Muh Faisal
Universitas Negeri Makassar

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Hubungan Kemampuan Desain Pembelajaran Inovatif Terhadap Kemampuan Praktik Pembelajaran PPL Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Bagi Guru Madrasah Kemenag di LPTK UNM Syarifuddin Syarifuddin; Muh Faisal
Publikasi Pendidikan Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v13i1.46844

Abstract

Akar permasalahan dalam penelitian ini yaitu perlu memperoleh gambaran informasi mengenai hubungan kemampuan desain pembelajaran inovatif terhadap kemampuan praktik pembelajaran PPL mahasiswa PPG Dalam Jabatan Bagi Guru Madrasah Kemenag Di LPTK UNM. Tujuan penelitian untuk mendapatkan informasi analisis hubungan kemampuan desain pembelajaran inovatif terhadap kemampuan praktik pembelajaran PPL mahasiswa PPG Dalam Jabatan Bagi Guru Madrasah Kemenag Di LPTK UNM. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto yaitu mengkaji analisis hubungan kemampuan desain pembelajaran inovatif terhadap kemampuan praktik pembelajaran PPL mahasiswa PPG Dalam Jabatan Bagi Guru Madrasah Kemenag Di LPTK UNM. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan bagi Guru Madrasah Kemenag Tahun 2022 Angkatan 2 di LPTK Universitas Negeri Makassar. Sampel yang terpilih dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan bagi Guru Madrasah Kemenag Tahun 2022 Angkatan 2 di LPTK Universitas Negeri Makassar dengan jumlah data hasil filterisasi dan valid sebanyak 111 orang.Hasil analisis nilai hasil belajar pembelajaran mahasiswa PPG Dalam Jabatan bagi Guru Madrasah Kemenag Angkatan 2 tahun 2022 Universitas Negeri Makassar untuk langkah eksplorasi alternatif solusi berada dalam kategori sangat tinggi, langkah penentuan solusi berada dalam kategori sangat tinggi, langkah pembuatan rencana aksi 1 berada dalam kategori sangat tinggi, langkah pembuatan rencana aksi 2 berada dalam kategori sangat tinggi, langkah peerteaching berada dalam kategori sangat tinggi, langkah pembuatan rencana evaluasi berada dalam kategori sangat tinggi, dan tahapan praktik pembelajaran PPL berada dalam kategori sangat tinggi. Hubungan antara variabel eksplorasi alternatif solusi dengan variabel praktik pembelajaran PPL ditunjukkan dengan nilai analisis korelasi. Hasil analisis korelasi diperoleh nilai korelasi r sebesar -0,121 dengan nilai peluang (sig.) 0,104 > alpa 0,05 yang berarti yang berarti menerima hipotesis H0 dan menolak hipotesis H1 yaitu secara statistik tidak terdapat hubungan antara variabel eksplorasi alternatif solusi dengan variabel praktik pembelajaran PPL. Sehubungan dengan data penentuan solusi yang diperoleh semua data sama, yaitu sampel memperoleh nilai yang sama dan maksimal, maka analisis regresi dan analisis korelasi tidak dilakukan. Hasil analisis korelasi diperoleh nilai korelasi r sebesar 0,670 dengan nilai peluang (sig.) 0,000 < alpa 0,05 yang berarti menolak hipotesis H0 dan menerima hipotesis H1 yaitu secara statistik siginifikan terdapat hubungan antara variabel pembuatan rencana aksi 1 dengan variabel praktik pembelajaran PPL. Nilai korelasi sebesar 0,670 berarti hubungan antara variabel pembuatan rencana aksi 1 dengan variabel praktik pembelajaran PPL berada pada kategori sedang. Hasil analisis korelasi diperoleh nilai korelasi r sebesar 0,569 dengan nilai peluang (sig.) 0,000 < alpa 0,05 yang berarti menolak hipotesis H0 dan menerima hipotesis H1 yaitu secara statistik siginifikan terdapat hubungan antara variabel pembuatan rencana aksi 2 dengan variabel praktik pembelajaran PPL. Nilai korelasi sebesar 0,569 berarti hubungan antara variabel pembuatan rencana aksi 2 dengan variabel praktik pembelajaran PPL berada pada kategori sedang. Hasil analisis korelasi diperoleh nilai korelasi r sebesar 0,370 dengan nilai peluang (sig.) 0,000 < alpa 0,05 yang berarti menolak hipotesis H0 dan menerima hipotesis H1 yaitu secara statistik siginifikan terdapat hubungan antara variabel peerteaching dengan variabel praktik pembelajaran PPL. Nilai korelasi sebesar 0,370 berarti hubungan antara variabel peerteaching dengan variabel praktik pembelajaran PPL berada pada kategori lemah. Hasil analisis korelasi diperoleh nilai korelasi r sebesar -0,120 dengan nilai peluang (sig.) 0,105 > alpa 0,05 yang berarti menerima hipotesis H0 dan menolak hipotesis H1 yaitu secara statistik siginifikan tidak terdapat hubungan antara variabel pembuatan rencana evaluasi dengan variabel praktik pembelajaran PPL.
Efektifitas Penggunaan Sosial Media dalam Pembelajaran Daring terhadap Peningkatan Pemahaman Belajar Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Wahyu Hidayat M; Muh Faisal; Zikrillah
Journal of Vocational, Informatics and Computer Education Vol 1, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/voice.v1i2.20237

