Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Evaluasi Proses Bisnis ERP dengan Menggunakan Process Mining (Studi Kasus : Goods Receipt (GR) Lotte Mart Bandung) Satriyo Wicaksono; Imelda Atastina; Angelina Kurniati
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini banyak sekali perusahaan yang menggunakan sistem informasi guna untuk menunjang proses bisnis yang dilakukan oleh perusahaan. Namun pada kenyataannya hanya sedikit perusahaan yang melakukan evaluasi terhadap proses bisnis pada sistem informasi tersebut. Evaluasi yang dilakukan berguna untuk menghasilkan data Event Log yang merupakan hasil proses ekstraksi Enterprise Resource Planning (ERP) untuk evaluasi proses bisnis yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Salah satu metode untuk mengevaluasinya adalah menggunakan Process Mining. Process Mining berguna untuk memperdalam proses transaksi sehingga terbentuk suatu workflow dalam bentuk Petri Net sehingga menghasilkan proses bisnis yang aktual. Petri Net itu sendiri merupakan penggambaran suatu bentuk workflow proses bisnis, selanjutnya dari Petri Net akan dilakukan suatu analisis untuk mengetahui kesesuaian algoritma dengan model yang terbentuk. Dengan adanya ProM Tools maka penggambaran mengenai proses bisnis ERP dapat terbentuk.Penggambaran model tersebut menggunakan algoritma yang berada pada ProM Tools lalu disesuaikan dengan proses bisnis ERP Goods Receipt di Lotte Mart Bandung. Algoritma ini digunakan untuk mengevaluasi proses bisnis. Hasil akhir tugas akhir ini adalah dapat menentukan algoritma yang sesuai untuk mengevaluasi proses bisnis ERP yang terjadi pada Goods Receipt di Lotte Mart Bandung. Kata kunci : Process Mining, Event Log, Petri Net
Process Mining pada Proses Pengadaan Buku dengan Algoritma Heuristic Miner (Studi Kasus : Perpustakaan Universitas Telkom) Harin Veradistya Maharani; Angelina Prima Kurniati; Imelda Atastina
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya SOP dan rekap menunjukkan bahwa organisasi memperhatikan proses yang terjadi. Pada pengaplikasiannya sehari-hari, rekap hanya digunakan sebagai dokumentasi proses yang dilaksanakan, tidak ada kontrol terhadap proses yang terjadi, tidak tahu apakah selama ini proses dilaksanakan sesuai dengan SOP. Oleh karena itu perlu pemodelan untuk kumpulan proses tersebut sehingga lebih mudah untuk melihat behaviour dari aktivitas yang dilakukan. Pada Tugas Akhir ini diaplikasikan Process Mining untuk proses pengadaan buku pada Unit Perpustakaan Universitas Telkom. Algoritma yang digunakan untuk memodelkan proses adalah algoritma heuristic miner. Proses yang dimodelkan dari sistem tesebut akan diukur kesesuaiannya dengan aktivitas yang sebenarnya terjadi dan pada akhirnya akan dihasilkan rekomendasi terhadap model proses. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak semua aktivitas pada SOP dilakukan pada proses pengadaan buku. Selain itu terdapat aktivitas baru yang belum didefinisikan sebelumnya. Kata kunci : SOP, process mining, heuristic miner, pengadaan buku, event log
Analisis Dan Implementasi Algoritma Agglomerative Hierarchical Clustering Untuk Deteksi Komunitas Pada Media Sosial Facebook Intan Widya Rahayu; Imelda Atastina; Anisa Herdiani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi komunitas merupakan proses pencarian dan identifikasi komunitas dalam suatu jaringan, salah satunya pada jaringan sosial. Terdapat dua karakteristik data dalam mendeteksi komunitas yaitu hubungan antar individu dan kesamaan (similarity) antar individu. Algoritma deteksi komunitas biasanya hanya berfokus pada salah satu karakteristiknya saja. Pada penelitian ini penulis membahas pembentukan komunitas menggunakan algoritma Agglomerative Hierarchical Clustering (AHC) berbasis enhanced similarity pada data Facebook, yang mana merupakan algoritma yang secara berturut-turut memodelkan pengelompokan yang menggunakan nilai threshold sebagai alat pengelompokkan, dua simpul yang memiliki nilai similarity lebih besar dibandingkan nilai threshold maka akan dijadikan satu komunitas dengan memperhitungkan hubungan yang dimiliki simpul. Dalam pengujiannya, penulis menggunakan modularity sebagai alat penentu kualitas cluster, yang mana kualitas cluster dikatakan baik jika memiliki hubungan yang pada di dalam satu komunitasnya dibandingkan hubungan di luar komunitasnya. Hasil dari Algortima AHC mampu menunjukan bahwa AHC dapat mendeteksi komunitas dengan kualitas cluster (modularity) mencapai 0.4453 pada jaringan nyata.
