Lucia Ratna Kartika
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Factors Related to the Midwives Work Performance on the Implementation of Obstetric Care Standard in Antenatal Care (Study in Primary Healthcare Centers with in Patient Unit in Gresik District) Siti Hamidah; Laksmono Widagdo; Lucia Ratna Kartika
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.988 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.1.2014.%p

Abstract

AbstrakAKI di Kabupaten Gresik tahun 2011 sedikit menurun dibanding tahun 2010, dari 20 kematian ibu (105,91/100.000 KH) menjadi 19 kematian ibu (98,82/100.000 KH). AKB tahun 2010, 47 bayi (2,48/1000 KH)) menjadi 140 bayi (7,49/1000KH) tahun 2011. Hasil AMP; selain penyebab langsung, kematian juga karena penyebab tidak langsung yaitu keterlambatan deteksi dini komplikasi kehamilan. SAK ANC merupakan tugas yang harus dilaksanakan semua Bidan. Hasil monitoring IBI Kabupaten Gresik, 50% Bidan belum memberikan asuhan  ANC sesuai standar. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor faktor yang berpengaruh terhadap Kinerja Bidan dalam Pelaksanaan SAK ANC di Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Gresik.Metode penelitian; jenis penelitian kuantitatif dengan desain crossectional. Pengambilan data secara angket terstrukur dan observasi dokumentasi hasil kinerja ANC. Populasi semua Bidan Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Gresik berjumlah 119 Bidan. Jumlah sampel 87 Bidan dipilih secara simple random sampling. Analisis bivariat dengan uji Chi square, multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian; Kinerja Bidan dalam Pelaksanaan SAKANC kurang (44,8%). Sistem Manajemen SAK kurang (55,2%). Kepemimpinan SAK kurang (55,2%). Kreativitas SAK kurang (57,5%). Pengetahuan SAK kurang (56,3%). Tidak ada hubungan antara Kepemimpinan, kreativitas dan pengetahuan dengan Kinerja Bidan dalam SAK ANC. Ada hubungan antara Sistem Manajemen SAK ANC dengan Kinerja Bidan dalam Pelaksanaan SAK ANC (p-Value 0,031<0,05). Ada pengaruh antara Sistem Manajemen SAKANC terhadap Kinerja Bidan dalam pelaksanaan SAK ANC, (p-Value 0,045<0,05).Disarankan pada Dinas Kesehatan, meninjau kembali PerMenKes N0 938/SK/MenKes/VIII/2007, menghimbau pelaksanaan SAK ANC pada Kepala Puskesmas, memfasilitasi pelatihan manajemen organisasi dan SAK ANC untuk Bidan, melakukan supervisi SAK ANC secara berkala. Kepala Puskesmas membuat SK pelaksanaan SAK ANC, membuat program pelatihan manajemen organisasi dan pelatihan SAK ANC, lebih intensif memonitoring kinerja Bidan. IBI melakukan monitoring, evaluasi, menindaklanjuti secara berkesinambungan. AbstractMaternal mortality rate (AKI) in Gresik district in 2011 slightly decreased compared to 2010, from 20 maternal deaths (105.91/100.000 live births) to 19 maternal deaths (98.82/100.000 live birth). The number of death infants in 2010 was 47 infants (2.48%), and it became 140 infants (7.49/1000 live birth) in 2011. Result of MP showed that besides direct cause of death, it was also resulted from indirect cause such as delay in conducting early detection of pregnancy complication. Obstetric standard of care (SAK) for ante natal care (ANC) was a task that should be implemented by all midwives. A monitoring done by IBI of Gresik district showed that 50% of midwives had not conducted ANC according to the standard. Objective of the study was to identify factors affecting work performance of midwives in the implementation of SAK ANC in the inpatient primary healthcare centers of Gresik district.This was a quantitative study with cross sectional approach. Data were collected using structured questionnaire and by conducting documentation observation toward results of ANC performance. Study population was all 119 midwives in the inpatient primary healthcare centers in Gresik district. Study samples were 87 midwives who were selected using simple random sampling method. Chi square test was applied in the bivariate analysis, and multiple logistic regressions were applied in the multivariate analysis.Results of the study showed that work performance of midwives in the implementation of SAK ANC was inadequate (44.8%), SAK management system was inadequate (55.2%), and knowledge on SAK was insufficient (56.3%). No association was found between work performance of midwives in the implementation of SAK ANC and leadership, creativity, knowledge. Significant association was found between SAK ANC management system and work performance of midwives in the implementation of SAK ANC (p: 0.031). There was an influence of SAK management system toward work performance of midwives in the implementation of SAK ANC (p: 0.045).District health office is suggested to review PerMenKes no. 938/SK/MenKes/VIII/2007, to advice heads of primary healthcare centers to implement the SAK ANC, to facilitate organization management training and SAK ANC training, to do more intensive monitoring of the work performance of midwives. Suggestions for IBI were to monitor, to evaluate, and to follow up the implementation of SAK ANC continuously.
Analysis on the Implementation of Community Empowerment by Midwives to Support Delivery Planning and Complication Prevention Program (P4K) at Primary Healthcare Centers in Kediri Dessy Lutfiasari; Cahya Tri Purnami; Lucia Ratna Kartika
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 1 (2014): April 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.51 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.1.2014.%p

