Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENERAPAN KONSEP EARNED VALUE METHOD SEBAGAI ALAT UKUR KINERJA BIAYA DAN JADWAL PADA PEKERJAAN BEKISTING (Studi kasus :Proyek Pembangunan The Rimba Ayana Hotel oleh PT Anda Jaya Perkasa) Prasetya, Sandi; Setyanto, Nasir Widha; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.073 KB)

Abstract

Abstrak   Penelitian ini merupakan penerapan sebuah tools perencanaan dan pengendalian pada proyek dengan menggunakan Earned Value Method yang tidak digunakan oleh PT Anda Jaya Perkasa. Metode yang digunakan adalah melakukan pengukuran kinerja biaya dan jadwal dari proyek, penentuan akar penyebab masalah pembengkakan biaya dan keterlambatan penyelesaian, dilanjutkan dengan melakukan rescheduling sebagai rencana perbaikan. Hasil penelitian ini diketahui proyek mengalami cost overrun dan schedule underrun di setiap periode pelaksanaan. Penyebab utama masalah keterlambatan proyek adalah hujan yang mengakibatkan area kerja menjadi tidak siap dilaksanakan pekerjaan bekisting, pengiriman material yang terhambat oleh akses jalan dan pengambilalihan pekerjaan oleh kontraktor utama. Penyebab utama masalah pembengkakan biaya adalah pembelian part system yang seharusnya menggunakan rental, harga kayu di lapangan lebih tinggi dari anggaran, perubahan gambar yang menyebabkan material tidak bisa digunakan lagi dan tenaga kerja yang meminta dibayar harian. Jika volume proyek tetap 50.000m2 formulasi dengan EVM menunjukkan total pengeluaran di akhir proyek sebesar Rp 5.307.057.653, dengan estimasi waktu penyelesaian proyek 38 hari kerja dari periode akhir penelitian. Jika volume pekerjaan seperti saat identifikasi ulang pekerjaan sebesar 47.722,60 m2, maka prediksi total pengeluaran diakhir proyek adalah Rp 5.065.331.377 dan estimasi waktu penyelesaian proyek 44 hari kerja. Setelah dilakukan penjadwalan ulang dengan PDM didapatkan total pengeluaran di akhir proyek sebesar Rp 5.048.545.894 dengan estimasi waktu penyelesaian 59 hari kerja dari periode akhir penelitian. Kata Kunci: Manajemen Proyek, Bekisting, EVM, PDM, Estimasi biaya penyelessaian, Estimasi waktu penyelesaian
OPTIMASI PERENCANAAN LEVEL PRODUCTION UNTUK PERISHABLE PRODUCT MENGGUNAKAN INTEGER LINEAR PROGRAMMING (Studi Kasus : KUD Dau Malang) Dewi, Sartika Kusuma; Rahman, Arif; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.129 KB)

Abstract

Abstrak Susu pasteurisasi merupakan salah satu produk yang dihasilkan Unit KUD Dau Malang. Perusahaan memproduksi susu pasteurisasi dalam kemasan 140 cc dan 200 cc dengan menggunakan sistem produksi make to stock. Perencanaan jumlah produksi pada perishable product yang mempunyai masa umur  relatif pendek dengan permintaan berfluktuasi akan menghadapi resiko kerugian akibat produk rusak sebelum terjual. Perusahaan dihadapkan pada pilihan overstock ketika produksi melebihi permintaan dan shortage ketika jumlah permintaan melebihi jumlah produksi. KUD Dau memiliki batas penyimpanan produk hingga 2 hari, dan ketika produk masih belum terjual pada hari kedua maka barang tersebut akan dibuang.Penelitian ini mempergunakan pendekatan Integer Linear Programming untuk meminimalir total biaya akibat adanya ketidaksesuaian perencanaan produksi. Pendekatan Integer Linear Programming yang diformulasikan dengan satufungsi tujuan untuk meminimasi biaya yang meliputi biaya overstock, shortage dan scrapped.dan dibatasi beberapa fungsi kendala berkaitan dengan variabel overstock, shortage, scrapped dan semua variabel yang terdapat pada persamaan dalam bentuk bilangan non-negatif. Kata Kunci:Production planning, level production, perishable product, cost minimization, integer linear programming.
ANALISIS PRODUKTIVITAS MELALUI PENDEKATAN THE AMERICAN PRODUCTIVTY CENTER MODEL (Studi Kasus PT. Sang Hyang Seri (Persero) Kantor Regional III Malang) Ardheanne, Chikitita; Setyanto, Nasir Widha; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.611 KB)

