Abdul Herman Syah Thalib
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFEKTIFITAS DISPOSABLE BED BATH DIBANDINGKAN DENGAN MEMANDIKAN SECARA TRADISIONAL TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI RUANG NEUROLOGI LONTARA III BAWAH BELAKANG RSUP Dr.WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Abdul Herman Syah Thalib
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.52

Abstract

Personal hygiene merupakan perawatan diri yang dilakukan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan diri baik secara fisik maupun mental. Kebersihan diri merupakan langkah awal dalam mewujudkan kesehatan diri karena tubuh yang bersih meminimalkan risiko seseorang terjangkit suatu penyakit. Bagi pasien yang mengalami ketergantungan ataupun kelemahan tentu bermasalah dengan personal hygienenya, oleh sebab itu peran perawat dan keluarga dalam hal ini sangat dibutuhkan untuk membantu pasien memenuhi kebutuhannya akan kebersihan dirisehingga dapat mencegah timbulnya penyakit dan infeksi nosokomial. Membandingkan kepuasan antara pasien yang dimandikan dengan tradisional bathing dan disposible bed bathing di lontara III bawah belakang RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Quasi Eksperimentaldengan desain penelitian post test with control group.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 30 orang. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Independen T Test pada kelompok kontrol dan intervensi, nilai p = 0.230. Karena nilai p > 0,05 secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna rerata skor kepuasan pasien dimandikan secara tradisional dan disposible bed bathing, meskipun rerata skor kepuasan pasien dimandikan dengan disposible bed bathing lebih tinggi yaitu 10,40 (sangat puas) dibandingkan dengan tradisional bathing yaitu 9,70 (puas). Pada hasil Uji statistic menggunakan Wilcoxon pada kelompok kombinasinilai (p=0.016). Memandikan dengan disposable bed bath lebih efektif terhadap kepuasan pasien dibandingkan dengan memandikan secara tradisional.
IMPLEMENTASI PEMASANGAN BIDAI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN FRAKTUR DI RS. TK II PELAMONIA MAKASSAR Titin Pobi; Abdul Herman Syah Thalib
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i1.408

Abstract

Latar belakang: Fraktur merupakan suatu cedera yang dapat menyebabkan kecacatan, karena adanya trauma pada saat kecelakaan. Fraktur atau patah tulang yang sering ditemukan di Indonesia yaitu bagian ekstremitas bawah yang disebabkan oleh kecelakaan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan implementasi pemasangan bidai terhadap intensitas nyeri pada pasien fraktur ekstremitas bawah di Instalasi Gawat Darurat RS. Tk II Pelamonia Makassar. Metode: metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif studi kasus yang dilakukan pada dua pasien fraktur ekstremitas bawah yang sudah sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pasien diberikan tindakan pemasangan bidai untuk menurunkan nyeri dengan menggunakan teknik Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemasangan bidai. Hasil: sebelum dilakukan pemasangan bidai kedua pasien mengalami nyeri berat dengan skala nyeri (8-9) sedangkan sesudah dilakukan pemasangan bidai nyeri berkurang dengan skala nyeri 5 (nyeri ringan). Sehingga tindakan pemasangan bidai dapat berpengaruh pada intensitas nyeri pasien. Penelitian ini memberikan informasi umum yang berkaitan dengan peningkatan rasa nyaman pasien fraktur dengan diberi tindakan pembidaian sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) Keperawatan. Kesimpulan: penerapan implementasi pemasangan bidai dapat menurunkan intensitas nyeri pada pasien fraktur ekstremitas bawah.
IMPLEMENTASI TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM DAN BATUK EFEKTIF DENGAN MASALAH KEPERAWATAN BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU Abdul Herman Syah Thalib; Yantimala; Annisa Nurul Ramadani
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.414

Abstract

Pendahuluan: Tingginya prevalensi Tuberculosis paru mengakibatkan buruknya kesehatan pada jutaan orang di seluruh dunia. Untuk menurunkan angka kejadian dan kematian TB paru, maka diperlukan penatalaksanaan yang tepat. Salah satu teknik non farmakologis yang dapat memperbaiki penyumbatan jalan napas yaitu dengan menerapkan teknik relaksasi dan batuk efektif. Tujuan: Mengetahui gambaran implementasi tehnik relaksasi nafas dalam dan batuk efektif dengan masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien tuberculosis paru. Metode: studi kasus dengan subyek yang memenuhi kriteria inklusi maupun ekslusi. Hasil: Menunjukkan bahwa responden pada Tn”D”setelah implementasi tehnik relaksasi nafas dalam dan batuk efektif, dapat mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada pasien dengan tuberculosis paru”. Kesimpulan: tehnik relaksasi nafas dalam dan batuk efektif dapat mengatasi masalah keperawatan bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien dengan tuberkulosis paru.
IMPLEMENTASI TERAPI OKSIGENASI MENGGUNAKAN NON REBREATHING MASK ( NRM) TERHADAP KADAR SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN DENGAN CEDERA KEPALA DI RS.TK.II PELAMONIA MAKASSAR Abdul Herman Syah Thalib; Nurbaiti; Sitti Hafifa
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.415

Abstract

Latar Belakang: Cedera kepala menyebabkan kerusakan otak yang menjadi penyebab terjadinya kecacatan dan menghasilkan masalah fisik, intelektual sosial, psikososial dan ekonomi yang sangat besar. WHO pada tahun 2016 melaporkan bahwa ada 96 juta orang pertahun di dunia mengalami kasus cedera kepala akibat dari kecelakaan lalu lintas yang banyak terjadi di Negara berkembang. Kejadian cedera kepala di dunia di perkirakan sudah mencapai 500.000 kasus. Prevalensi cedera kepala kecelakaan lalu lintas di Asia Tenggara sebanyak 7500 kasus pada tahun 2017. Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2018 prevalensi kasus cedera kepala di Indonesia sebanyak 11.064 kasus dengan prevalensi tertinggi di temukan di Sulawesi selatan (12,8%). Dampak pada cedera kepala menyebabkan ketidakstabilan oksigen di jaringan tubuh dan otak. Olehnya itu diperlukan terapi oksigen untuk memperbaiki hipoksia pada jaringan. Salah satu terapi oksigen yang adekuat dengan menggunakan Non-Rebreathing Mask (NRM) sebagai alat pemenuhan kebutuhan oksigen didalam tubuh pasien cedera kepala sedang. Tujuan: Mengetahui gambaran terapi oksigen terhadap perubahan kadar saturasi oksigen pada pasien dengan cedera kepala. Metode: Studi kasus ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Hasil: hasil analisa data ditemukan bahwa sebelum dilakukan pemberian terapi oksigen menggunakan NRM jumlah saturasinya yaitu 82% dan setelah pemberian terapi oksigen menggunakan NRM hasil saturasi oksigen meningkat menjadi 93%. Kesimpulan: penerapan implementasi terapi oksigenasi menggunakan non rebreathing mask terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien cedera kepala sedang dapat meningkatkan kadar saturasi oksigen.