Bambang Yunianto
Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGUJIAN DIRECT EVAPORATIVE COOLING POSISI VERTIKAL DENGAN ALIRAN BERLAWANAN ARAH Ruben Ruben; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.544 KB)

Abstract

Direct evaporative cooling (DEC) merupakan sebuah mesin pendingin yang menggunakan media pendinginan air. Prinsipnya adalah mengontakkan air langsung ke udara dengan tujuan menurunkan temperatur dan menambah kelembaban. Pengujian ini bertujuan untuk mendapatkan temperatur, kelembaban relatif dan efisiensi yang dihasilkan dari alat DEC ini. Sedangkan parameter seperti temperatur dan kelembaban relatif masuk divariasikan pada ruang pengkondisian udara. Hasil pengujian ini menunjukan bahwa perubahan temperatur keluar berkisar antara 5-11oC dan kelembaban relatif yang dihasilkan berkisar antara 75-82%. Sementara efektifitas yang dicapai berkisar antara 30-100%. Pengujian ini dilakukan pada tiga variasi debit semburan yang menunjukan bahwa variasi debit semburan yang kecil tidak menunjukan perbedaan besar pada hasil pengujian.
KAJIAN EKSPERIMENTAL DAN SIMULASI NUMERIK DISTRIBUSI TEKANAN STATIS PADA SUDDEN EXPANSION CHANNEL Sigit Prabowo; Khoiri Rozi; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.581 KB)

Abstract

Dalam sudden expansion channel banyak fenomena yang terjadi seperti resirkulasi, separasi atau vortex yang muncul dalam aliran. Pada penelitian ini menggunakan sudden expansion dengan ER 4:7. Aliran fluida adalah turbulen steadi dengan variasi Re 80000 sampai 120000. Metode eksperimen untuk mengukur distribusi tekanan statis pada expansion surface. Metode numerik dilakukan dengan memggunakan software Ansys 14 dengan input yang sama parameter eksperimen.  Semakin tinggi Re, maka coefficient pressure (Cp) akan semakin besar. Pada daerah upstream ditunjukkan bahwa momentum aliran cukup kuat untuk mengatasi gaya viskos, sehingga energi kinetis aliran meningkat cukup signifikan untuk membawa aliran dalam kondisi favorable. Pada daerah upstream, semakin menuju area ekspansi maka kecepatan meningkat, sebaliknya pada downstream semakin menuju exit saluran maka kecepatan semakin menurun, ini dikarenakan kuatnya adverse pressure gradient (APG) pada ujung akhir saluran.Hasil Visualisasi barisan skin friction line pada expansion surface menunjukan adanya penundaan separasi seiring peningkatan Re. Aliran tidak simetris tapi berbelok. Pada hasil simulasi menunjukkan kesamaan dengan hasil eksperimen.
PENGARUH JENIS WATER SPRAYER TERHADAP EFEKTIVITAS DIRECT EVAPORATIVE COOLING TANPA MENGGUNAKAN COOLING PAD Nugroho Epri Isnandi; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.191 KB)

Abstract

Evaporative cooler technology originated from the concept of cooling the air with water media. Where the air is cooled by means of direct contacting between water and air , resulting in heat transfer from the air to the water which resulted in the evaporation process , so that the air temperature down  and the humidity was rising value . This study aimed to determine effect of water sprayer on the direct evaporative cooler . The study was conducted with the experiment . Research variable is the type of water sprayer with a variation of 1, 5 and 7 holes. The data captured includes data input temperature , RH input , output temperature and RH output . These data are used to determine the decrease in DBT  ( Dry Bulb Temperature) , and WBT ( Wet Bulb Temperature) . The result of the calculation is shown in tables and graphs and analyzed based on existing theory. The results showed that the type of water sprayer  affect the temperature decrease and increase air humidity output direct evaporative cooler which affect the effectiveness. In direct evaporative cooler mounting holes have a water sprayer 1 effectiveness by 90% which is highest among the water sprayer which only has 5 holes effectiveness of 78% and a water sprayer 7 holes with a 74% effectiveness.
PENGARUH JENIS SPRAYER TERHADAP EFEKTIVITAS DIRECT EVAPORATIVE COOLING DENGAN COOLING PAD SERABUT KELAPA Rizky Pratama Rachman; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.915 KB)

Abstract

Teknologi evaporative cooler berawal dari konsep pendinginan udara dengan media air. Prinsipnya adalah mengontakkan udara dengan butiran air, sehingga terjadi perpindahan panas dari udara ke air yang mengakibatkan temperatur udara turun dan kelembapan naik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis sprayer terhadap efektivitas pada direct evaporative cooler. Pada evaporative cooling dilengkapi dengan cooling pad yang berbahan fiber coconut yang ekonomis, cooling pad berfungsi sebagai wetted media bagi udara yang berfungsi sebagai pendinginan awal. Variabel penelitian adalah jenis water sprayer dengan variasi 1, 5 dan 7 lubang. Penurunan temperatur bola kering (Dry Bulb Temperature) dan kenaikan kelembapan relatif (Relative Humidity) merupakan hal yang dibahas dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis water sprayer berpengaruh terhadap penurunan temperatur dan kenaikan kelembaban udara keluaran direct evaporative cooler yang mana berpengaruh terhadap efektivitasnya. Pada direct evaporative cooler pemasangan sprayer 1 lubang mempunyai  efektivitas 0,79 yaitu yang paling tinggi diantara 5 lubang sebesar 0,78 dan 7 lubang sebesar 0,74.