Audit Teknologi Informasi Menggunakan Framework Cobit 5 Pada Domain Dss (Deliver, Service, And Support) (Studi Kasus : Igracias Telkom University) Rio Kurnia Candra; Imelda Atastina; Yanuar Firdaus
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi (TI) merupakan suatu bagian yang sangat penting bagi perusahaan atau lembaga dan merupakan suatu nilai investasi untuk menjadikan perusahaan atau lembaga tersebut menjadi lebih baik. Perusahaan atau lembaga menempatkan teknologi informasi sebagi suatu hal yang dapat mendukung pencapaian rencana strategis perusahaan untuk mencapai sasaran visi, misi dan tujuan perusahaan atau lembaga tersebut, begitu halnya dengan Telkom University. Teknologi Informasi yang diterapkan perlu diatur agar dapat dimanfaatkan dengan baik. Untuk mengatur teknologi informasi itu sendiri memerlukan audit yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memastikan pemenuhannya ditinjau dari pendekatan objektif dari suatu standar. Teknologi Informasi di Telkom University memerlukan audit untuk mengevaluasi, menilai kapabilitas, dan menyusun rekomendasi terhadap teknologi informasi yang dipakai. Framework audit yang digunakan adalah COBIT 5 domain DSS (Deliver, Service, dan Support) yang fokus pada penilaian pengiriman dan layanan teknologi informasi serta dukungannya termasuk pengelolaan masalah agar keberlanjutan layanan tetap terjaga. Kata Kunci : audit, COBIT 5, domain DSS, Teknologi Informasi, Telkom University.
Analisis Dan Implementasi Algoritma Cnm-centrality Untuk Deteksi Komunitas Pada Dataset Facebook Farah Rahmadiani; Imelda Atastina; Anisa Herdiani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Deteksi komunitas menjadi salah satu task dari social network analysis yang banyak dibahas. Hal ini disebabkan dengan pendeteksian komunitas tersebut dapat digunakan untuk berbagai hal seperti skema pemasaran produk, mendeteksi isu di masyarakat, dan sebagainya. Masalah dalam mendeteksi komunitas yaitu bagaimana cara mengelompokkan simpul yang baik untuk mengidentifikasi suatu kelompok. Salah satu algoritma untuk mendeteksi komunitas adalah CNMCentrality. CNM-Centrality merupakan algoritma Clauset-Newman-Moore yang dikombinasi dengan algoritma Pagerank. Algoritma Pagerank digunakan untuk menentukan simpul terpenting sedangkan algoritma CNM digunakan untuk mendeteksi komunitas. Algoritma ini dianggap algoritma dengan kecepatan running time yang baik dan nilai modularity yang baik pada pengujian sebelumnya. Namun, pada pengujian sebelumnya hanya menguji beberapa data saja seperti data jazz network dengan 198 simpul dengan relasi sebanyak 2742, belum diketahui bagaimana performansi algoritma CNM-Centrality jika menggunakan dalam jumlah yang besar. Algoritma CNM-Centrality mempunyai parameter yaitu damping factor. Damping factor merupakan parameter yang digunakan untuk menghitung nilai rank dan bernilai antara 0 sampai 1. Pada pengujian ini akan menggunakan dataset Facebook dengan tiga jenis damping factor yang berbeda untuk mengetahui pengaruh damping factor terhadap nilai modularity dan juga keandalan performansi algoritma CNM-Centrality untuk dataset Facebook. Penelitian ini bermanfaat untuk menilai apakah algoritma CNM-Centrality mempunyai nilai modularity dan running time yang baik dengan dataset yang berbeda dan damping factor yang berbeda. Hasil dari pengujian ini adalah nilai damping factor 0,15 memperoleh nilai rank tertinggi daripada dua damping factor yang diujikan. Namun, damping factor 0,85 memperoleh running time yang baik untuk menentukan simpul terpenting dan mendeteksi komunitas dibandingkan dua damping factor yang diuji. Selain itu, modularity terbaik yang dihasilkan pada pengujian ini adalah 0,8318 yang diperoleh oleh damping factor 0,85. Kata kunci : Deteksi Komunitas, Algoritma CNM-Centrality, Damping factor, Modularity Abstract Community detection becomes one of the tasks of social network