Abstract

Abstrak   PT. Sang Hyang Seri (Persero) merupakan perintis dan pelopor usaha perbenihan di Indonesia serta satu-satunya BUMN yang mempunyai core business perbenihan pertanian. Penelitian ini menggunakan metode APC (American Productivity Center), agar perusahaan dapat mengetahui tingkat produktivitas dan hubungan secara langsung antara profitabilitas dengan produktivitas dan perbaikan harga. Identifikasi penyebab naik turunnya produktivitas yang dicapai perusahaan dilakukan dengan menggunakan Root cause Analysis. Yang perlu ditingkatkan dari hasil analisis adalah output yang minim  karena tidak ada  penjualan padi hibrida, dan terdapat benih yang tidak terjual. Maka dari itu perlu adanya perbaikan penjualan, salah satunya dengan kesepakatan dua pihak terkait mengenai perjanjian jual beli dan perbaikan   kualitas dan inovasi produk untuk peningkatan pendapatan perusahaan. Cara untuk menghindari biaya total input yang tinggi yaitu perlunya dilakukan perbaikan perencanaan proses produksi untuk mengurangi biaya perawatan material maupun biaya labor yang menyebabkan profit perusahaan menurun. Kata Kunci:input, output, produktivitas, profitabilitas, perbaikan harga, american productivity center
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS DENGAN PENDEKATAN CELLULAR MANUFACTURING SYSTEM (STUDI KASUS DI PT. MALANG INDAH) Soraya, Yofa Hepi; Tama, Ishardita Pambudi; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.659 KB)

Abstract

Abstrak PT. Malang Indah merupakan perusahaan yang bergerak di industri pembuatan material bangunan seperti Genteng, Batako, dan Paving. PT. Malang Indah memiliki mesin-mesin khusus dalam proses produksi material-material tersebut. Tipe produksi pada perusahaan ini adalah Make to Order (MTO) dan Make to Stock (MTS). Tetapi PT. Malang Indah lebih menekankan pada tipe Make to Stock (MTS), hal ini bertujuan agar PT. Malang Indah tidak kehilangan pelanggan yang dikarenakan tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggan setiap saat.Dalam pengamatan yang dilakukan di bagian produksi PT. Malang Indah, terdapat fasilitas berupa mesin-mesin produksi yang belum dikelompokkan berdasarkan tipe proses produksi dan jenis produk yang dihasilkan. Tata letak fasilitas seperti ini tentunya akan menghambat kelancaran proses produksi dan mengakibatkan besarnya jarak dan waktu pemindahan bahan atau material handling. Waktu pemindahan bahan untuk proses produksi seluruh produk pada saat ini juga cukup signifikan. Pada penelitian ini, mesin-mesin produksi dikelompokkan berdasarkan proses produksi dan produknya kedalam sel manufaktur atau disebut juga “manufacturing cell” dengan menggunakan Algoritma Genetik. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengelompokan mesin dengan pendekatan Cellular Manufacturing System berdasarkan Algoritma Genetik, dan menghasilkan 3 buah sel manufaktur. Dari pengelompokan tersebut dihasilkan 3 buah layout alternatif, dan dipilih layout 3 karena secara keseluruhan memiliki total jarak terpendek.   Kata kunci: Algoritma Genetik, Cellular Manufacturing System.
PENDEKATAN LEAN HEALTHCARE UNTUK MEMINIMASI WASTE DI RUMAH SAKIT ISLAM UNISMA MALANG Adellia, Yolla; Setyanto, Nasir Widha; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.094 KB)