Abstract

Pada era digital saat ini, pembelajaran telah mengalami transformasi signifikan menuju pembelajaran daring, terutama akibat pandemi Covid-19. Sosial media menjadi bagian integral dari proses pembelajaran daring, memainkan peran penting dalam interaksi, kolaborasi, dan berbagi informasi antara pelajar dan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan sosial media dalam pembelajaran daring terhadap peningkatan pemahaman belajar mahasiswa di Universitas Negeri Makassar. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 67 mahasiswa dari berbagai jurusan dan semester. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup aspek penggunaan sosial media, efektivitas terhadap pemahaman belajar, kinerja akademik, interaksi, dan preferensi mahasiswa terhadap sosial media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden aktif menggunakan sosial media sebagai alat pembelajaran, dengan tingkat persetujuan yang tinggi. Mahasiswa merasa bahwa penggunaan sosial media efektif dalam meningkatkan pemahaman belajar, kinerja akademik, interaksi, dan kolaborasi. Penelitian ini dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam terhadap penggunaan sosial media dalam pembelajaran daring khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat perguruan tinggi.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II SD Inpres 5/81 Latonro. Hasmiati Hasmiati; Muh Faisal; Abdul Muhsin
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v2i1.30540

Abstract

Peningkatan hasil belajar  pada tema tersebut dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Subjek penelitian adalah siswa kelas II  UPT SD Inpres 5/81 Latonro dengan jumlah 12 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Penelitian ini terdiri dari 2 (dua) siklus dimana terdapat satu kali pertemuan kegiatan pembelajaran pada tiap siklusnya. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kriteria keberhasilan penelitian yang ditetapkan untuk hasil belajar siswa adalah 70 untuk skala penilaian 1-100 sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran tema 1 Hidup Rukun. Kemudian hasil belajar siswa yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini juga mengalami peningkatan tiap siklusnya. Setelah diterapkan model pembelajaran PBL pada siklus I rata-rata nilai hasil belajar siswa 41,67% dan pada siklus II meningkat menjadi 91,67%. Berdasarkan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PBL berpengaruh terhadap hasil belajar Tema pada siswa kelas II Semester I di UPT SD Inpres 5/81 Latonro Kecamatan Cenrana tahun pelajaran 2021/2022. Kata Kunci: Hasil Belajar; Problem Based Learning.
Penggunaan Model Problem Based Learning Dengan Media Powerpoint Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Eka Mustika; Muh Faisal; Heryanti Alamsyah
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v2i3.30099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar Tematik di kelas melalui model Problem Based Learning (PBL) dengan media Power Point. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 13/IV Kota Jambi, dengan jumlah siswa 28 orang. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Kemmis dan Taggart yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Ada dua siklus pada penelitian ini, yaitu siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase motivasi belajar. Hal ini dapat dilihat dari ketuntasan KKM siswa dari kegiatan pra tindakan dan setiap siklus, yaitu pada pra tindakan sebesar 68%, pada siklus I sebesar 70%, sedangkan pada siklus II sebesar 94%. Hal tersebut diiringi dengan peningkatan rata-rata hasil belajar siswa dari pra tindakan sebesar 62, siklus I sebesar 75, sedangkan pada siklus II sebesar 94. Begitu juga motivasi siswa dari siklus I juga mengalami kenaikan pada siklus II. Dari siklus I rata-rata indikator motivasi 75% pada siklus II menjadi 89%. Disimpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbantukan media Powerpoint dalam pembelajaran Tematik dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Kata kuncis: Motivasi; Problem Based Learning; Powerpoint.
Penerapan Model Problem Based Learning Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar IPS Kelas V Dinar Yan Prima Cita; Muh Faisal; Heryanti Alamsyah
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v2i2.29491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar agar aktivitas belajar mengajar tidak terjadi kejenuhan, dengan demikian siswa akan terlibat secara fisik, emosional, dan intelektual, yang pada gilirannya diharapkan memahami interaksi manusia dengan lingkungan pada pembelajaran IPS di kelas V SDN Teluk 3.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan kegiatan dan pengamatan, refleksi dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Teluk 3 Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Tahun Ajaran 2020/2021. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif dan lembar observasi aktivitas siswa selama kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa pemahaman dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari pra siklus, siklus I sampai siklus II yaitu: pra siklus nilai rata-ratanya 60,63 dengan ketuntasan (42%), siklus I nilai rata-rata 70,83 dengan ketuntasan (67%), dan siklus II nilai rata-rata 82,08 dengan ketuntasan (100%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan model problem based learning dapat berpengaruh positif terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas V SDN Teluk 3 Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang serta model ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran IPS. Kata Kunci: Keaktifan Belajar; Siswa SD ; Pembelajaran Berbasis Masalah
Meningkatkan Minat Baca Siswa Kelas III Menggunakan Games Book Desri Sakide; Muh Faisal; Andi Daeng
Lempu PGSD Vol. 2 No. 1 (2025): March
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/lempu.v2i1.4338

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat baca siswa melalui penggunaan buku permainan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas III UPT SDI BTN IKIP 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh teknologi dan kurangnya keinginan siswa untuk membaca menyebabkan mereka kurang tertarik untuk membaca. Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri dari dua siklus, digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menggunakan buku permainan, minat baca siswa meningkat secara signifikan. Pada siklus pertama, beberapa siswa masih memerlukan pendampingan, meskipun ada peningkatan. Pada siklus kedua, semua indikator minat baca, seperti perasaan senang, pemusatan perhatian, penggunaan waktu, motivasi, emosi, dan upaya membaca, meningkat. Buku game telah terbukti menjadi alat yang efektif untuk menumbuhkan minat baca siswa dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. Dengan menambahkan elemen kompetisi dan tantangan yang lebih beragam dan memberikan pendampingan intensif kepada siswa yang mengalami kesulitan, peneliti menyarankan penggunaan media ini secara konsisten