This Author published in this journals
All Journal Interaksi Online
Nafisa Nurul Adina
Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dukungan Keluarga dalam Upaya Membangun Kepercayaan Diri Mantan Teroris Nafisa Nurul Adina; Sri Budi Lestari
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.388 KB)

Abstract

Kasus terorisme menjadi kasus yang cukup mencolok sepanjang 2017-2018. Aksi teror terjadi di berbagai daerah di Indonesia dan menelan sejumlah korban jiwa. Selain dampak fisik, aksi terror juga menimbulkan ketakutan dan trauma berkepanjangan bagi masyarakat. Setelah para teroris berhasil ditangkap dan diproses secara hukum, pihak keluarga selalu terbuka bagi mereka, namun sulit bagi masyarakat untuk menerima mereka kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengkaji pengalaman komunikasi keluarga yang mendukung mantan teroris dalam upaya membangun kepercayaan dirinya. Penelitian ini menggunakan Social Support Theory, Uncertainty Reduction Theory, dan Self-Disclosure Theory yang menjadi teori dasar proses komunikasi dan dukungan keluarga. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalam kepada 2 informan, yang masing-masing merupakan mantan narapidana terorisme dan tengah menjalani proses deradikalisasi. Temuan penelitian menunjukkan dukungan keluarga berupa komunikasi dengan pasangan dan anak, dorongan materi berupa tempat tinggal dan akomodasi, serta seringnya keluarga melakukan kunjungan mampu memberikan dampak positif bagi mantan teroris yang tengah membangun kepercayaan diri untuk hidup bermasyarakat. Menerima kondisi mantan teroris, membantu menunjukkan sikap yang baik di masyarakat, serta menjaga kedekatan melalui berbagai interaksi merupakan bentuk dukungan lainnya yang diberikan oleh keluarga. Komunikasi yang baik juga terus dijaga sejak informan masih mendekam di dalam lapas. Selain rutin berkunjung dan memberi bantuan materi, pihak keluarga juga kerap menceritakan hal-hal yang tidak diketahui informan selama mendekam di penjara. Pihak keluarga juga bersedia membantu proses bebas bersyarat dengan menjadi penjamin berkelakuan baik serta kerap mengantar informan untuk memberi laporan rutin kepada pihak Bapas. Dukungan yang diberikan terus-menerus menjadi hal yang esensial dalam proses individu membangun kepercayaan dirinya. Mantan teroris cenderung lebih percaya diri untuk menunjukkan perubahannya serta itikad melawan kasus terorisme di Indonesia.