Abstract

Abstrak Lean adalah suatu upaya terus-menerus untuk menghilangkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk, baik barang maupun jasa, kepada pelanggan. Lean yang diterapkan dalam industri kesehatan disebut juga lean healthcare. Salah satu Rumah Sakit swasta yang ada di daerah Malang yakni Rumah Sakit Islam Unisma. Penelitian ini akan difokuskan pada waste yang ditemukan di Unit Rawat Jalan dan Rawat Inap, yang mana kondisi saat ini masih terdapat aktivitas yang tergolong waste. Pada penelitian ini Big Picture Mapping digunakan untuk mengidentifikasi proses yang ada di dalam instalasi rawat jalan dan rawat inap. Identifikasi aktivitas sepanjang big picture mapping bertujuan untuk mengetahui dan menghitung presentase aktivitas-aktivitas yang termasuk kategori aktivitas yang memberikan nilai tambah, aktivitas yang penting namun tidak memberikan nilai tambah, dan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Fishbone Diagram digunakan untuk menganalisis sebab dan akibat suatu permasalahan sehingga ditemukan akar permasalahan dari waste kritis yang terjadi. FMEA digunakan  untuk mengidentifikasi dan memberikan prioritas kegagalan. Hasil dari  FMEA menunjukkan penyebab kritis dari waste motion adalah kondisi tata letak dokumen dalam rak pada ruang penyimpanan status rekam medis belum ergonomis, penyebab kritis dari waste transportation adalah petunjuk ruang kurang jelas, penyebab kritis dari waste waiting adalah penulisan keterangan obat di rak kurang jelas dan sudah jelek, penataan kertas resep obat tidak rapi, hanya ada satu loket resep obat, sedangkan penyebab kritis dari waste defect adalah tulisan petunjuk ruang berwarna sama dengan warna pintu dan petunjuk ruang terlalu kecil. Alternatif solusi yang diusulkan yakni peletakan dokumen pada rak ruang penyimpanan status rekam medis pada tempat yang jauh lebih ergonomis, , pembuatan alat kontrol visual, pengkondisian meja pegawai,  denah rumah sakit yang dilengkapi dengan detail foto, diagram alir pelayanan, perbaikan papan nama, pembedaan loket resep racikan dan non racikan, pemberian  nomer antrian, dan pelabelan pada rak obat. Kata Kunci : Big Picture Mapping, Fishbone, FMEA dan Lean Healthcare.
PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA GUNA MENGURANGI WASTE PADA PROSES PRODUKSI GENTENG DAN PAVING (STUDI KASUS DI PT. MALANG INDAH) Pertiwi, Jiwarani Ambar; Setyanto, Nasir Widha; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.477 KB)

