Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN CSR PHE WMO DALAM MENURUNKAN EMISI GAS KENDARAAN BERMOTOR AKIBAT AKTIVITAS TRANSPORTASI PENGAMBILAN AIR KE SUNGAI Studi Kasus: Berkurangnya Dampak Emisi dengan Program HIPPAM Sumber Barokah Desa Bandangdaja, Kab. Bangkalan Ika Bayu Kartikasari; Helen Puspita Sari
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 12 No. 1: Oktober 2020
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol12.iss1.art2

Abstract

tekstur tanah liat yang memiliki sedikit kandungan air, akibatnya, tidak banyak jenis palawija/pertanian yang cukup bisa diandalkan. Masyarakat Desa Bandangdaja yang memperoleh air bersih yang terletak jauh dari pemukiman, kegiatan seperti mandi dan mencuci adalah disungai Lekgung yang terletak sekitar 3 Km dari pemukiman. Masalah dihadapi masyarakat banyak menggunakan kendaraan bermotor untuk memperoleh sumber air dengan membawa keranjang dan ember untuk dibawa kerumah masing-masing sehingga menghasilkan sumber pencemaran yaitu emisi dari kendaraan bermotor. Pembakaran kendaraan bermotor pada umumnya memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. PT. Pertamina PHE-WMO menginisiasi Program CSR dari dijalankan di Desa Bandangdaja, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan yang berada di luar wilayah operasi Perusahaan atau Wilayah Ring II. dengan adanya program Air Bersih Berkelanjutan HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) ‘Sumber Barokah’ dapat mengurangi potensi emisi dari kendaraan bermotor dengan adanya inovasi air bersih yang dapat menghilangkan waktu masyarakat yang digunakan untuk mengambil air bersih dari sumber. Dari hasil penelitian didapatkan beban Emisi Kendaran pada polutan CO 4,35 ton/tahun. HC 6,72 ton/tahun, NOx 0,33 ton/tahun, SO2 0,009 ton/tahun, dan 3625,2 ton/tahun. Sedangkan peranan CSR secara umum pada pada sektor Ekonomi Desa Bandangdaja dapat terbantu dan menggerakkan perekonomian masyarakat dengan adanya Koperasi HIPPAM Sumber Barokah. Secara sosial Program ini telah menyediakan air bersih untuk tiga desa yang ada di Kecamatan Tanjung Bumi. Secara Kesejahteraan proses keberdayaan anggota kelompak HIPPAM Sumber Barokah dalam program CSR PHE WMO dapat menumbuhkan kapasitas sosial ekonomi kelompok serta meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri.
PERAN CSR PHE WMO DALAM PENGELOLAAN SAMPAH KAWASAN WISATA PANTAI PASIR PUTIH TLANGOH, TANJUNGBUMI, BANGKALAN Ika Bayu Kartikasari; Helen Puspita Sari; Ulil Masruroh
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.195

Abstract

Pantai Tlangoh merupakan pantai yang baru di buka untuk umum pada tahun 2019 yang terletak di Desa Tlangoh diantara Dusun Temmana dan Pakerengan. Sebelum dikelola menjadi Kawasan wisata, Masyarakat sering kali membuang sampah rumah tangga dan seresah pada tepian pantai sehingga terbawa arus. Dampaknya adalah pencemaran laut dan berkurangnya nilai estetika lingkungan. Masyarakat juga memanfaatkan Pantai Tlangoh untuk penambangan pasir putih yang dampaknya dapat menyebabkan abrasi. Program CSR PHE-WMO melakukan pengelolaan lingkungan berbasis SDG’s dengan mengelola pantai. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian awal pengelolaan sampah pada Pantai Tlangoh setelah menjadi pariwisata. Metode yang digunakan eksperimen dengan mengetahui timbulan dan komposisi yang dapat di daur ulang. Dari hasil analisis proyeksi timbulan yang terjadi pada tahun 2019 mencapai 1488,32 m3/hari. Sehingga peran objek Wisata Pantai Tlangoh dapat mengurangi kebiasaan masyarakat yang terbiasa membuang sampah di tepi pantai dan melakukan penambangan pasir putih dan dapat mengurangi timbulan sampah yang ada. Komposisi sampah terbanyak yaitu pada saat sabtu dan minggu dengan komposisi terbanyak terdiri dari sampah plastik 30,7 %, sampah makanan 30,32%, dan sampah halaman/seresah 15,2%. Timbulan sampah yang dihasilkan dari masyarakat dan pengunjung 29,24 kg/hari. Dari potensi tersebut apabila pengolahan sampah secara 3R, dapat berpotensi mengolah 8,37 kg/hari. Potensi tersebut terdiri dari sampah makanan 2,89 kg/hari, sampah plastik 4,13 kg/ hari, sampah kertas 0,44 kg/hari, sampah logam 0,57 kg/hari, dan sampah kaca 0,57 kg/hari. Objek Wisata Pantai Tlangoh menambah pendapatan masyarakat di awal pandemik Covid-19 dan timbulan sampah yang berasal dari sebagian masyarakat sekitar.