Lucianus Sudaryono
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENJABARAN KONSEP-KONSEP DALAM KAJIAN GEOGRAFI Lucianus Sudaryono,
Pendidikan Geografi Vol 6, No 12 (2007)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Tujuan pengajaran geografi adalah mengembangkan kemampuan berpikir geografis, untuk dapat melihat dan memahami interaksi dan interrelasi keruangan dari gejala-gejala fisikal maupun sosial, serta memiliki pengetahuan dan ketrampilan teknologi di bidang geografi, untuk diterapkan dalam kegiatan produksi dan pelayanan kepada masyarakat. Tujuan tersebut tentu tidak akan pernah tercapai tanpa adanya pemahaman terhadap geografi secara benar.Pemahaman terhadap geografi itu sering terganggu karena kurangnya penjabaran terhadap konsep-konsep dalam kajian geografi. Melalui penjabaran secara kontekstual dan operasional terhadap setiap konsep yang dikemukakan, maka pemahaman tentang geografi dapat dicapai seperti yang diharapkan. Tulisan ini bermaksud mengemukakan pentingnya penjabaran setiap konsep dalam kajian geografi, mencakup konsep-konsep yang perlu dijabarkan dan cara-cara penjabarannya
TINJAUAN GEOGRAFIS PERBEDAAN HASIL USAHA TAMBAK BANDENG TRADISIONAL ANTARA DAERAH PANTAI UTARA GRESIK DAN DAERAH PANTAI TIMUR SIDOARJO Lucianus Sudaryono,
Pendidikan Geografi Vol 10, No 19 (2011)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Secara geografis, daerah pantai utara Gresik dan daerah pantai timur Sidoarjo memiliki perbedaan lingkungan berkenaan dengan kesuburan alami tanahnya. Sebagian besar petani tambak di kedua daerah masih mengelola tambaknya secara tradisional. Dengan demikian, faktor alami banyak berperan dalam menentukan keberhasilannya. Penelitian ini bermaksud membandingkan hasil usaha tambak bandeng tradisional antara daerah pantai utara Gresik dan daerah pantai timur Sidoarjo, untuk melihat peran factor alam dalam memfasilitasi pengelolaan tambak secara tradisional oleh masyarakat, berdasarkan perbedaan produktivitas usahanya. Dari 63 responden yang dapat dijumpai di pantai utara Gresik dan 36 responden di pantai timur Sidoarjo, diperoleh data tentang faktor-faktor produksi yang digerakkan dan hasil produksi yang didapatkan dari usaha tambak bandeng tradisional di kedua daerah. Faktor-faktor produksi yang dimaksud meliputi: 1) luas tambak, 2) jumlah benih yang ditebar, 3) biaya-biaya untuk membeli benih, mengupah pekerja, membayar pajak, menyediakan pupuk, pakan dan obat-obatan, dan 4) besarnya hasil usaha, dari segi berat ikan yang dipanen dan besarnya rupiah dari penjualan hasil panen. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara statistis berdasarkan program SPSS yang berbasis computer. Dari analisis penelitian, ditemukan perbedaan yang cukup jelas pada hasil usaha tambak, antara pantai Gresik dan pantai Sidoarjo. Dari luas lahan usaha dan banyaknya ikan yang dipanen, ditunjukkan bahwa produktivitas lahan usaha tambak di pantai Gresik rata-rata 1097kg/ha, dan di pantai Sidoarjo 1048 kg/ha. Adapun dari modal usaha yang digerakkan dan keuntungan bersih yang didapatkan, ditunjukkan bahwa produktivitas modal usaha tambak di pantai Gresik rata-rata 277% per kali tanam, dan di pantai Sidoarjo 318% per kali tanam, dengan masa pemeliharaan selama 9 bulan. Perbedaan kedua nilai signifikan pada derajat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil analisis tersebut, ditunjukkan bahwa secara finansial usaha tambak tradisional di pantai timur Sidoarjo lebih menguntungkan dibandingkan dengan usaha tambak di pantai utara Gresik. Dalam hal ini, peran faktor alam dalam mempengaruhi pengelolaan tambak nampaknya lebih kuat di daerah pantai timur Sidoarjo daripada di daerah pantai utara Gresik.