Joy Ferdinand Ludji
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Efisiensi Sistem Osilator Kolom Air sebagai Pembangkit Daya Tenaga Gelombang Laut Joy Ferdinand Ludji; Verdy Ariyanto Koehuan; Nurhayati Nurhayati
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 1 No 2 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.369 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v1i2.444

Abstract

ABSTRAK Energi ombak sebagai salah satu sumber daya bahari merupakan sumber energi alternatif yang berkelanjutan, terbarukan dan tidak berdampak pencemaran terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis efisiensi sistem osilator kolom air sebagai pembangkit daya tenaga gelombang laut dengan menggunakan turbin angin Maglev sebagai pembangkit daya. Osilator dibuat dalam skala laboratorium menggunakan aquarium dengan ukuran panjang 0,75 m, lebar 0,5 m, tinggi 0,7 m dan tinggi air 0.5 m, dimensi ruang untuk kolom air panjang 0,6 m dan lebar 0,5 m, saluran udara berbentuk kubus dengan ukuran lebar 0,08 m. Turbin angin poros vertikal Maglev yang digunakan dengan ukuran tinggi 7,5 cm, diameter 7,5 cm, dan jumlah baling-baling 8 buah. Variasi tinggi gelombang yang digunakan adalah 10, 15, dan 20 cm untuk waktu operasi dimulai dari 0–20 detik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi gelombang yang terjadi maka daya angin dan daya mekanik yang dihasilkan oleh turbin angin semakin besar sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk satu periode semakin singkat. Pada tinggi gelombang 10 cm daya angin maksimum yang dihasilkan adalah 13,539 W, daya mekanik maksimum adalah 2,031 W, dan efisiensi maksimum sistem osilator adalah 83,743%. Untuk tinggi gelombang 15 cm daya angin maksimum yang dihasilkan adalah 24,098 W, daya mekanik maksimum adalah 3,615 W, dan efisiensi maksimum sistem osilator adalah 66,247%. Sedangkan tinggi gelombang 20 cm daya angin maksimum yang dihasilkan adalah 38,092 W, daya mekanik maksimum adalah 5,714 W, dan efisiensi maksimum sistem osilator adalah 58,905%.
Konflik dan Resolusi Konflik Pembangunan Gedung Ibadah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Lasiana Kota Kupang Ludji, Joy Ferdinand; Sagala, Rudolf Weindra; Nainggolan, Bartolomeus Diaz
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v4i1.167

Abstract

Conflict in church life provides opportunities for the emergence of evil forces that can bring the church to defeat. However, conflicts can actually be handled effectively if effective conflict handling patterns are applied. This study analyzes conflicts and conflict resolusions in the construction of the Seventh Day Adventist Church (GMAHK) worship building in Lasiana Kupang City. In this study researchers used qualitative methods using descriptive approaches from anthropology, ethnography and law. The impact of the conflict that occurs will result in the loss of harmonization in social life and the fading of social relations between communities. With the deliberation and negotiation of establishing a cooperative relationship, the community no longer objects to the establishment of the GMAHK Lasiana worship building, because the community believes that tolerance is important, brotherly love needs to be maintained as a binder for cross-denominational Christian congregations. AbstrakKonflik dalam kehidupan bergereja memberikan peluang munculnya kuasa kejahatan yang dapat membawa gereja ke dalam suatu kekalahan. Akan tetapi, konflik itu sesungguhnya dapat ditangani secara efektif bila diterapkan pola penanganan konflik yang efektif pula. Penelitian ini menganalisis konflik dan resolusi konflik pembangunan Gedung ibadah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Lasiana Kota Kupang. Dalam studi ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif dari antropologi, etnografi dan hukum. Dampak dari konflik yang terjadi akan mengakibatkan hilangnya harmonisasi dalam berkehidupan bermasyarakat dan lunturnya hubungan sosial antar masyarakat. Dengan adanya musyawarah dan negosiasi menjalin hubungan kerjasama, maka masyarakat tidak lagi merasa keberatan dengan adanya pendirian gedung ibadah GMAHK Lasiana, karena masyarakat percaya bahwa toleransi itu penting, kasih persaudaraan perlu dijaga sebagai pengikat jemaat Kristen lintas denominasi.