Suharwanto Suharwanto
Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Mineral, UPN "Veteran" Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN BENCANA BERDASARKAN ANALISIS TINGKAT KERENTANAN AIRTANAH DI SEBAGIAN DESA SIDOARUM, KECAMATAN GODEAN, KABUPATEN SLEMAN, D.I YOGYAKARTA Sektiana Uyun Azizah; Vindy Vadia Utama; Ekha Yogafanny; Suharwanto Suharwanto
Jurnal Sains & Teknologi Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2021): SAINS & TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jstl.vol13.iss1.art5

Abstract

Menjadi daerah sub urban, Desa Sidoarum, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta mengalami peningkatan kebutuhan air karena pertambahan penduduk dari beberapa tahun belakangan. Jumlah penduduk yang terus meningkat mendukung terjadinya perluasan wilayah permukiman dan perkembangan sarana infrastruktur yang mendukung kegiatan masyarakat sehari-hari. Alih fungsi penggunaan lahan di suatu wilayah perlu disesuaikan dengan berbagai kegiatan masyarakat dan pemanfaatan ruang dalam upaya menjaga kondisi airtanah. Untuk mengetahui kondisi airtanah di sebagian Desa Sidoarum, maka bisa dianalisis berdasarkan tingkat kerentanan airtanah yang berkaitan dengan kondisi daerah penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui zonasi tingkat kerentanan airtanah terhadap pencemaran dengan metode DRASTIC dan penentuan manajemen bencana melalui metode analisis deskriptif kualitatif. Hasilnya terdapat 2 zonasi kerentanan airtanah, yaitu zonasi tingkat kerentanan tinggi dan zonasi tingkat kerentanan sangat tinggi. Model manajemen bencana yang digunakan adalah disaster risk reduction framework berupa identifikasi risiko bencana. Pelaksanaan manajemen bencana tersebut dibutuhkan arahan pemanfaatan ruang secara konsisten dan terpadu, serta Pemerintah baik daerah maupun pusat dapat membuat regulasi sistematis terkait pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan berdasarkan tingkat kerentanan airtanah. 
Kajian Potensi Mata Air Di Desa Hilitobara, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara Urbanilisa Fredlina Halawa; Suharwanto Suharwanto; Herwin Lukito
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.121 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.9490

Abstract

Lokasi mata air Zumo dan Bayo secara administrasi berada di Desa Hilitobara. Daerah penelitian tidak memiliki sungai sehingga masyarakat desa hanya memanfaatkan mata air sebagai sumber airnya. Mata air Bayo sering mengalami kekeringan ketika kemarau. Tujuan dari hasil penelitian ini adalah mengetahui potensi mata air dari segi kuantitas dan kualitas agar layak bagi masyarakat, kemudian akan dilakukan arahan pengelolaan. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan dari pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Potensi kedua mata airdari segi kuantitas mata air Bayo mengeluarkan rata-rata debit air 2.289.150,7 L/tahun, sedangkan mata air Zumo mengeluarkan rata-rata 43.693.655,04 L/tahun. Potensi dari segi kuantitas ini dapat memenuhi kebutuhan akan air bersih hingga 10 tahun mendatang. Potensi dari segi kualitas air dari kedua mata air semua cukup baik kecuali 1 Fe mata air Bayo. Arahan pengelolaan di daerah penelitian yaitu konservasi berupa pembuatan bak penampung, pompa serta pipa pendistribusian, pembuatan aerasi sistem venturi, dan teras gulud.Kata kunci: Mata Air, Mata Air Bayo, Mata Air Zumo, Konservasi, Konservasi Mata Air