Pendidikan Geografi
Vol 10, No 19 (2011)

TINJAUAN GEOGRAFIS PERBEDAAN HASIL USAHA TAMBAK BANDENG TRADISIONAL ANTARA DAERAH PANTAI UTARA GRESIK DAN DAERAH PANTAI TIMUR SIDOARJO

Lucianus Sudaryono, (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Jun 2011

Abstract

Abstrak   Secara geografis, daerah pantai utara Gresik dan daerah pantai timur Sidoarjo memiliki perbedaan lingkungan berkenaan dengan kesuburan alami tanahnya. Sebagian besar petani tambak di kedua daerah masih mengelola tambaknya secara tradisional. Dengan demikian, faktor alami banyak berperan dalam menentukan keberhasilannya. Penelitian ini bermaksud membandingkan hasil usaha tambak bandeng tradisional antara daerah pantai utara Gresik dan daerah pantai timur Sidoarjo, untuk melihat peran factor alam dalam memfasilitasi pengelolaan tambak secara tradisional oleh masyarakat, berdasarkan perbedaan produktivitas usahanya. Dari 63 responden yang dapat dijumpai di pantai utara Gresik dan 36 responden di pantai timur Sidoarjo, diperoleh data tentang faktor-faktor produksi yang digerakkan dan hasil produksi yang didapatkan dari usaha tambak bandeng tradisional di kedua daerah. Faktor-faktor produksi yang dimaksud meliputi: 1) luas tambak, 2) jumlah benih yang ditebar, 3) biaya-biaya untuk membeli benih, mengupah pekerja, membayar pajak, menyediakan pupuk, pakan dan obat-obatan, dan 4) besarnya hasil usaha, dari segi berat ikan yang dipanen dan besarnya rupiah dari penjualan hasil panen. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara statistis berdasarkan program SPSS yang berbasis computer. Dari analisis penelitian, ditemukan perbedaan yang cukup jelas pada hasil usaha tambak, antara pantai Gresik dan pantai Sidoarjo. Dari luas lahan usaha dan banyaknya ikan yang dipanen, ditunjukkan bahwa produktivitas lahan usaha tambak di pantai Gresik rata-rata 1097kg/ha, dan di pantai Sidoarjo 1048 kg/ha. Adapun dari modal usaha yang digerakkan dan keuntungan bersih yang didapatkan, ditunjukkan bahwa produktivitas modal usaha tambak di pantai Gresik rata-rata 277% per kali tanam, dan di pantai Sidoarjo 318% per kali tanam, dengan masa pemeliharaan selama 9 bulan. Perbedaan kedua nilai signifikan pada derajat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil analisis tersebut, ditunjukkan bahwa secara finansial usaha tambak tradisional di pantai timur Sidoarjo lebih menguntungkan dibandingkan dengan usaha tambak di pantai utara Gresik. Dalam hal ini, peran faktor alam dalam mempengaruhi pengelolaan tambak nampaknya lebih kuat di daerah pantai timur Sidoarjo daripada di daerah pantai utara Gresik.

Copyrights © 2011