sri wahyuni
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asesmen Aspek Perkembangan Nilai Agama dan Moral Menggunakan Teknik Penilaian Penugasan (Unjuk Kerja) di TK Al-Fadillah Kelompok (B) Usia 5-6 Tahun Sleman DIY Sri Wahyuni
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 2, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.968 KB) | DOI: 10.24014/kjiece.v2i2.9062

Abstract

            Penelitian ini merupakan penelitian langsung di lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan implementasi asesmen aspek perkembangan nilai agama dan moral di TK Al-Fadlillah, Sleman, DIY (2) Mendeskripsikan teknik penilaian berupa penugasan (unjuk kerja) dan instrumen penilaian yang digunakan di TK Al-Fadlillah, Sleman, DIY (3) mendeskripsikan tindak lanjut yang dilakukan guru setelah penilaian berlangsung. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik Miles dan Hubberman melalui proses reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa asesmen aspek perkembangan nilai agama dan moral melalui melalui teknik penilaian unjuk kerja dilakukan setiap hari contoh kegiatannya adalah anak berdoa, memberi salam, dan berbagi, setiap minggu contoh kegiatannya adalah mempraktekkan gerakan beribadah, membacakan doa-doa pendek, dan lain sebagainya, setiap bulan, dan setiap semester. Untuk penilaian menggunakan teknik penugasan (unjuk kerja) dalam melihat aspek perkembangan nilai agama dan moral di TK Al-Fadlillah, Sleman, DIY guru menggunakan instrumen penilaian berupa ceklis dan portofolio.
Considering the Principles of Patrilineal Inheritance between Religions: Negotiations of Islamic and Customary Law Sri Wahyuni; I Gede Suwindia; Rahmatullah; Syaiful Bahri; Siti Musawwamah
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v20i2.18542

Abstract

This study examines the dynamics of patrilineal inheritance principles in Balinese and Sasak Lombok societies through a sociological-historical approach. In particular, it explores the influence of Balinese customary law into the Sasak inheritance system and its implications for women's rights from a comparative legal perspective. Using qualitative methods through field observation and in-depth interviews, the study revealed that both systems prioritized male heirs. However, there is a fundamental difference: Balinese inheritance is closely related to the Hindu system of worship (Brahmasthana), while Sasak inheritance acts as customary law that is currently contested by Islamic inheritance principles (fiqh al-mawārīṡ). The findings suggest that although Balinese influences remain visible in the Sasak cultural structure due to historical ties to the Kingdoms of Gelgel and Karangasem, increased legal awareness among Sasak Muslim women has triggered a shift. Unlike in Bali, where inheritance is religiously binding, Sasak people increasingly negotiate the teaching by giving women a specific portion of the inheritance. This study argues that the practice of Sasak inheritance represents a dialectical space in which 'urf (custom) and sharia are in constant negotiation.