analysis that is widely discussed because with the detection of the community can be used for various things such as product marketing schemes, detect issues in the community, and so forth. The problem in detecting communities is how to group good nodes to identify a group. One of the algorithms for detecting communities is CNM-Centrality. CNM-Centrality is a Clauset-Newman-Moore algorithm combined with Pagerank algorithm. Pagerank algorithm is used to determine the most important node while the CNM algorithm is used to detect the community. This algorithm is considered an algorithm with good running time speed and good modularity value in previous test. However, in the previous test only tested some data only, not yet known how CNM-Centrality algorithm performance if using in large amount. The parameter used in CNM-Centrality Algorithm is damping factor. Damping factor is a parameter used to calculate rank values and values between 0 and 1. In this test will use the dataset up with three different damping factor factor to determine the effect of damping factor on the value of modularity and also the reliability of CNM-Centrality algorithm performance for Facebook dataset . This research is useful to assess whether the CNM-Centrality algorithm has good modularity and running time values with different datasets and different damping factors. The result of this test is the damping value factor 0.15 obtains the highest rank value rather than the two damping factors tested. However, the damping factor of 0.85 obtains good running time to determine the most important node and detect the community over the two damping factors tested. In addition, the best modularity produced in this test is 0.8318 obtained by the damping factor of 0.85 Keywords: Community Detection, CNM-Centrality Algorithm, Damping factor, Modularity
Implementasi Process Mining Menggunakan Algoritma Genetika (Studi Kasus: Event Log Rekam Medis Pasien Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar) I Gede Dito Wisnu Murti; Imelda Atastina; Angelina Prima Kurniati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap organisasi menggunakan sistem informasi dalam menunjang efektivitas dan efisiensi kegiatan operasional organisasi. Salah satu organisasi yang menggunakan sistem informasi adalah rumah sakit. Rumah sakit berusaha untuk memberikan pelayanan perawatan medis terbaik kepada pasien. Setiap pasien mendapat perawatan medis yang berbeda sesuai dengan masalah kesehatan masing-masing pasien. Sehingga standar perawatan medis yang berlaku di rumah sakit pada prakteknya sering berbeda dengan keadaan sebenarnya. Perlu dilakukan audit untuk mengevaluasi organisasi dan proses yang terjadi untuk memastikan validitas dan kehandalan informasi pada organisasi dan proses yang berkaitan. Audit dilakukan dengan process mining karena memiliki kemampuan untuk melakukan ekstraksi event log pada data rekam medis yang digunakan untuk penelitian. Hasil dari process mining berupa model proses. Mining dilakukan dengan algoritma genetika karena menggunakan strategi pencarian global dimana fitness pada kandidat model dihitung dengan membandingkan model proses dengan semua traces pada event log sehingga proses pencarian menjadi sangat global. Model proses terbaik ditentukan dari hasil algoritma genetika dengan fitness terbaik. Dari hasil percobaan diperoleh model proses terbaik dengan nilai populasi 100, generasi 4000, fitness 0.974. Kemudian dilakukan conformance checker untuk melihat kesesuaian antara model proses dengan event log. Rekomendasi diberikan berdasarkan hasil analisa dari conformance checker dan performance analysis with petri net. Ditemukan bottleneck pada aktivitas GEN dan PRO, maka rekomendasi yang bisa diberikan menambah sarana medis, tenaga medis dan mencatat secara otomatis hasil uji laboratorium dan resep obat. Kata kunci : Audit, Process Mining, Algoritma Genetika.
