Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

STUDI PENERAPAN OVER LOAD SHEDDING (OLS) RELAY PADA SISI SEKUNDER TRANSFORMATOR DAYA 20 MVA PENYULANG ARIES 20 KV DI GARDU INDUK LAHAT Dian Eka Putra; Andi Siahaan
Jurnal Ampere Vol 2, No 1 (2017): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.161 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v2i1.1205

Abstract

ABSTRAKPembebanan pada Transformator daya 20 MVA di Gardu Induk Lahat terus mengalami kenaikan seiring bertambahnya waktu, dikemudian hari kemungkinan transformator daya  tersebut memiliki beban penuh atau melebihi kapasitasnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut salah satunya diperlukan proteksi beban lebih terhadap transformator daya tersebut yaitu relai Over Load Shedding (OLS) yang dikoordinasi pada sisi sekunder  transformator daya pada setiap penyulang 20 kV.            Karena Relay OLS termasuk pada OCR incoming 20 KV dan cara kerja OLS mentripkan penyulang 20 kV berdasarkan beban lebih. Maka ketiganya harus dikoordinasikan, untuk penyulang dipilih salah satu yaitu penyulang Aries. Arus gangguan hubung singkat maksimum pada penyulang aries sebesar 3430.4 A, waktu kerja (t) = 0.2229 s, sedangkan Arus gangguan hubung singkat maksimum OCR incoming 20 kV 4600 A, waktu kerja (t) =  0,877 s.  Untuk Set OLS yaitu 580 A dan waktu relai OLS diambil 2 detik. Dari hasil diatas menujukkan apabila terjadi hubung singkat pada penyulang Aries OCR bekerja terlebih dahulu dari OLS, ketika terjadi beban lebih pada transformator daya, maka OLS bekerja terlebih dahulu dengan melepas penyulang aries. Jika incoming 20 kV  tidak diterapkan OLS, ketika Imaks transformator daya setting PLN (650 Ampere) maka OCR incoming 20 kV bekerja dengan mentripkan PMT Incoming 20 kV, otomatis seluruh penyulang akan hilang beban atau trip. Kata kunci :  Relai arus lebih, OLS (over load shedding), setting relai, transformator daya.
Optimizing Sensitivity in Machine Learning Models for Pediatric Post-operative Kyphosis Prediction Raja Ayu Mahessya; Dian Eka Putra; Rostam Ahmad Efendi; Rayendra; Rozi Meri; Riyan Ikhbal Salam; Dedi Mardianto; Ikhsan; Ismael; Arif Rizki Marsa
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 9 No 3 (2025): June 2025
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29207/resti.v9i3.6606

Abstract

Post-operative kyphosis represents a significant complication following pediatric spinal corrective surgery, necessitating sophisticated prediction methods to identify high-risk patients. This study developed and evaluated machine learning models for kyphosis prediction using a dataset of 81 pediatric patients by comparing the logistic regression and decision tree approaches. Despite achieving a higher overall accuracy (82%), the logistic regression model failed to identify any kyphosis cases, rendering it clinically ineffective. Conversely, the decision tree model demonstrated superior clinical utility by successfully identifying 33% of kyphosis cases while maintaining 71% accuracy. Feature importance analysis established starting vertebral position as the dominant predictor (importance=0.554), followed by patient age (0.416), with vertebrae count contributing minimally (0.030). The decision tree identified critical thresholds for risk stratification: operations beginning at or above T8-T9, particularly in children aged 5-9 years, carried a substantially elevated kyphosis risk. Our methodological approach emphasizes sensitivity over conventional accuracy metrics, recognizing that missing high-risk patients have greater clinical consequences than unnecessary monitoring. This study demonstrates the capacity of decision tree models to extract clinically meaningful patterns from small, imbalanced surgical datasets that elude conventional statistical approaches.
Pengaruh Fluktuasi Tegangan Akibat Black Out Pada Saluran Distribusi 20 KV Terhadap Kinerja Arrester Rizky Junito; Dian Eka Putra; Raden Ahmad Yani; Nofiansah
Jurnal Ampere Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v10i1.18283