Abstract

Abstrak PT. Malang Indah merupakan salah satu perusahaan di kota Malang yang memproduksi bahan bangunan, misalnya genteng dan paving. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi waste apa saja yang terjadi dan upaya apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi waste tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan konsep Lean Six Sigma untuk mengidentifikasi dan meminimasi waste. Dengan pendekatan Lean Six Sigma, diharapkan waste yang terjadi di PT.Malang Indah dapat berkurang tiap bulannya. Tahapan penelitian yang dilakukan mengikuti siklus DMAIC. Tool FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) digunakan untuk menganalisa dan dicari kemungkinan kegagalan (failure) yang akan terjadi atau yang sudah terjadi. Berdasarkan failure yang ditemukan, usulan perbaikan disusun untuk mencegah kesalahan mengatasi kesalahan yang terjadi terutama akibat human error. Usulan perbaikan disusun menggunakan tool poka yoke, dimana tool ini dapat mengantisipasi kegagalan yang mungkin terjadi dan meningkatkan ketelitian karyawan dalam bekerja. Hasil penelitian ini menunjukan adanya 6 jenis waste yang terjadi pada proses produksi genteng royal yaitu Environmental, Health, and Safety (EHS), Defect, Overproduction, Waiting, Transportation, dan Excess Processing serta 5 jenis waste yang terjadi pada proses produksi paving kotak yaitu Environmental, Health, and Safety (EHS), Defect, Overproduction, Waiting, dan Excess Processing. Usulan perbaikan yang diajukan berupa pembuatan penahan dari kayu, penempelan peringatan berbentuk poster di dinding area proses pencetakan, prosedur penumpukan dan pengangkutan produk, alat perata cetakan berbentuk (T) terbuat dari kayu, dan SOP proses pencampuran paving kotak. Kata Kunci: DMAIC, E-DOWNTIME Waste, FMEA, Lean Six Sigma, Poka Yoke.
ANALISA KETIDAKSESUAIAN PERSYARATAN CARA PRODUKSI PANGAN YANG BAIK UNTUK INDUSTRI RUMAH TANGGA (CPPB-IRT) UNTUK MEMINIMASI KONTAMINASI PRODUK ROTI (Studi Kasus : Perusahaan X) Sonaru, Amanda Cahayani; Rahman, Arif; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.624 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisa mengenai ketidaksesuaian kondisi di Perusahaan X terhadap persyaratan dari pedoman Cara Pengolahan Pangan Yang Baik Untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT) dikeluarkan oleh BPOM pada tahun 2012 yang berisi 14 aspek yang terdiri dalam beberapa elemen aspek. Berdasarkan analisa di Perusahaan X dan berdasarkan hasil identifikasi yang masuk da lam kategori minor, mayor, serius, dan kritikal terdapat 11 aspek. Berdasarkan hasil analisa ditemukan 3 sub aspek dari 2 aspek yang masuk dalam kategori serius dan 9 sub aspek dari 5 aspek yang masuk dalam kategori kritikal. Terhadap kategori serius dan kritikal dengan didapatkan permasalahan-permasalahan utama yaitu permasalahan toilet, permasalahan karyawan yang sakit, permasalahan wastafel (tempat cuci tangan), permasalahan tempat sampah, permasalahan peralatan, dan permasalahan kebiasaan karyawan. Semua permasalahan tersebut dicari penyebabnya dengan menggunakan Root Cause Analysis (RCA). Usulan perbaikan yang diberikan terhadap masing-masing permasalahan tersebut diantaranya adalah perbaikan Tata Letak Fasilitas dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP), pelatihan, pembuatan Peraturan Rutin Karyawan Produksi dan Standard Operating Procedure Kebersihan di Area Produksi, penghapusan karat rak roti tawar matang dan pelapisan permukaan rak dengan cat. Setelah dilakukan upaya –upaya perbaikan yang memperhatikan faktor keamanan pangan, kontaminasi pada produk olahan roti dapat diminimalkan. Kata kunci : Analisa Ketidaksesuaian, Kontaminasi Produk, Cara Pengolahan Pangan Yang Baik Untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), Root Cause Analysis (RCA)
PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA UNTUK MENGURANGI WASTE PROSES PRODUKSI BROWN PAPER (Studi Kasus: PT Kertas Leces, Kabupaten Probolinggo) Annisa, Novia Alvin Nur; Sugiono, Sugiono; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.146 KB)

Abstract

Abstrak PT Kertas Leces merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang produksi pulp dan kertas. Pada proses produksinya, masih sering dijumpai terjadinya waste.Untuk mengurangi waste yang teridentifikasi, digunakan pendekatan lean six sigma melalui upaya peningkatan terus-menerus. Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini berdasarkan siklus define, measure, analyse, improve, dan control (DMAIC). Hasil penelitian menunjukkan teridentifikasi 5 jenis waste pada proses produksi brown paper yakni defect, waiting, unnecessary inventory, inappropriate processing, dan excess transportation. Rekomendasi perbaikan diberikan terhadap waste dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sesuai pengolahan data pada Failure Mode and Effect Analyze (FMEA). Rekomendasi perbaikan yang diberikan adalah mengganti alat material handling dengan menggunakan tangga berjalan, melakukan kegiatan maintenance yang tepat dengan melakukan penggantian periodik pada komponen Wire Part, penggunaan label peringatan, serta evaluasi dan pemilihan supplier yang optimal. Setelah diberikan rekomendasi perbaikan, langkah selanjutnya adalah memperkirakan penurunan nilai RPN pada FMEA berdasarkan rekomendasi yang diberikan. Kata kunci: Lean Six Sigma, waste, DMAIC, FMEA.  
IMPLEMENTASI LEAN SIGMA UNTUK PENURUNAN NILAI COST OF POOR QUALITY KAIN EKSPOR KELAS A (Studi Kasus : Departemen Finishing PT Mertex Indonesia) Dewi, Galuh Ratna; Sugiono, Sugiono; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.273 KB)