Analisis Dan Implementasi Community Detection Menggunakan Algoritma Dbscan Pada Twitter Lulu Alfi’a Rahma Ningsih; Imelda Atastina; Anisa Herdiani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community detection atau clustering merupakan proses partisi data ke dalam kelompok-kelompok. Data yang berada dalam satu kelompok memiliki kemiripan (similarity) karakteristik antar satu sama lainnya dan berbeda dengan kelompok lain, seperti halnya kemiripan antar individu pada social network. Pada penelitian ini, community detection dilakukan pada social network Twitter berdasarkan kemiripan interaksi (follows, mentions, reply) antar pengguna dengan menggunakan algoritma DBSCAN dan perhitungan kualitas cluster dengan menggunakan modularity. Algoritma DBSCAN memiliki dua parameter penting, yakni epsilon dan minPts yang bernilai random. Dari hasil penelitian yang dilakukan, hasil terbaik didapat dari data ke-10 dengan membentuk 4 cluster yang menghasilkan nilai modularity 0,61492 dari nilai epsilon 0,3 dan minPts 4. Hal tersebut dikarenakan jumlah cluster yang terbentuk dari adanya keterkaitan nilai epsilon dan minPts dengan nilai kemiripan (similarity) dan nilai modularity disebabkan adanya kepadatan dari relasi dan bobot similarity yang besar. Sehingga untuk mendapatkan hasil cluster yang baik diperlukan penentuan nilai epsilon dan minPts yang tepat.
Analisis Dan Implementasi Algoritma Dynamicnet Pada Deteksi Evolusi Komunitas Di Media Sosial Twitter Muhammad Rizky Riandi Gunaedi; Imelda Atastina; Anisa Herdiani
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring berkembangnya jaringan sosial, banyak media-media di internet yang menyediakan sarana untuk berhubungan dengan orang lain, salah satunya adalah Twitter. Twitter memungkinkan terbentuknya sebuah komunitas. Komunitas berkembang setiap saat, seiring dengan berkembangnya interaksi antar pengguna di Twitter, oleh karena itu diperlukan alat untuk mendeteksi evolusi dari komunitas tersebut. DynamicNet merupakan algoritma untuk mendeteksi evolusi komunitas yang mendefinisikan evolusi komunitas dengan simpel namun mencakup banyak bidang, yang mana sebelum mendeteksi evolusi dilakukan deteksi komunitas menggunakan algoritma Louvain. Pada jurnal ini dilakukan percobaan untuk mengetahui parameter apa sajakah yang mempengaruhi hasil dari algoritma DynamicNet, mulai dari jumlah data dan threshold. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah algoritma DynamicNet dapat digunakan untuk mendeteksi evolusi komunitas di media sosial Twitter. Didapatkan juga bentuk kerateristik data yang ideal agar algoritma DynamicNet dapat berjalan dengan optimal, yaitu jumlah data yang banyak dengan kepadatan hubungan yang tinggi, komunitas dengan kualitas (Modularity) yang tinggi dan nilai threshold yang berada di rentan nilai Normalized Mutual Information (NMI). Pada penelitian ini NMI tertinggi dicapai pada 1000 data simpul yang bernilai 0.16. Kata kunci: dynamic network, dynamicnet, twitter, community evolution, nmi Abstract As the development of social networks, many media on the internet that provides the means to connect with others, one of which is Twitter. Twitter wants to form a community. Communities are evolving all the time, along with the growing interaction between users on Twitter, therefore a tool for the evolutionary part of the community is needed. DynamicNet is an algorithm for. Which uses Louvain's algorithm. In this journal an experiment was conducted to find out what parameters are the results of the DynamicNet algorithm, ranging from the amount of data and threshold. The result of this research is DynamicNet algorithm can be used for. The ideal data rectangle shape for DynamicNet algorithm can be run optimally, ie high amount of data with high link density, high quality (Modularity) communities and Dynamic Mutual Dynamic Information (NMI) threatened threshold values. In tis research, the highest NMI value archive with 1500 vertex data which has value 0.0157. Keyword: dynamic network, dynamicnet, twitter, community evolution, nmi
