Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Manajemen Bencana di Kelurahan Cipageran sebagai Kampung Siaga Bencana dalam Mengantisipasi Potensi Bencana Sesar Lembang Yanyan Agustian; Asep Setiawan; Raden Herdian Bayu AshSiddiq; Bambang Eko Widyanto; Fuad Hasan; Yulia Mega Puspita Dewi
Jurnal Inovasi Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Inovasi Masyarakat
Publisher : LP2M Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jim.v3i3.1960

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk modeling masyarakat yang siap mengahadapi bencana gempa dengan menerapkan Model Kampung Siaga Gempa dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang bertajuk “Sosialisasi Manajemen Siaga Bencana Gempa dan Penerapan Alat Deteksi Gempa, Studi Kasus: Sesar Lembang” di kampung Cipageran RT.06, RW.24, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi, yaitu daerah yang terletak pada jalur Sesar Aktif yang bernama Sesar Lembang. Luaran dari kegiatan ini diharapkan masyarakat mengetahui dan memahami terkait Sesar Lembang dan Potensi bahaya yang berdampak pada lingkungan sekitarnya, mengetahui dan memahami konsep bangunan tahan gempa dan memahami cara evakuasi mandiri dan kesiapsiagaan terhadap bencana sebelum saat dan setelah terjadi bencana.
Pengenalan Konsep Low Impact Development (LID) dalam Upaya Pengelolaan Air Berkelanjutan untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Saat Musim Kering dan Serah Terima Sumbangan Buku untuk Taman Baca di Kp. Kudang RW03, Desa Limbangan Timur, Kecamatan Blubur Limbangan-Garut Yanyan Agustian; Asep Setiawan; Raden Herdian Bayu AshSiddiq; Bambang Eko Widyanto; Fuad Hasan; Yulia Mega Puspita Dewi
Jurnal Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi Masyarakat
Publisher : LP2M Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jim.v4i1.1961

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyosialisasikan penerapan teknologi permanen air hujan dan pengolahan air rumah tangga untuk efisiensi penggunaan air di musim kemarau di Kp.Kudang RW03, Desa Limbangan Timur Kecamatan Blubur Limbangan-Garut. Luaran dari kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui dan memahami permasalahan yang terjadi di lingkungannya yaitu masalah kekeringan yang terjadi serta pengendaliannya dengan konsep LID, dan diharapkan pula anak-anak di lingkungan tersebut menjadi tertarik untuk membaca dengan lebih sering datang ke Taman Baca. 62% masyarakat menganggap bahwa materi serta alat yang disampaikan mudah dipahami. 100% masyarakat sangat setuju bahwa materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan atas permasalahan yang sedang dialami di lingkungan tersebut
Peningkatan Kesadaran Infrastruktur Hijau Melalui Edukasi dan Penerapan Lubang Biopori dan Komposter Rumah Tangga di Kawasan Perkotaan RW 18 Graha Rancamanyar Kabupaten Bandung Raden Herdian Bayu Ash Siddiq; Asep Setiawan; Azis Ali Wibowo; Bambang Eko Widyanto; Fuad Hasan; Yanyan Agustian
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 10 No 1 (2026): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v10i1.7002

Abstract

Permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat RW 18 Graha Rancamanyar Kabupaten Bandung adalah minimnya edukasi dan fasilitas pengelolaan lingkungan berbasis rumah tangga, kurangnya ruang resapan air, serta tingginya timbulan sampah organik. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan warga RW 18 Graha Rancamanyar, Kabupaten Bandung dalam menerapkan teknologi infrastruktur hijau sederhana melalui pembuatan lubang biopori dan komposter rumah tangga. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam lima tahap: (1) koordinasi awal dan sosialisasi, (2) edukasi lingkungan dan penyuluhan, (3) pelatihan pembuatan biopori dan komposter, (4) implementasi dan pendampingan rumah tangga, serta (5) evaluasi dan refleksi partisipatif. Teknologi yang diperkenalkan dirancang sederhana, murah, dan memanfaatkan bahan daur ulang seperti pipa paralon dan ember bekas. Hasil survei menunjukkan bahwa 85% peserta merasa puas dengan kegiatan ini, dan rata-rata rumah tangga mampu mengurangi sampah organik sebanyak ±0,5–1 kg per minggu. Kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan kesadaran ekologis, ditandai dengan pembentukan Kelompok Peduli Lingkungan RW 18 untuk mereplikasi teknologi secara mandiri, tidak hanya bersifat lingkungan, tetapi juga sosial, yaitu terbangunnya kapasitas komunitas dalam menerapkan solusi berbasis teknologi tepat guna. Kegiatan PkM ini memberikan bukti bahwa edukasi lingkungan yang disertai praktik langsung dan pendampingan teknis mampu meningkatkan produktivitas sosial-ekologis di kawasan permukiman urban.
Effektivitas Penerapan Kolam Detensi dan Sistem Pompa dalam Pengendalian Banjir di Kampung Rawa Bamban Fuad Hasan; Bambang Eko Widyanto
JURNAL TEKNIK HIDRAULIK Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Teknik Hidraulik
Publisher : Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jth.v16i1.825

Abstract

Kampung Rawa Bamban, Benda District, Tangerang City, is highly prone to flooding due to its flat topography, inadequate drainage systems, and uncontrolled water flow. High rainfall intensifies the issue, leading to prolonged inundation. Flooding results in significant material losses, disrupts daily activities, and degrades environmental quality. Therefore, an effective and sustainable solution is essential. This study aims to evaluate the effectiveness of detention ponds and pump systems as an integrated flood control strategy. The research employs topographic analysis, flood volume calculations, and hydrologic-hydraulic simulations to assess the performance of retention ponds and pumps. The detention pond functions as a temporary reservoir for stormwater runoff, while the pump discharge excess water into drainage channels once the pond reaches its capacity. The results show that the retention pond can store up to 1,208 m³ of stormwater. Based on land availability, the pond is designed with a surface area of 300 m² and a depth of 4 m, supported by a pump with a capacity of 300-liters-per-second. Model simulations indicate that the pond reaches near-maximum elevation at 05:36, prompting triggering pump activation at 05:37. After operating for approximately two hours, the pond is fully drained before 07:00. The combination of detention pond and pump is effective in reducing the flood extent and shortening the inundation duration. This study offers valuable insights for local governments in developing sustainable flood mitigation strategies.