Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERMODELAN MODIFIKASI ALAT PEMADATAN DI LABORATORIUM SESUAI DENGAN SNI SNI 1743:2008 Ahmad Norhadi; Surat Surat; Muhammad Fauzi; Ahmad Akbar Ramadhani; Dede Rachman
Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v4i1.813

Abstract

Pesatnya perkembangan prasarana di kota Banjarmasin terutama dalam sarana transportasi, akibat jumlah kendaraan yang semakin meningkat kian harinya. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan masyarakat yang juga bertambah, seperti kebutuhan jalan yang baru dan sesuai Spesifiikasi Umum Bina Marga. Oleh sebab itu, pembangunan jalan baru atau perbaikan jalan yang lama harus segera terealisasikan oleh pemerintah. Dalam rangka membangun suatu konstruksi seperti salah satunya pembangunan jalan baru perlu perencanaan dan penelitian yang matang sebab pembangunan jalan sangat berkaitan dengan kondisi fisik dan mekanis lapis pondasi, dimana jalan mempunyai beberapa lapis pondasi ditinjau berdasarkan gradasi agregatnya. Dalam pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi di lapangan diperlukan pemadatan yang maksimum agar mengantisipasi terjadinya penurunan akibat adanya pembebanan lalu lintas. Dalam praktek pemadatan di lapangan pada umumnya menggunakan mesin penggilas tanpa ada persyaratan material harus lolos saringan 19,00 mm (3/4″) sedangkan pada pekerjaan pemadatan Lapis Pondasi Agregat Kelas B di laboratorium menggunakan metode pemadatan berat dan untuk bahan campuran material harus yang lolos saringan 19,00 mm (3/4″). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui nilai kepadatan maksimum dan kadar air optimum serta nilai CBR desain sesuai dengan SNI 1743:2008 yaitu Nilai Kepadatan Kering Maksimum (maks) 2,243 gr/cm3, Kadar Air Optimum 4,7%, dan Nilai CBR desain 78%. Nilai kepadatan maksimum dan kadar air optimum serta nilai CBR desain sesuai dengan permodelan alat pemadatan 2 lapisan dan 3 lapisan, hasil pengujian permodelan modifikasi alat pemadatan 2 lapisan didapatkan Nilai Kepadatan Kering Maksimum (maks) 2,183 gr/cm3, Kadar Air Optimum 4,9 %, dan Nilai CBR desain 16%, hasil pengujian permodelan modifikasi alat pemadatan 3 lapisan mendapatkan rata-rata Nilai Kepadatan Kering Maksimum (maks) 2,194 gr/cm3, Kadar Air Optimum 4,6 %, dan Nilai CBR desain 22%. Kesesuaian parameter hasil sifat mekanis antara standar SNI 1743:2008 dengan permodelan modifikasi alat pemadatan di laboratorium menunjukkan bahwa permodelan modifikasi alat pemadatan dan CBR Laboratorium tidak sesuai dengan SNI 1743:2008 karena tidak mencapai minimum desain CBR Laboratorium dalam Spesifikasi Umum 2010 Rev 3 Bina Marga Divisi 5 pada Lapis Pondasi Agregat Kelas B.
STUDY OF SAND RIVER AS FINE AGGREGATE IN ASPHALTIC CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) Surat Surat
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 3 No 02 (2014): Vol 03 No. 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.998 KB)

Abstract

The asphaltic concrete wearing course (AC-WC) structure of flexible pavement must be characteristics capable of bearing the load of traffic, high durability, water-resistant, and wear-resistant as well as flat and sufficiently enough on the surface. The materials of the AC-WC consists of coarse aggregate, medium aggregate, fine aggregate, filler and with bitumen as the binder. Fine fraction aggregate of crushed stone combination with sand river. The deposit of sand river sufficient. The sand river of good quality, gradation with varying specific gravity. The crushed stone is from mountain Martadah quary and the river sand is from Awang Bangkal River, Rantau River, Pengaron River and Barito River. Research for use mountain Martadah B crushed stone material with coarse aggregate fraction proportion 18%, medium aggregate fraction 40%, fine aggregate fraction 30%, sand river 10%, filler use Portland cement 2%. River sand proportion was equalized to 10% (Awang Bangkal River or Rantau River or Pengaron River or Barito River). Combined gradation approached Fuller curve, percent of passing sieve No.100 and No.200 approaching lower limit specification for asphaltic concrete wearing course gradation. With a specific gravity greater the value, greater density of the mixture gradation, asphalt content and compaction energy the same. Density values are influenced by gradation, asphalt content, specific gravity aggregate and energy to condense. The higher density the value of VIM, VMA lower, and higher VFB. The Marshall test with immersion for 24 hours and 60°C for material crushed stone Martadah B and sand river (River Awang Bangkal or Rantau River or River Pengaron or Barito River) on mixture asphaltic concrete wearing course obtained stability Marshall value remainder is greater than 90 percent that otherwise meet the requirements.