Abstract

Penelitian ini menganalisis fluktuasi tegangan pada saluran distribusi 20 kV di penyulang Arjuna dari Gardu Induk Talang Kelapa dan dampaknya terhadap keandalan sistem kelistrikan. Fluktuasi tegangan yang signifikan dapat memengaruhi kinerja peralatan listrik dan keamanan jaringan. Metode yang digunakan meliputi pengukuran tegangan periodik dan analisis data untuk mengidentifikasi pola fluktuasi serta penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan fluktuasi mencapai 50,15% dari tegangan nominal, terutama disebabkan oleh perubahan beban mendadak dan insiden Black Out pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Meskipun arrester masih berfungsi dalam batas aman, fluktuasi yang tidak terkelola dapat merusak peralatan, menurunkan keandalan sistem, dan meningkatkan biaya pemeliharaan. Penelitian ini menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan dan pengelolaan fluktuasi untuk menjaga kestabilan sistem. Rekomendasi meliputi peningkatan sistem pemantauan, penggunaan arrester berkapasitas lebih tinggi, dan pengaturan beban yang lebih baik. Selain itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami pola fluktuasi lebih dalam dan mengembangkan strategi mitigasi yang efektif. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada peningkatan keandalan dan keamanan sistem distribusi listrik, serta memberikan wawasan berharga bagi operator dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi pengelolaan jaringan yang lebih efektif.
Pengaruh Fluktuasi Tegangan Akibat Black Out Pada Saluran Distribusi 20 KV Terhadap Kinerja Arrester Rizky Junito; Dian Eka Putra; Raden Ahmad Yani; Nofiansah
Jurnal Ampere Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v10i1.18283

Abstract

Penelitian ini menganalisis fluktuasi tegangan pada saluran distribusi 20 kV di penyulang Arjuna dari Gardu Induk Talang Kelapa dan dampaknya terhadap keandalan sistem kelistrikan. Fluktuasi tegangan yang signifikan dapat memengaruhi kinerja peralatan listrik dan keamanan jaringan. Metode yang digunakan meliputi pengukuran tegangan periodik dan analisis data untuk mengidentifikasi pola fluktuasi serta penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan fluktuasi mencapai 50,15% dari tegangan nominal, terutama disebabkan oleh perubahan beban mendadak dan insiden Black Out pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Meskipun arrester masih berfungsi dalam batas aman, fluktuasi yang tidak terkelola dapat merusak peralatan, menurunkan keandalan sistem, dan meningkatkan biaya pemeliharaan. Penelitian ini menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan dan pengelolaan fluktuasi untuk menjaga kestabilan sistem. Rekomendasi meliputi peningkatan sistem pemantauan, penggunaan arrester berkapasitas lebih tinggi, dan pengaturan beban yang lebih baik. Selain itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami pola fluktuasi lebih dalam dan mengembangkan strategi mitigasi yang efektif. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada peningkatan keandalan dan keamanan sistem distribusi listrik, serta memberikan wawasan berharga bagi operator dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi pengelolaan jaringan yang lebih efektif.
Aplikasi Cerdas Berbasis Android Untuk Diagnosa Penyakit Paru-Paru Pada Pecandu Rokok Dengan Metode Forward Chaining Rendi Eka Putra; Dian Eka Putra
Jurnal TEFSIN ( Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi) Vol. 2 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of information technology in the world, including in Indonesia, has resulted in many countries taking advantage of this opportunity to increase effectiveness and efficiency in various fields such as defense and security, government, economics, social politics, culture and health. Along with high levels of mobility, many countries are creating smart devices, one of which is the smartphone (smartphone). Smartphones are electronic handheld gadgets that include advanced functionality beyond making phone calls and sending text messages. This explains that smartphones have certain advantages in providing services to their users such as iPhones or other Android-based cellphones, which can run third-party applications by providing unlimited functionality. A framework for thinking is a clear description of the discussion that will resolve until a good solution is obtained. produced an Android application to diagnose lung disease in cigarette addicts. From the analysis and discussion that has been carried out in the previous chapters, the author can draw the conclusion that: Can be used to gain knowledge about lung disease in cigarette addicts from the symptoms. This expert system application has a simple appearance and is easy for users to understand. This application is also light and does not require an expensive smartphone to use.
Metode Penurunan Resistansi Pentanahan Arrester pada Gardu Distribusi untuk Meminimalisir Terjadinya Ground Potensial Rise (GPR) Triani Mardalena Sari; Dian Eka Putra; Raden Ahmad Yani; Nofiansah
SURYA TEKNIKA Vol 13 No 1 (2026): JURNAL SURYA TEKNIKA
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jst.v13i1.11219

Abstract

An effective arrester earthing system at distribution substations is crucial for conducting lightning currents to prevent Ground Potential Rise (GPR). Initial measurements at PD.0431 substation showed a resistance of 6.7 Ω, exceeding the PUIL 2020 limit of 5 Ω. This study aims to reduce resistance by adding parallel rod electrodes. Measurements were taken using an Earth Tester with the potential drop method, while GPR, touch voltage, and step voltage analyses were simulated with CYMGrd (1000 A fault current). The results showed that the addition of four electrodes reduced the resistance from 6.08 Ω to 1.97 Ω, meeting the standard. Simulations showed a 52.7% reduction in GPR, a 73.9% reduction in touch voltage, and a 74.7% reduction in step voltage. The post-improvement ground potential contour was also more uniform. This study proves that the parallel electrode configuration effectively reduces resistance while mitigating GPR risks. This method is recommended for substations with similar characteristics.