Perkembangan di Kota Serang berdampak pada meningkatnya jumlah penduduk dimana sangat bergantung pada transportasi untuk melalukan aktifitas sehari – hari. Seiring peningkatan lalulintas kendaraan dan pejalan kaki, akan terjadi konflik yang besar di antara keduanya yakni kebutuhan menggunakan jalan bagi kendaraan untuk melintas dan pejalan kaki untuk menyeberangi ruas jalan tersebut. Masalah antara kendaraan dan pejalan kaki yang sudah sering terjadi adalah kemacetan dan kecelakaan yang tidak sedikit memakan korban. Biasanya masalah seperti ini disebabkan fasilitas penyeberangan yang tidak sesuai dengan perkembangan wilayahnya.Penelitian didepan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang bertujuan untuk mengetahui jenis fasilitas penyeberangan jalan dan untuk mengetahui design fasilitas penyeberangan jalan didepan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kota Serang. Menganalisa kebutuhan fasilitas penyeberangan jalan ini menggunakan panduan dari Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga Tahun 1995 tentang Tata Cara Perencanaan Fasilitas Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan dengan menggunakan rumus PV2 dimana P merupakan volume penyeberangan jalan (orang/jam) dan V merupakan volume arus kendaraan (km/jam) dan untuk mendesain fasilitas penyeberangan jalan menggunakan software google sketchup 2016.Hasil dari penelitian bahwa volume lalu lintas kendaraan dan volume penyeberang jalan dalam rumus PV2 menghasilkan PV2 maksimum pada pukul 07.00 – 08.00 dengan P = 365 orang/jam, V = 5344 (kendaraan/jam), maka menghasilkan PV2 = 1,0426 x 1010 dan hasil tersebut disesuaikan kedalam tabel penentuan fasilitas penyeberangan pejalan kaki menurut Bina Marga yang menghasilkan fasilitas berupa jembatan penyeberangan dengan kriteria P = 100 – 1250 orang/jam dan V = lebih besar 7000 kendaraan/jam, dan dengan PV2 = lebih besar 1010.