Siti Purwati
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisa Faktor Risiko Penyebab Kejadian Penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) Di Ruang Hemodialisa RS Dr. Moewardi Siti Purwati
(JKG) Jurnal Keperawatan Global Vol 3 No 1 (2018): JURNAL KEPERAWATAN GLOBAL
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkg.v3i1.44

Abstract

Background: Chronic renal failure is a disease that affects many people of Indonesia. CRF is caused by several risk factors such as age, sex, smoking history, history of hypertension, history of diabetes, history of consumption analgesic / NSAID, history of energy drink supplement consumption. Based on medical record data RS Dr. Moewardi Surakarta number of patients with chronic renal failure in 2015 was 1023 patients. The purpose of this research was to analyze the risk factors associated with disease occurrence of CRF in RS Dr. Moewardi. Method: Research design used in this study design was descriptive analytic with cross-sectional design. The total sample of 60 respondents from patients with CRF in Space Hemodialysis in RS Dr. Moewardi in March and April 2016 used univariate frequency distribution, bivariate chi-square, multivariate logistic regression. Result: this research showed the highest frequency distribution is equal to the age of more than 60 years of 91,7%, male gender 53,3%, 53,3% smoking history, history of hypertension of 75,0%, a history of DM 55 %, a history of consumption of analgesics/NSAIDs 53,3%, a history of consumption of 90,0% supplement drink. Bivariate analysis showed significant association between the occurrence of CRF stage 5 with age (p-value 0.039), gender (p-value 0.036), history of smoking (p-value 0.036), hypertension (p-value 0.021), DM (p-value 0.016), consumption of analgesics/ NSAID (p-value 0.001), supplement beverage consumption (p-value 0.008 ). Results of multivariate analysis found the most dominant factor in the incidence of CRF stage 5 is a history of consumption of supplement drink with OR = 35.791. risk factors most dominant factor is a history of consumption of beverage supplements.
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN KABUPATEN SEMARANG Siti Purwati; Wiji Nogroho
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 1 No. 2 (2019): Desember: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v2i2.87

Abstract

Pembangunan ekonomi daerah yang salah satunya bertujuan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inklusif menghadapi permasalahan yang semakin kompleks dan penuh tantangan. Supaya pembangunan daerah lebih terfokus, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mendeteksi sektor unggulan. Pendekatan shift share (SS), location quotient (LQ), dan tipologi klassen digunakan untuk mendeteksi sektor unggulan di Kabupaten Semarang. Hasil yang diperoleh yaitu sektor unggulan adalah sektor industri pengolahan, sektor jasa keuangan dan asuransi. Sektor tertinggal yaitu pertanian, kehutanan, perikanan; pertambangan dan penggalian; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; transportasi dan pergudangan; penyediaan akomodasi dan makan minum; jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Sektor potensial yaitu pengadaan listrik dan gas; pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang; konstruksi; real estat; jasa perusahaan; administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib. Sektor berkembang yaitu informasi dan komunikasi; jasa pendidikan; jasa lainnya. Simpulannya adalah sektor industri pengolahan serta jasa keuangan dan asuransi merupakan sektor unggulan di Kabupaten Semarang. Selain itu sektor jasa lainnya (termasuk pariwisata di dalamnya); jasa pendidikan serta informasi dan komunikasi juga merupakan sektor berkembang yang mempunyai potensi besar untuk menjadi sektor unggulan. Sesuai prioritas pembangunan daerah yang mengandalkan sektor pariwisata, maka perlu dipertimbangkan kembali sektor pendukung lainnya.
ANALISIS KORELASI ANTARA RATA-RATA LAMA TAMU MENGINAP, JUMLAH PENGUNJUNG OBYEK WISATA DAN PENDAPATAN DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN SEMARANG Annie Yuliati; Siti Purwati
Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang Vol. 4 No. 1 (2022): Juli: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sinov.v5i1.221

Abstract

Pariwisata sebagai salah satu pilar perekonomian Kabupaten Semarang, telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan pembangunan. Hal ini tidak terlepas dari peranan jasa akomodasi dan obyek wisata yang menjadi penyokong sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara variabel rata-rata lama tamu menginap pada jasa akomodasi (RLM), banyaknya pengunjung obyek wisata dan Pendapatan Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Semarang terutama pada sektor Akomodasi, makan dan minum. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari BPS Kabupaten Semarang yang berupa variabel RLM dan PDRB, sedangkan jumlah pengunjung obyek wisata merupakan data sektoral dari Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. Dari hasil penelitian menggunakan korelasi Spearman (Rho) menunjukkan adanya korelasi yang sangat kuat antara variabel RLM dan PDRB sektor akomodasi, makan dan minum.