Haryo Pambuko Jiwandono
Departemen Ilmu Komunikasi FISIPOL Universitas Gadjah Mada University of Leicester

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Resepsi Pemain Terhadap Serial Video Game Grand Theft Auto Haryo Pambuko Jiwandono
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 1 (2015): PEMUDA KEWARGAAN DAN TIK
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.36730

Abstract

Meskipun memiliki jumlah pemain yang tidak sedikit, video game di Indonesia belum mendapatkan atensi publik layaknya film atau program televisi. Masih banyak masyarakat Indonesia yang beranggapan bahwa video game hanya merupakan permainan anak-anak. Tidak sedikit pula yang memandang konten video game, yang memang sarat kekerasan, sebagai determinan utama perilaku menyimpang dalam masyarakat, terutama kaum muda.Tidak dapat dipungkiri bahwa konten kekerasan dalam video game merupakan hal yang lumrah saat ini. Pada hampir semua video game dapat ditemukan konten kekerasan dalam kadar ringan hingga berat sekali. Ini ditambah oleh fakta bahwa berbagai video game yang meraih kesuksesan baik oleh kritikus, secara finansial, ataupun keduanya didominasi oleh mereka yang sarat akan konten kekerasan. Meskipun konten kekerasan bukanlah determinan utama dalam menciptakan sebuah video game yang bermutu tinggi, terdapat indikasi bahwa konten kekerasan dalam video game memiliki daya tarik tinggi bagi para pemain.Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 terhadap lima pemuda dengan rentang usia 15 hingga 27 tahun mengenai pemaknaan mereka terhadap konten kekerasan dalam Grand Theft Auto V serta bagaimana mereka mereproduksi pesan yang diterima, mencoba memberi sudut pandang serta informasi baru terhadap video game dalam kaitannya dengan pemuda sebagai pemain, orangtua sebagai pengawas, dan negara sebagai pemberi regulasi.
Analisis Resepsi Pemain Terhadap Serial Video Game Grand Theft Auto Haryo Pambuko Jiwandono
Jurnal Studi Pemuda Vol 4, No 1 (2015): PEMUDA KEWARGAAN DAN TIK
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.122 KB) | DOI: 10.22146/studipemudaugm.36730

Abstract

Meskipun memiliki jumlah pemain yang tidak sedikit, video game di Indonesia belum mendapatkan atensi publik layaknya film atau program televisi. Masih banyak masyarakat Indonesia yang beranggapan bahwa video game hanya merupakan permainan anak-anak. Tidak sedikit pula yang memandang konten video game, yang memang sarat kekerasan, sebagai determinan utama perilaku menyimpang dalam masyarakat, terutama kaum muda.Tidak dapat dipungkiri bahwa konten kekerasan dalam video game merupakan hal yang lumrah saat ini. Pada hampir semua video game dapat ditemukan konten kekerasan dalam kadar ringan hingga berat sekali. Ini ditambah oleh fakta bahwa berbagai video game yang meraih kesuksesan baik oleh kritikus, secara finansial, ataupun keduanya didominasi oleh mereka yang sarat akan konten kekerasan. Meskipun konten kekerasan bukanlah determinan utama dalam menciptakan sebuah video game yang bermutu tinggi, terdapat indikasi bahwa konten kekerasan dalam video game memiliki daya tarik tinggi bagi para pemain.Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 terhadap lima pemuda dengan rentang usia 15 hingga 27 tahun mengenai pemaknaan mereka terhadap konten kekerasan dalam Grand Theft Auto V serta bagaimana mereka mereproduksi pesan yang diterima, mencoba memberi sudut pandang serta informasi baru terhadap video game dalam kaitannya dengan pemuda sebagai pemain, orangtua sebagai pengawas, dan negara sebagai pemberi regulasi.