Abstract

Abstrak Departemen Finishing PT Mertex Indonesia bertugas mengolah kain mentah menjadi produk kain jadi. Dalam menjalankan produksinya, Departemen Finishing masih mengalami pemborosan. Pemborosan (waste) sebagai internal failure menyebabkan cost of poor quality yang membuat perusahaan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan. Tujuan penelitian ini adalah agar perusahaan dapat meningkatkan kualitas proses produksi dan menurunkan nilai cost of poor quality dengan menggunakan pendekatan lean sigma. Tahap awal dalam penelitian adalah mengidentifikasi alur proses produksi dan menggambarkan hasilnya melalui value stream mapping (VSM). Kemudian melakukan klasifikasi aktivitas dan melakukan identifikasi waste. Jenis waste yang dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah seven waste. Setelah itu dicari nilai cost of poor quality (COPQ) dari masing-masing waste untuk mendapatkan waste berpengaruh berdasarkan nilai COPQ yang terbesar. Setelah itu dicari akar penyebab permasalahan dengan root cause analysis (RCA) dan prioritas waste yang harus diperbaiki dengan failure mode and effect analysis (FMEA). Dari alternatif perbaikan dipilih yang terbaik menggunakan value based management berdasarkan nilai value yang tertinggi. Melalui konsep value based management didapatkan alternatif perbaikan terpilih yaitu mengganti proses pengemasan manual dengan proses pengemasan otomatis dengan membeli mesin pengemas otomatis, menjaga kestabilan rolling mesin, melakukan preventive maintenance secara teratur dan melakukan pemasangan expander roll pada roll mesin. Setelah dilakukan rekomendasi perbaikan diharapkan nilai sigma dapat meningkat dan cost of poor quality dapat menurun. Kata kunci : Kualitas, Lean Sigma, waste, cost of poor quality, FMEA, value-based management.
PERBANDINGAN METODE PERT DAN FUZZY LOGIC APPLICATION FOR SCHEDULLING (FLASH) PADA PENJADWALAN PROSES FABRIKASI BOILER (Studi Kasus: PT Indonesian Marine Corp. Ltd.) Vizkia, Naura; Sugiono, Sugiono; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.538 KB)

Abstract

Abstrak PT Indonesian Marine Corp. Ltd. (Indomarine) saat ini menggunakan Critical Path Method (CPM) dalam melakukan penjadwalan proses fabrikasi boiler. Pada pelaksanaannya, sering terjadi ketidaksesuaian waktu penyelesaian proses fabrikasi antara rencana dengan aktualnya. Untuk mendapatkan metode yang memberikan hasil penjadwalan yang paling optimal, penelitian ini membandingkan waktu penyelesaian proses fabrikasi pada boiler menggunakan metode saat ini (CPM), PERT dan Fuzzy Logic Application for Scheduling (FLASH) terhadap waktu aktualnya. Di akhir penelitian juga dibandingkan terminologi probabilitas dan posibilitas dalam memperkirakan waktu penyelesaian proses fabrikasi. Berdasarkan hasil analisis dan perbandingan metode, PERT memberikan rata-rata waktu penyelesaian proyek paling optimal untuk kedua produk yaitu Boiler WR-11100 FM selama 147 hari  dan Fire Tube Boiler F 30 L selama 37 hari dengan selisih terhadap waktu penyelesaian aktual terkecil masing-masing 11 dan 6 hari. Terdapat perbedaan antara probabilitas dan posibilitas, dimana besarnya probabilitas bergantung pada standar deviasi serta perbedaan nilai yang dicari dengan rata-ratanya, sedangkan posibilitas akan semakin besar jika nilai tersebut mendekati nilai most likely-nya. Kata kunci : Penjadwalan Proyek, PERT, FLASH, CPM, Probabilitas, Posibilitas