Jurnal Pemuda
Vol 4, No 1 (2015): PEMUDA KEWARGAAN DAN TIK

Analisis Resepsi Pemain Terhadap Serial Video Game Grand Theft Auto

Haryo Pambuko Jiwandono (Departemen Ilmu Komunikasi FISIPOL Universitas Gadjah Mada University of Leicester)



Article Info

Publish Date
05 Jul 2018

Abstract

Meskipun memiliki jumlah pemain yang tidak sedikit, video game di Indonesia belum mendapatkan atensi publik layaknya film atau program televisi. Masih banyak masyarakat Indonesia yang beranggapan bahwa video game hanya merupakan permainan anak-anak. Tidak sedikit pula yang memandang konten video game, yang memang sarat kekerasan, sebagai determinan utama perilaku menyimpang dalam masyarakat, terutama kaum muda.Tidak dapat dipungkiri bahwa konten kekerasan dalam video game merupakan hal yang lumrah saat ini. Pada hampir semua video game dapat ditemukan konten kekerasan dalam kadar ringan hingga berat sekali. Ini ditambah oleh fakta bahwa berbagai video game yang meraih kesuksesan baik oleh kritikus, secara finansial, ataupun keduanya didominasi oleh mereka yang sarat akan konten kekerasan. Meskipun konten kekerasan bukanlah determinan utama dalam menciptakan sebuah video game yang bermutu tinggi, terdapat indikasi bahwa konten kekerasan dalam video game memiliki daya tarik tinggi bagi para pemain.Penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 terhadap lima pemuda dengan rentang usia 15 hingga 27 tahun mengenai pemaknaan mereka terhadap konten kekerasan dalam Grand Theft Auto V serta bagaimana mereka mereproduksi pesan yang diterima, mencoba memberi sudut pandang serta informasi baru terhadap video game dalam kaitannya dengan pemuda sebagai pemain, orangtua sebagai pengawas, dan negara sebagai pemberi regulasi.

Copyrights © 2015