Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur SG Posture Evaluation Sugiono Sugiono; Noerdjanah Noerdjanah; Afrianti Wahyu
Jurnal Keterapian Fisik Vol 5 No 1 (2020): JURNAL KETERAPIAN FISIK
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkf.v5i1.167

Abstract

Background: The SG Posture Evaluation measuring tool is designed and made to measure changes in posture in adults and children. the level of validity and reliability of the SG Posture Evaluation measuring instrument is needed. The purpose of this study is to determine the level of validity and reliability of the SG Posture Evaluation measuring instrument. The benefits of this study as a scientific reference related to the validity and reliability of the SG Posture Evaluation can be used in the community. Methods: The research method used through quantitative research. The sampling technique is purposive sampling, the number of samples is 84, there are 2 categories and there are 10 claims /items, ranking 5 parallel to the spine and 5 items from the side of the neck (neck, shoulders, thorax, lumbar and pelvis), data discussed with Pearson and apronha cronbach. Results: Valid results, Rating from back: Item number 2 (Shoulder value 323), item number 5 (Pelvic 260) and side-side values obtained: Item number 1 (Neck 747), Item number 2 (Shoulder value 276), Item number 3 (Thoraks value 301), Item number 4 (Lumbar value 489) Item number 5 (Pelvic 334). While invalid results, Value from back: Item number 1 (Neck value 170), Item number 3 (Thorax value 128), Item number (4) (Lumbar value 0); goods. The level of reliability with an alpha cronback value of 612 values greater than 0.6. Conclusion: There is validity and reliability of the SG Posture Evaluation measuring instrument.
Pengaruh Deep Neck Muscle Exercise terhadap penurunan Nyeri pada Penderita Neck Pain Afrianti Wahyu; Rahajeng Mellytria Noor Subagyo; Arif Fadli
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Juni 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.26086

Abstract

Penjahit sering memposisikan tubuhnya yang tidak ergonomis dalam waktu yang lama sehingga dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Gerakan menunduk terlalu lama pada penjahit bisa memicu sakit leher. Hal ini dapat menyebabkan nyeri leher yang berkepanjangan, intervensi seperti Deep Neck Muscle Exercise dengan memberikan kontraksi isometrik pada deep neck muscle dapat mengurangi nyeri. Tujuan untuk mengetahui pengaruh latihan otot leher dalam terhadap penurunan nyeri pada penderita nyeri leher. Penelitian ini menggunakan randomized controlled trial. Subyek yang digunakan sebanyak 31 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Subyek dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok I mendapatkan intervensi deep neck muscle exercise dan kelompok II sebagai kelompok kontrol mendapatkan intervensi edukasi posisi ergonomis. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur nyeri menggunakan QVAS. Pengukuran nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi diberikan. Berdasarkan hasil statistik pre-test dan post-test dengan menggunakan paired t-test pada kelompok I menghasilkan p = 0,000 (p<0,05) yang berarti ada pengaruh pemberian deep neck muscle exercise, sedangkan pre-test dan post-test berpasangan dengan menggunakan paired t-test pada kelompok kedua menghasilkan p=0,101 (p>0,05) yang menunjukkan tidak adanya pengaruh intervensi pada kelompok kontrol. Uji beda mean post-test menghasilkan selisih sebesar 32,2 dengan independent t-test menghasilkan p=0,00 dimana (p<0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh intervensi deep neck muscle exercise dengan kelompok kontrol sehingga menunjukkan deep neck muscle exercise lebih baik untuk mengurangi intensitas nyeri. Kesimpulan: Setelah 6 minggu pemberian deep neck muscle exercise berpengaruh terhadap penurunan nyeri pada pasien nyeri leher
Pengaruh Effleurage Massage Abdomen Terhadap Penurunan Nyeri Haid Primer Pada Remaja Putri: Pengaruh Effleurage Massage Abdomen Terhadap Penurunan Nyeri Haid Primer Pada Remaja Putri Nabila Wahyu; Nitaya Putri; Afrianti Wahyu
Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa Vol. 1 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59686/jtwb.v1i2.63

Abstract

Latar belakang : Nyeri haid adalah nyeri yang bersifat kram dan terpusat pada perut bagian bawah yang terjadi selama menstruasi sehingga bisa mengganggu aktivitas fisik. Faktor etiologi nyeri haid adalah faktor endometrium, kelainan organik, faktor kejiwaan, faktor dari konstitusi, dan faktor dari konstitusi. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh effleurage massage abdomen terhadap penurunan nyeri haid primer pada remaja putri. Metode : one group with control pre-test and post-test. Hasil : Hasil uji beda QVAS sebelum dan sesudah perlakuan p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan : ada pengaruh effleurage massage abdomen terhadap penurunan nyeri haid. Kata kunci : nyeri haid, effleurage massage abdomen, nyeri
EFEKTIVITAS DURASI STATIC STRETCHING TERHADAP FLEKSIBILITAS HAMSTRING PADA PEKERJA PABRIK Hafidz Nur Sarich; Afrianti Wahyu; Suhardi
Jurnal Nasional Fisioterapi Vol. 3 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64974/jnf.v3i1.64

Abstract

Latar belakang: pekerja pabrik atau buruh identik dengan seseorang yang bekerja di suatu pabrik. Seiring dengan kesibukannya seseorang utamanya pekerja sering tidak memperhatikan posisi yang baik (ergonomis) saat beraktivitas sehari-hari. PT. Iskandartex Solo memiliki pekerja sekitar 100 orang dibagian tenun dengan posisi duduk yang static selama 6 hingga 8 jam perhari. Penurunan fleksibilitas otot karena postur yang buruk, gerak yang static dalam durasi yang lama dapat terjadi di otot tubuh mana saja, salah satunya yaitu pada otot hamstring karena dalam posisi duduk dengan durasi yang lama. Static stretching exercise adalah latihan peregangan yang bertujuan untuk memperbaiki fleksibilitas dan mengurangi ketegangan otot. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh durasi latihan static stretching terhadap fleksibilitas hamstring pada pekerja pabrik. Metode: penelitian ini menggunakan subjek pekerja di PT. Iskandartex dibagian tenun yang memenuhi kriteria penelitian dengan jumlah 32 subjek dengan menggunakan alat ukur active knee extension test (AKET), jenis penelitian ini menggunakan two group pre-test and post-test design with randomized yang mana kelompok 1 diberi intervensi latihan static stretching 30 detik dan kelompok 2 diberi intervensi latihan static stretching 15 detik. Hasil: (1) hasil paired sample t-test didapatkan nilai p=0.000 yang berarti ada pengaruh latihan static stretching 30 detik terhadap fleksibilitas hamstring, (2) hasil paired sample t-test didapatkan nilai p=0.000 yang berarti ada pengaruh latihan static stretching 15 detik terhadap fleksibilitas hamstring, (3) hasil independent t-test diperoleh tidak ada perbedaan antara latihan static stretching 30 detik dan latihan static stretching 15 detik dalam meningkatkan fleksibilitas hamstring dengan nilai p=0.559 pada genu dextra dan nilai p=0.464 pada genu sinistra, dan (4) hasil selisih mean diperoleh latihan static stretching 15 detik lebih efektif dibandingkan latihan static stretching 30 detik, pada kelompok 1 dengan nilai selisih mean 6.00 pada genu dextra dan 5.44 pada genu sinistra, pada kelompok 2 dengan selisih mean 8.68 pada genu dextra dan 7.50 pada genu sinistra. Kesimpulan: latihan static stretching 15 detik lebih efektif meningkatkan fleksibilitas hamstring pada pekerja pabrik.