Implementasi Process Mining pada Prosedur Pengendalian Dokumen dengan Menggunakan Algoritma Heuristic Miner (Studi Kasus : Institut Teknologi Telkom) Wildan Khalidy; Angelina Prima Kurniati; Imelda Atastina
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prosedur Pengendalian Dokumen (PPD) di Institut Teknologi Telkom merupakan suatu contoh proses bisnis yang dapat digali informasinya menggunakan teknik Process Mining. Proses bisnis tersebut sedang mengalami perubahan, akibat pergantian status perguruan tinggi, dari Institut Teknologi Telkom menjadi Telkom University sehingga sedang dilakukan pengkajian lebih lanjut terhadap proses bisnis tersebut. Salah satu tipe dari proses mining adalah Enhancement, yaitu perluasan atau peningkatan sebuah model proses yang ada dengan menggunakan informasi pada event log, hal ini akan digunakan sebagai bahan rekomendasi terhadap perubahan PPD. Algoritma Heurisristic Miner merupakan salah satu algoritma yang dapat diterapkan pada Process Mining, dimana algoritma ini akan menggabungkan frekuensi antar event dengan trace dalam event log untuk membangun sebuah model proses. Tahapan yang dijalankan dalam penelitian ini adalah Discovery yaitu pembentukan model proses dari event log, Conformance yaitu pemeriksaan model proses dengan event log, dan Enhancement yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah model proses yang baru. Selain membuat model proses baru, keluaran dari pengerjaan tugas akhir ini adalah analisis terhadap komponen threshold dalam pembangun model proses. Kata kunci: proses bisnis, process mining, discovery, conformance, enhancement, heuristic miner algorithm
Evaluasi Model Navigasi Pada Online Assessment Test Menggunakan Process Mining (Studi Kasus: The British English Course) Selvia Yulvairariany; Imelda Atastina; Shaufiah Shaufiah
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Online Assessment Test atau seringkali disebut Online Test sekarang ini sering digunakan dalam proses belajar mengajar untuk mengevaluasi kinerja peserta tes dengan lebih mudah secara online. Jenis soal pada online test biasanya adalah Pilihan ganda atau Multiple-Choice Questions (MCQ) sehingga merupakan hal yang penting untuk mempertimbangkan pola pengerjaan soal agar hasil dari online test tersebut benar-benar menunjukan kemampuan peserta dalam memahami materi yang telah dipelajari dalam proses pembelajaran. Pada tugas akhir ini, dilakukan process mining yaitu Process Discovery yang digunakan untuk mengetahui model navigasi, bagaimana cara peserta tes menjawab pertanyaan online test, sehingga dapat mengetahui bagaimana model tersebut berpengaruh terhadap kinerja peserta tes. Process mining dilakukan menggunakan salah satu algoritma Process Discovery yaitu Fuzzy miner dengan framework ProM. Data yang digunakan adalah event log proses online test tersebut dan analisis dilakukan terhadap alur proses yang terjadi dalam pengerjaan online test. Dengan demikian diketahui model navigasi berpengaruh terhadap kinerja peserta tes. Kata kunci: Online Assessment Test, Online Test, Multiple-Choice Questions (MCQ), Process Mining, Process discovery, Fuzzy Miner, ProM, Event Log.