Niti Bayu Indrakrista
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meneropong Kominda dari Perspektif Desentralisasi: Sebuah Diskusi tentang Posisi Intelij en Daerah dalam Logika Desentralisasi Niti Bayu Indrakrista
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 19, No 1 (2015): JULI
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1964.394 KB) | DOI: 10.22146/jsp.10856

Abstract

Tulisan ini berisi diskusi konseptual mengenai posisi Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) dalam kerangka desentralisasi di Indonesia. Sebagai instrumen pendukung kerja pemda,Kominda berkontribusi membantu mewujudkan pemerintahan yang kondusif. Meski demikian, Kominda belum menjawab tuntutan desentralisasi agar pemda bisa mewujudkan pemerintahan yang demokratis. Perlu pemahaman yang lebih mendalam mengenai paradigma baru sektor keamanan, bahwa kehidupan demokratis dan kebebasan berpendapat merupakan aspek yang harus ditunjang oleh pemerintah, termasuk lembaga keamanan yang mendukungnya.
Pers Mengawal Demokrasi Daerah: Analisis Pemberitaan Implementasi Dana Keistimewaan di Harian Tribun Jogja Niti Bayu Indrakrista
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 18, No 3 (2015): Maret
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2207.91 KB) | DOI: 10.22146/jsp.13138

Abstract

This paper examines the role of local press as institution that supports democracy in regional level, indecentralisation era. As an entry point, this paper uses the media coverage of Dana Keistimewaan in TribunJogja daily newspaper, a non-partisan press institution that established at post New Order era. UsingRobert Entman’s framing analysis, this research argues that consolidation of democracy has not yet fullyembedded at regional level. Local presspays too many att ention on technocratic administrative aspects, rather than democratic ones that may involve contribution of the people.