Abstrak
Secara
geografis, daerah pantai utara Gresik dan daerah pantai timur Sidoarjo memiliki
perbedaan lingkungan berkenaan dengan kesuburan alami tanahnya. Sebagian besar
petani tambak di kedua daerah masih mengelola tambaknya secara tradisional.
Dengan demikian, faktor alami banyak berperan dalam menentukan keberhasilannya.
Penelitian ini bermaksud membandingkan hasil usaha tambak bandeng tradisional antara
daerah pantai utara Gresik dan daerah pantai timur Sidoarjo, untuk melihat
peran factor alam dalam memfasilitasi pengelolaan tambak secara tradisional
oleh masyarakat, berdasarkan perbedaan produktivitas usahanya. Dari 63
responden yang dapat dijumpai di pantai utara Gresik dan 36 responden di pantai
timur Sidoarjo, diperoleh data tentang faktor-faktor produksi yang digerakkan
dan hasil produksi yang didapatkan dari usaha tambak bandeng tradisional di
kedua daerah. Faktor-faktor produksi yang dimaksud meliputi: 1) luas tambak, 2)
jumlah benih yang ditebar, 3) biaya-biaya untuk membeli benih, mengupah
pekerja, membayar pajak, menyediakan pupuk, pakan dan obat-obatan, dan 4)
besarnya hasil usaha, dari segi berat ikan yang dipanen dan besarnya rupiah
dari penjualan hasil panen. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara statistis
berdasarkan program SPSS yang berbasis computer. Dari analisis penelitian,
ditemukan perbedaan yang cukup jelas pada hasil usaha tambak, antara pantai
Gresik dan pantai Sidoarjo. Dari luas lahan usaha dan banyaknya ikan yang
dipanen, ditunjukkan bahwa produktivitas lahan usaha tambak di pantai
Gresik rata-rata 1097kg/ha, dan di pantai Sidoarjo 1048 kg/ha. Adapun dari modal usaha yang digerakkan dan keuntungan
bersih yang didapatkan, ditunjukkan bahwa produktivitas modal usaha
tambak di pantai Gresik rata-rata 277%
per kali tanam, dan di pantai Sidoarjo 318%
per kali tanam, dengan masa pemeliharaan selama 9 bulan. Perbedaan kedua
nilai signifikan pada derajat kepercayaan 95%.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, ditunjukkan bahwa secara finansial usaha
tambak tradisional di pantai timur Sidoarjo lebih menguntungkan dibandingkan
dengan usaha tambak di pantai utara Gresik. Dalam hal ini, peran faktor alam
dalam mempengaruhi pengelolaan tambak nampaknya lebih kuat di daerah pantai
timur Sidoarjo daripada di daerah pantai utara Gresik.