Abstract

AbstrakImplementasi P4K bisa berjalan apabila bidan pelaksana dapat memberdayakan masyarakat untuk melaksanakan P4K. Namun Implementasi P4K di Kota Kediri khususnya dalam pemberdayaan masyarakat masih dibawah target yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Kediri. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan implementasi kegiatan pemberdayaan masyarakat oleh bidan untuk mendukung P4K di Puskesmas Kota Kediri tahun 2011.Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai Juli 2011, dilakukan di seluruh Puskesmas Kota Kediri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan adalah data primer dengan menggunakan teknik indepth interview serta menggunakan data sekunder. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan content analysis (analisis isi).Hasil penelitian menujukkan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat yang tidak berjalan adalah tabulin dikarenakan banyaknya jaminan kesehatan untuk masyarakat, ukuran dasar dan tujuan kebijakan yang tidak jelas. Meskipun sumber daya manusia sudah sesuai namun tidak ada dana dan fasilitas khusus walaupun sudah ada bantuan dari gerdu sehati. Selaian itu manajeman kontrol yang tidak dijalankan oleh puskesmas dan pembinaan oleh bidan tanpa memiliki forum khusus menjadikan proses komunikasi antara kader dan masyarakat menjadi kabur. Walaupun sikap bidan positif dalam menjalankan tanggung jawabnya jika tidak ditunjang dengan dukungan dari masyarakat maka tidak akan berjalan.Saran yang dapat diberikan kepada Dinas Kesehatan adalah perlu dibuatnya ukuran dasar dan tujuan kebijakan yang jelas tentang pelaksanaan P4K serta pelatihan bidan dan kader secara berkala tentang pemberdayaan masyarakat. Fungsi kontrol yang baik harus dijalankan oleh Puskesmas serta peningkatan komunikasi yang dilakukan oleh bidan untuk menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat. AbstractImplementation of delivery planning and complication prevention program (P4K) could run if midwives could empower people to do P4K. However, implementation of P4K in Kediri city particularly in community empowerment was still below the target set by Kediri city health office. The objective of this study was to explain implementation of community empowerment by midwives to support P4K at primary healthcare centers in Kediri city, in 2011. This study was conducted in May – July 2011 in all primary healthcare centers in Kediri city. This was a qualitative study with cross sectional approach. Primary data were collected through in- depth interview technique, and secondary data were also used. Content analysis method was applied in the data analysis. Results of the study showed that tubulin was the community empowerment activity that was not implemented due to many options for health insurance in the community; basic indicator, purpose of the policy were not clear. Although human resources was appropriate, and there was a support from gerdu sehati; however, there was no funding and special facilities. Additionally, control management was not performed by primary healthcare center; supervision by midwife did not provide special forum for communication between cadres and people in the community. Although attitude of midwives was positive in doing their responsibilities but there was no support from the community, as a result the program would not run. Suggestions for district health office are to make clearly basic indicator and policy objective regarding P4K implementation; to conduct routine training for midwives and cadres regarding community empowerment. Primary healthcare center has to implement good control function; to improve communication done by midwives to implement community empowerment activities.