihatkan 39 kasus mola hidatidosa dengan distribusi terbanyak menurut kelompok umur 20-29 tahun (43,6%), paritas 3 (30,8%), pendidikan terakhir pada tingkat SMA (59,0%), kadar hemoglobin <10 g/dL (53,8%), dan penanganan terbanyak ialah kuretase (66,7%). Kata kunci: mola hidatidosa
Profil perdarahan uterus abnormal di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2013 – 31 Desember 2014 Rifki, Muhammad; Loho, Maria; Wagey, Frank M.M
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.12108

Abstract

Abstract: Abnormal Uterine Bleeding (AUB) is the most common cause of abnormal vaginal bleeding among women in reproductive age. Approximately 30% of women come to health care center with complaints of AUB during their reproductive period. The causes of AUB include a broad spectrum of diseases. The main classification of AUB according to FIGO has 9 categories of causes that is the acronym as "PALM-COEIN". This was a descriptive retrospective study using data of medical records of patients with abnormal uterine bleeding. The results showed that of: 51 cases with AUB, most were at the age of 41-50 years (24 cases; 47.06%), with the youngest age was 14 years and the oldest age was 55 years. Most of the cases had normal body mass index, multiparity, and housewife. PALM-COEIN classification showed that most were leiomyoma (29 cases; 56.86%) and ovulatory dysfuntion (11 cases; 21.57%). Conclusion: Of the 51 patients with AUB at the Obstetrics and Gynecology Department of Prof. Dr. R. D Kandou Hospital Manado from January 2013 to December 2014, most cases were aged 41-50 years, multiparity, normal BMI, leiomyoma, treatment with D & C, and the pathological tesult was hyperplasia Keywords: abnormal uterine bleeding (AUB) Abstrak: Perdarahan Uterus Abnormal (PUA) merupakan penyebab tersering perdarahan abnormal per vaginam pada masa reproduksi wanita. Sekitar 30% wanita datang ke pusat pelayanan kesehatan dengan keluhan PUA selama masa reproduktif. Penyebab terjadinya PUA mencakup spektrum yang luas dari berbagai penyakit. Klasifikasi utama yang digunakan untuk PUA berdasarkan FIGO terdapat 9 kategori penyebab yaitu akronim dari “PALM-COEIN”. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif, dengan menggunakan data rekam medik pasien dengan PUA. Hasil penelitian memperlihatkan dari 51 kasus dengan PUA didapatkan paling sering pada usia 41-50 tahun sebanyak 24 kasus (47,06%), dengan usia termuda 14 tahun dan usia tertua 55 tahun. Kasus PUA terbanyak dengan Indeks Massa Tubuh normal, paritas multipara, dan pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga. Klasifikasi penyebab dengan PALM-COEIN sebagian besar ialah jenis leiomioma sebanyak 29 kasus (56,86%) dan jenis ovulatory dysfuntion sebanyak 11 kasus (21,57%). Simpulan: Dari 51 kasus PUA di Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP Prof. R. D. Kandou Manado kurun waktu Januari 2013 sampai Desember 2014 ditemukan terbanyak pada usia 41-50 tahun, multipara, IMT normal, jenis PUA leiomioma, pengobatan D & C, dengan hasil PA hiperplasia.Kata kunci: perdarahan uterus abnormal (PUA)