p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Geodesi Undip
Fauzi Janu Amarrohman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS GEOSPASIAL FAKTOR KETERSEDIAAN LAHAN KOSONG DAN POLA HARGA TANAH TERHADAP FENOMENA URBAN SPRAWL (Studi Kasus : Kabupaten Cilacap) Afifah Asis; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Cilacap memiliki banyak kegiatan industri di pusat kota misalnya pengisian LPG, Semen, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Perusahaan minyak, Pelabuhan Tanjung Intan. Adanya sektor industri yang berkembang pesat di Kabupaten Cilacap memberi dampak perkembangan pesat terhadap daerahnya. Banyak pekerja asing yang datang, perkembangan perekonomian, kebutuhan lahan yang tinggi menyebabkan terjadinya fenomena Urban Sprawl di Kabupaten Cilacap. Perkembangan merambat ke daerah pinggiran, perkembangan yang terjadi tidak teratur atau disebut dengan perkembangan kota leap frog (meloncat). Penelitian ini menggunakan metode Sistem Informasi Geografis, Pengindraan Jauh, serta survei lapangan untuk validasi data ketersediaan lahan kosong. Analisa hasil penelitian ini didapatkan bahwa Kecamatan Cilacap Utara memiliki data nilai jual objek pajak (NJOP) tertinggi tahun 2017 sebesar Rp 2.141.300,00 dan tahun 2019 sebesar Rp 2.223.000. Ketersediaan lahan kosong di Kabupaten Cilacap terkhusus wilayah penelitian seluas 13100.22 Ha atau 64.4% dari keseluruhan wilayah. Lahan kosong yang sudah dialokasikan seluas 23.9% dari keseluruhan lahan kosong yang tersedia atau seluas 3130.51 Ha. Lahan kosong yang belum dialokasikan seluas 9969.71 atau 76% dari keseluruhan luas lahan kosong yang ada. Keterkaitan terhadap fenomena Urban Sprawl yang ada di Kabupaten Cilacap ini menunjukan bahwa Kabupaten Cilacap memiliki pola perambetan perkembangan wilayah meloncat (leap frog) ditandai dengan adanya perkembangan yang sama di wilayah Kecamatan Kesugihan dan Kecamatan Kroya yang memiliki karakteristik yang berbeda. Kata Kunci : Kabupaten Cilacap, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Lahan Kosong, Urban Sprawl, leap frog. 
Analisis Nilai Tanah Akibat Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur Zezen Setiawan; Fauzi Janu Amarrohman; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38020

Abstract

KSPN Borobudur merupakan sebuah kawasan yang menjadi salah satu destinasi wisata prioritas di Indonesia. Pengembangan KSPN Borobudur direncanakan mulai tahun 2014 berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 58 Tahun 2014. Pengembangan tersebut dilakukan pada radius 5 kilometer dari pusat Candi Borobudur dan hal ini mempengaruhi nilai tanah di wilayah KSPN Borobudur. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis perubahan nilai tanah di Kecamatan Borobudur dari tahun 2017-2022. Penelitian ini juga menganalisis faktor aksesibilitas dan perubahan penggunaan lahan terhadap nilai tanah di Kecamatan Borobudur. Metode yang digunakan adalah analisis Zona Nilai Tanah (ZNT) berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan survei harga pasar wajar. Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data ZNT tahun 2017, data jaringan jalan tahun 2021, data NJOP tahun 2017 dan 2022, citra Spot-7, data survei harga pasar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Peningkatan NJOP tertinggi yaitu sebesar Rp1.376.000 tepatnya di Desa Borobudur peningkatan NJOP terendah yaitu sebesar Rp78.000 yang rata-rata terdapat di Desa Kenalan. NIR tertinggi terdapat pada zona 11 di Desa Borobudur dengan NIR sebesar Rp4.408.000 dan NIR terendah terdapat pada zona 67 di Desa Giritengah dengan NIR sebesar Rp278.000. Perubahan NIR tertinggi berdasarkan harga pasar wajar tahun 2017-2022 terletak pada zona zona 11 di Desa Borobudur dengan kenaikan sebesar Rp3.530.000. Perubahan NIR terendah teletak zona 53 di Desa Kebonsari dengan kenaikan sebesar Rp83.000. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa faktor aksesibilitas berpengaruh terhadap nilai tanah dengan hasil korelasi negatif yaitu jarak ke jalan kolektor dan jarak ke Candi Borobudur.KSPN Borobudur, Nilai Tanah, Zona Nilai Tanah (ZNT), NJOP, Faktor Aksesibilitas