Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE LEAN SIX SIGMA SEBAGAI UPAYA MEMINIMASI WASTE PADA PRODUKSI LINK BELT DI PT PINDAD PERSERO Utami, Sindy Putri; Setyanto, Nasir Widha; Mada Tantrika, Ceria Farela
Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.706 KB)

Abstract

Abstrak Lean six sigma merupakan kombinasi antara konsep lean dan six sigma untuk mengidentifikasi dan menghilangkan waste melalui peningkatan terus-menerus untuk mencapai tingkat kinerja enam sigma. PT Pindad (Persero) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi peralatan pertahanan keamanan (produk militer). Pada PT Pindad (Persero) masih terdapat permasalahan, khususnya pada bagian produksi link belt. Tahapan pada penelitian ini menggunakan tahap define, measure, analyze, dan improve (DMAI). Pada tahap define dengan value stream mapping teridentifikasi tujuh type waste yaitu waiting, defect, overproduction, unnecessary inventory, inappropriate processing, excessive transportation, dan unnecessary motion. Dari ketujuh waste tersebut, terdapat tiga waste yang paling berpengaruh berdasarkan tabel FMEA yaitu waiting dengan nilai RPN sebesar 540, unnecessary motion dengan nilai RPN sebesar 267, dan defect dengan nilai RPN sebesar 160. Beberapa rekomendasi perbaikan yang diusulkan berdasarkan konsep lean antara lain perancangan kartu kanban terkait waiting, modifikasi alat bantu material handling terkait unnecessary motion, dan perancangan checklist serta poster peringatan untuk defect.   Kata kunci: lean six sigma, value stream mapping, FMEA, kanban.
Pemanfaatan Jahe (Zingiber Officinale) Sebagai Teh Herbal Untuk Penambah Daya Tahan Tubuh di Desa Titi Putih Kecamatan Lima Puluh Pesisir Yuniarti, Rafita; Muslim, Nur’Aini Jumah; Utami, Sindy Putri; Sari, Novia; Maharani, Suci; Aula, Rizki Pebri
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2265

Abstract

Di era modern, masyarakat pedesaan sering menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan konvensional, sehingga tanaman herbal lokal seperti jahe (Zingiber officinale) menjadi alternatif relevan untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh. Di Desa Titi Putih, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia, survei awal menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap potensi tanaman obat tradisional rendah, hanya 30% responden yang tahu manfaat farmakologis jahe. Jahe kaya senyawa bioaktif seperti gingerol, shogaol, dan zingerone, yang terbukti memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan imunomodulator melalui studi farmasi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat Desa Titi Putih dalam memanfaatkan jahe sebagai teh herbal fungsional untuk penambah daya tahan tubuh. Fokusnya pada sosialisasi farmakologi jahe, pelatihan formulasi teh, dan evaluasi dampak pemberdayaan komunitas, guna integrasikan pengetahuan farmasi tradisional ke gaya hidup sehari-hari. Penelitian bersifat deskriptif-aplikatif dengan pendekatan partisipatif melalui KKN selama 40 hari, melibatkan 25 mahasiswa farmasi dan 150 warga desa. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan signifikan: skor pra-kegiatan 2,1 naik ke 3,4 pasca-kegiatan (62%, p<0,001), terutama pemahaman gingerol sebagai antioksidan dan jahe sebagai imunobooster. 85% partisipan kuasai teknik pembuatan teh, kepuasan rasa (aroma hangat, pedas ringan) 92%. Observasi positif terhadap kemudahan produksi rumah (<15 menit) dan komersialisasi, 70% warga minat kembangkan teh jahe kemasan. Tidak ada efek samping signifikan, tapi saran pantau gangguan pencernaan. Teh jahe efektif sebagai minuman fungsional dukung daya tahan tubuh via senyawa bioaktif, tingkatkan literasi farmasi di Desa Titi Putih. KKN sukses transfer pengetahuan dan buka peluang ekonomi berbasis kearifan lokal, seperti usaha rumahan teh herbal. Rekomendasi: uji klinis lanjutan validasi efikasi imunomodulator pada populasi rentan. Pendekatan ini replikasi di pedesaan lain untuk kesehatan berbasis farmasi alami.