p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Geodesi Undip
Hana Sugiastu Firdaus
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Penilaian Kualitas Data VGI (Voluntered Geographic Information : OpenstreetMap) Untuk Keperluan Tata Ruang (Studi Kasus : Kota Semarang) Dyah Setya Haningrum; L M Sabri; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.35821

Abstract

badan pemerintah mulai mengumpulkan informasi geospasial secara online dengan mengandalkan masyarakat dalam mengamati suatu kebutuhan atau permasalahan. Lalu, terdapat data yang memiliki ketersediaan terbatas dan kurang ter-update dalam penyediaannya data di mana salah satunya pada aspek tata ruang. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber informasi geografis sukarela di mana salah satu sumbernya adalah VGI (Volunteered Geographic Information) dengan contoh OpenStreetMap untuk membantu penyediaan data untuk keperluan tata ruang. Tetapi, dikarenakan data OpenStreetMap tersebut bersifat heterogen dan merupakan hasil dari berbagai kontributor dengan berbagai latar belakang maka dibutuhkan kajian evaluasi kualitas data menggunakan standarisasi yang diatur ISO 19157:2013. Lalu, lokasi penelitian berada di Kota Semarang dikarenakan para kontributor OpenStreetMap memiliki ketertarikan lebih pada daerah perkotaan. Sehingga, perhitungan kualitas data menghasilkan IGP (Indeks Grade Peta) yang akan dikategorikan sesuai kelas nilai A+, A, AB, BC, dan C. Penelitian ini menunjukkan data OpenStreetMap dengan nilai IGP 3.07 memiliki kualitas sempurna di kelas A+ untuk keperluan tata ruang. Kata Kunci : Tata Ruang, VGI (Volunteered Geographic Information), OpenStreetMap, Evaluasi Kualitas Spasial, ISO 19157:2013, Kota Semarang
Analisis Nilai Tanah Akibat Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur Zezen Setiawan; Fauzi Janu Amarrohman; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38020

Abstract

KSPN Borobudur merupakan sebuah kawasan yang menjadi salah satu destinasi wisata prioritas di Indonesia. Pengembangan KSPN Borobudur direncanakan mulai tahun 2014 berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 58 Tahun 2014. Pengembangan tersebut dilakukan pada radius 5 kilometer dari pusat Candi Borobudur dan hal ini mempengaruhi nilai tanah di wilayah KSPN Borobudur. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis perubahan nilai tanah di Kecamatan Borobudur dari tahun 2017-2022. Penelitian ini juga menganalisis faktor aksesibilitas dan perubahan penggunaan lahan terhadap nilai tanah di Kecamatan Borobudur. Metode yang digunakan adalah analisis Zona Nilai Tanah (ZNT) berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan survei harga pasar wajar. Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data ZNT tahun 2017, data jaringan jalan tahun 2021, data NJOP tahun 2017 dan 2022, citra Spot-7, data survei harga pasar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Peningkatan NJOP tertinggi yaitu sebesar Rp1.376.000 tepatnya di Desa Borobudur peningkatan NJOP terendah yaitu sebesar Rp78.000 yang rata-rata terdapat di Desa Kenalan. NIR tertinggi terdapat pada zona 11 di Desa Borobudur dengan NIR sebesar Rp4.408.000 dan NIR terendah terdapat pada zona 67 di Desa Giritengah dengan NIR sebesar Rp278.000. Perubahan NIR tertinggi berdasarkan harga pasar wajar tahun 2017-2022 terletak pada zona zona 11 di Desa Borobudur dengan kenaikan sebesar Rp3.530.000. Perubahan NIR terendah teletak zona 53 di Desa Kebonsari dengan kenaikan sebesar Rp83.000. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa faktor aksesibilitas berpengaruh terhadap nilai tanah dengan hasil korelasi negatif yaitu jarak ke jalan kolektor dan jarak ke Candi Borobudur.KSPN Borobudur, Nilai Tanah, Zona Nilai Tanah (ZNT), NJOP, Faktor Aksesibilitas