Christiany Juditha
Puslitbang Aplikasi Informatika dan Informasi Komunikasi Publik, Balitbang SDM, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Utilization of Information Communication Technology Towards Social Changes in Village Communities (Study in Suka Datang Village, Curup Utara, Rejang Lebong, Bengkulu) Christiany Juditha
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 24, No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN OPINI PUBLIK - Juli 2020
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.24.1.2502

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mengubah kehidupan masyarakat dan menjadi alat pembangunan vital termasuk di pedesaan. TIK juga memberikan perubahan sosial bagi masyarakat desa secara positif dan negatif dari sisi kesejahteraan sosial, ikatan sosial dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang penggunaan TIK dan perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat di desa Suka Datang, Curup Utara, Rejang Lebong, Bengkulu. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar masyarakat desa sudah menggunakan TIK (telepon selular). Sedangkan komputer/laptop masih digunakan oleh kalangan tertentu saja, seperti aparat desa, pemuda karang taruna, guru dan mahasiswa. Internet masih sangat terbatas digunakan karena keterbatasan akses/jaringan, mahalnya paket data dan minim keterampilan. Terjadi perubahan sosial di masyarakat sebatas cara berkomunikasi, mencari/menyebarkan informasi serta mempermudah pekerjaan. Sementara aktivitas e-commerce (jual beli online) yang dapat meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat belum ada. Aspek ikatan sosial individu menunjukkan bahwa kebutuhan untuk berkomunikasi mendorong masyarakat menggunakan TIK. Namun komunikasi secara langsung/tatap muka masih menjadi hal yang utama.  Masyarakat desa juga tidak terlalu khawatir dengan perubahan budaya akibat dampak negatif dari penggunaan TIK. Karena norma-norma yang terbangun di desa masih cukup kuat dipegang oleh masyarakat. Tetapi filter dan antisipasi atas kecenderungan dampak negatif penggunaan TIK  tetap harus disiapkan khususnya di sekolah-sekolah.
Analysis of Content The Case of Cyberbullying Against Celebrities on Instagram Christiany Juditha
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 25, No 2 (2021): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN OPINI PUBLIK - DESEMBER 2021
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.25.2.4300

Abstract

AbstrakTindakan perundungan maya (cyberbullying) kini semakin sering terjadi. Survei menunjukkan bahwa 49 persen pengguna internet pernah diejek/dilecehkan di media sosial. Kalangan yang juga sering dirundung adalah selebriti. Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran tentang kasus cyberbullying terhadap selebriti di Instagram. Metode penelitian ini adalah analisis isi kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kasus Ayu Ting Ting, Kartika Putri dan Iis Dahlia yang diberitakan oleh akun gosip Intagram lambeturah_official tidak lepas dari perudungan oleh warganet. Semua unsur bullying tergambar dalam komentar-komentar mereka yang berisi kata-kata amarah (flaming), secara terus menerus (harassment), mengumbar keburukan selebriti, merusak reputasi/nama baik (denigration) serta menggunakan akun palsu untuk mengirimkan pesan-pesan buruk (impersonation). Selebriti menjadi salah satu target korban perundungan terlepas mereka di posisi benar atau salah. Perundungan oleh warganet dilakukan secara spontan, kurang terkendali dan tidak memikirkan dampak psikologi dari pesan tersebut terhadap para korban. Terjadi perubahan perilaku pengguna internet dimana perundungan menjadi kebiasaan yang tidak lagi disadari sebagai sesuatu yang tidak etis. Perundungan yang dilakukan oleh warganet disebabkan faktor situsional yaitu keberadaan akun gosip lambetura_official serta kemudahan mengggunakan media sosial.Kata kunci:  cyberbullying, perundungan, selebriti, instagram, media sosial Abstract Cyberbullying is now more and more common. Data shows that 49 percent of internet users have been ridiculed or harassed on social media. People who are also often bullied are celebrities. The purpose of this study is to get an overview of cases of cyberbullying against celebrities on Instagram. This research method is qualitative content analysis. The results of the study concluded that the cases of Ayu Ting Ting, Kartika Putri and Iis Dahlia which were reported by the lambetura_official Instagram gossip account could not be separated from bullying by citizens. All elements of bullying are reflected in their comments such as uploading messages containing words of anger (flaming), continuously (harassment), spit out celebrity badness, damaging reputation/good name (denigration) and using fake accounts to send bad messages. (impersonation). Celebrities become one of the victims of bullying whether they are in the right or wrong position. Bullying by netizens is carried out spontaneously, is not controlled and does not think about the psychological impact of the message on the victims. There has been a change in the behavior of internet users where bullying has become a habit that is no longer recognized as unethical. The bullying carried out by netizens is caused by situational factors, namely the existence of the lambetura_official gossip account and the ease of using social media.Keywords: cyberbullying, bullying, celebrity, instagram, social media