Joseph Iskendiarso Sigit
Pharmacology-Clinical Pharmacy Research Group, School of Pharmacy, Institut Teknologi Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Antipsychotic Use Evaluation on First Episode Schizophrenic Patients at Jambi Psychiatric Hospital Rifani Bhakti Natari; Elin Yulinah Sukandar; Joseph Iskendiarso Sigit
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 37 No. 4 (2012)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patients with first episode schizophrenia need relatively lower effective antipsychotic doses, had higher sensitivity toward side effects and symptoms free response were easier to achieve compared to multi episode schizophrenic patients. This episode is the critical stage that will affect further development of the disease. Antipsychotic use evaluation was needed to achieve an optimal therapy for first episode schizophrenic patients. Study was conducted using retrospective method. The data were taken from medical records, nurse monitoring forms and consultation with health care professionals. The study showed that the most prescribed antipsychotic was the combination of chlorpromazine and haloperidol (37.12%), risperidone was the most prescribed antipsychotic as single therapy (35.71%) and there were 34.29% therapeutic regiments that higher than recommended dose. The most prescribed drug that added to the antipsychotic therapy was trihexyphenidyl (69.29%). There were 97 drug interaction cases with six pharmacokinetic interaction cases which dosage adjustment was needed. There were seven patients (17.07%) that had continued therapy until 10 months and four cases of relapse ought to alcohol consumption (one case) and therapeutic non adherence (three cases). The pharmacotherapy guideline for first episode schizophrenia patients in Jambi Psychiatric Hospital is needed to be revised ought to some differences between prescribed antipsychotic and recommended guidelines.Keywords: Drug Use Evaluation, Antipsychotic, First-Episode SchizophreniaPasien dengan serangan skizofrenia pertama biasanya membutuhkan dosis antipsikotik yang lebih rendah, sensitifitas yang lebih tinggi dalam memperoleh efek samping dan lebih mudah mencapai respon bebas dari gejala dibandingkan dengan pasien dengan serangan skizofrenia yang berulang. Serangan ini merupakan tahapan kriitis yang dapat memengaruhi perkembahan penyakit pasien. Evaluasi penggunaan antipsikotik dibutuhkan untuk mencapai terapi yang optimal pada pasien dengan skizofrenia serangan pertama. Penelitian ini dibentuk menggunakan metode retrospektif. Data penelitian didapatkan dari rekam medik, formulir pemantauan suster dan konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional. Penelitian ini menunjukkan bahwa antipsikotik yang paling banyak diresepkan yaitu kombinasi antara klorpromazin dan haloperidol (31,12%), risperidon merupakan antipsikotik yang paling banyak diresepkan pada terapi tunggal (35,71%), dan didapatkan 34,29% regimen terapi yang berada di atas rentang dosis yang direkomendasikan. Obat tambahan yang paling sering diresepkan pada terapi bersama dengan antipsikotik yaitu triheksifenidil (62,29%). Pada penelitian ini terdapat 97 kasus interaksi obat dengan 6 kasus interaksi farmakokinetik yang mana memerlukan penyesuaian dosis. Pada penelitian ini juga ditemukan 7 orang pasien (17,07%) yang melanjutkan terapi hingga 10 bulan dan 4 kasus kambuhan akibat pengonsumsian alcohol (satu kasus) dan ketidakpatuhan terapi (3 kasus). Algoritma terapi pada pasien skizofrenia serangan pertama di Rumah Sakit Psikiatrik jambi perlu ditinjau ulang karena adanya perbedaan peresepan antipsikotik yang dilakukan dengan algoritma yang disarankan.Kata kunci : Evaluasi Penggunaan Obat, Antipsikotik, Skizofrenia Serangan Pertama
Uji Efek Penurunan Tekanan Darah Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) pada Tikus Wistar Jantan Elin Yulinah Sukandar; Joseph Iskendiarso Sigit; Noviana Puspita Dewi
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 39 No. 1 & 2 (2014)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia. Salah satu tanaman yang digunakan masyarakat luas untuk menurunkan tekanan darah adalah daun sirsak (Annona muricata L.). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek penurunan tekanan darah dari ekstrak etanol daun sirsak dengan dosis 25 mg/kg bb, 50 mg/kg bb, dan 100 mg/kg bb. Uji efek penurunan tekanan darah dilakukan dengan dua metode, yaitu uji diuretik dan saluretik dengan obat pembanding furosemid, serta pengukuran tekanan darah secara noninvansif dengan AD Instrument menggunakan obat pembanding atenolol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirsak mulai dosis 25 mg/kg bb memiliki efek diuretik lemah dibandingkan dengan furosemid dan tidak memiliki efek saluretik. Ekstrak etanol daun sirsak mulai dosis 25 mg/kg bb juga dapat menghambat peningkatan tekanan darah sistol setelah induksi adrenalin pada pemberian secara oral terhadap tikus Wistar jantan.Kata Kunci: antihipertensi, daun sirsak, diuretik, sistolAbstractHypertension is one of the high prevalence disease in Indonesia. Soursop (Annona muricata L.) leaves has been known by people can decrease systolic blood pressure. The objective of this research is to test the effect of soursop leaves extract doses of 25 mg/kg bw, 50 mg/kg bw, and 100 mg/kg bw as antihypertension agent in male rats Wistar. In this research, antihypertensive effect carried out by two methods, the diuretic test with furosemide as a comparator drug and blood pressure measurements with the AD Instrument with atenolol as a comparator drug. From this research it is known that soursop leaf ethanol extract doses of 25 mg/kg bw has a weak diuretic effect compared with furosemide and have no mechanism of sodium ion excretion in the urine. Soursop leaf ethanol extract doses of 25 mg/kg bw also can inhibit an increase in systolic blood pressure after administration of adrenaline to male Wistar rats.Keywords: antihypertensive, soursop leaves, diuretic, systole