Khadijah Khadijah
IAIN Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wacana Nasionalisme Dalam Novel Penakluk Badai Karya Aguk Irawan Mn Khadijah Khadijah
Jurnal Studi Agama dan Masyarakat Vol 12, No 1 (2016): JURNAL STUDI AGAMA DAN MASYARAKAT
Publisher : LP2M IAIN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.191 KB) | DOI: 10.23971/jsam.v12i1.463

Abstract

Nationalism is a crucial issue in this republic, where nationalism does not have function as unity tool, because of less carrying to Indonesia itself and there are a few people or groups who underline the nationalism for their own importance, and also because of the pancasila fading spirit which then breinging this nation into separation and all of others issues. A moslem literate Aguk Irawan MN, spent his idea about nationalism phenomenon through novel entitled Penakluk Badai the novel took a setting at rising and base of the nation of Indonesia on pre-independence period and telling about how were the national movement started by the Islamic leader. The method of this study was discourse analisys method based on Halliday model, where this model involved three units of study such as discourse site, discourseinvolvement, and discourse mode. So hten the result of the writer’s study to three analysis unit of Halliday model were the discourse site related to the natives’ education an the fight to colonialism.
Eksplorasi Materi Fiqih dalam Film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Khadijah Khadijah
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6743

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi bagaimana film "Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari" menangkap esensi dan relevansi fikih dalam mengarahkan tindakan dan sikap manusia, serta bagaimana penggambaran ini meresapi narasi keseluruhan film dengan mendalam dan meyakinkan. Artikel ini tidak hanya bertujuan untuk mengulas aspek sejarah dan seni dalam film tersebut, tetapi juga untuk memperdalam pemahaman akan nilai-nilai fikih yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode analisis kualitatif-deskriptif dengan pisau analisis isi. Peneliti menganalisis isi film dengan cara mendokumentasikan dan mengeksplorasi materi fiqih yang direfresentasikan dalam film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 (lima) materi fikih dalam film ini yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-sehari dan juga dapat menjadi referensi dalam pembelajaran fikih di sekolah. 5 (lima) materi fiqih tersebut adalah Perubahan arah kiblat Masjid, Wali Mujbir dalam Pernikahan, Makanan Halalan Toyyiban, Fardhu Kifayah, dan Konsep Zakat.