Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA DENGAN PROJECT CRASHING DAN TAHAPAN DETERMINISTIK LEAST COST SCHEDULING Andi Maddeppungeng; Azhara Yudha Pradipta
Jurnal Fondasi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.822 KB) | DOI: 10.36055/jft.v3i1.1715

Abstract

Suatu proyek dilaksanakan dengan biaya dan durasi yang telah direncanakan sebelumnya, tetapi dalam pelaksanaannya sering kali tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Durasi awal proyek Pembangunan Pabrik Pipa Baja Tanpa Kampuh (Seamless Steel Pipe) PT. Artas Energi Petrogas, Cilegon yaitu 330 hari, tetapi diperpanjang selama 430 hari. Keterlambatan di dalam suatu proyek bisa disebabkan oleh beberapa hal, maka dilakukan percepatan untuk mengatasi keterlambatan tersebut. Project Crashing dan Least Cost Scheduling merupakan metode yang sering digunakan untuk melakukan percepatan guna memperoleh biaya dan durasi optimal. Schedule normal dibuat network planning, yaitu PDM (precedence diagram method) untuk kemudian diidentifikasi item pekerjaan mana saja yang termasuk ke dalam jalur kritis. Jalur kritis inilah yang selanjutnya yang akan diperpendek durasinya dengan alternatif project crashing yang dilakukan adalah dengan penambahan jam kerja (lembur). Setelah melakukan analisis pendekatan studi kasus pada proyek Pembangunan Pabrik Pipa Baja Tanpa Kampuh (Seamless Steel Pipe) PT. Artas Energi Petrogas, didapatkan hasil biaya optimal jika memilih durasi normal 430 hari dengan total biaya Rp 26.457.738.538 dan waktu akan optimal jika memilih biaya Rp 29.926.478.323 (setelah crashing) dengan total durasi 331 hari