Nur Aini Shofiya Asy'ari
Universitas Darussalam Gontor

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Sahafa Journal of Islamic Communication

Strategi Komunikasi OPPM Darussalam Gontor Dalam Melaksanakan Kaderisasi Wahyu Kurniawan; Nur Aini Shofiya Asy'ari
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 1 (2019): Sahafa Journal Of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.683 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v2i1.3931

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana strategi komunikasi OPPM Darussalam Gontor dalam melaksanakan kaderisasi . Fokus utama dalam penelitian ini ada pada strategi pemilihan komunikator, pengenalan khalayak, pemyusunan dan penyajian pesan, dan pemilihan media.           Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam (In Depth interview), observasi terhadap aktifitas sehari-hari kader OPPM Darussalam Gontor, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada dua orang staf Pengasuhan Santri, tujuh orang pengurus harian OPPM Darussalam Gontor, dan dua orang ketua bagian OPPM Darussalam Gontor.    Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses strategi komunikasi OPPM Darussalam Gontor pelaksanaannya merujuk pada teori Lasswell. Strategi pemilihan komunikator terkait kredibilitas, daya tarik, dan kekuatan, Strategi pemilihan khalayak dilakukan dengan riset yang dilaksanakan oleh ketua OPPM Darussalam Gontor, Strategi penyusunan dan penyampaian pesan yang bersifat informatif, persuasif, dan edukatif, Strategi pemilihan media dengan menggunakan saluran komunikasi kelompok dan antarpribadi.
Representasi Demagogi pada Film PK (Peekay) Wildan Syaeful Muharram; Nur Aini Shofiya Asy'ari
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 3, No 2 (2021): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v3i2.5408

Abstract

Abstrak Film merupakan media massa yang menjadi suatu gambar kehidupan realistik dan mempresentasikan miniatur kehidupan. Seperti halnya Film Peekay (PK), sebuah film karya Rajkumar Hirani yang bergenre komedi ini menjadi salah satu objek peneliti dalam merepresentasikan seorang demagog yang menggunakan agama untuk kepentingan dirinya sendiri di masyarakat india. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi demagogi dalam film PK melalui simbol dan lambang yang ditampilkan dalam adegan film. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis semiotika triangel meaning Charles Sanders Peirce yaitu  sign, object, dan interpretant. Adapun teknik pengumpulan data dengan observasi terhadap scene-scene dalam film PK yang sesuai dengan fokus penelitian. Peneliti juga melakukan document research sebagai teknik pengumpulan data, menelaah dan mengkaji berbagai buku, jurnal internet dan literature-literatur lainnya yang memiliki relevansi dengan penelitian. Berdasarkan analisa data yang sudah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa film PK mempresentasikan  pesan demagogi yang terdapat dalam beberapa scene yang ada di film tersebut. Beberapa scene tersebut menunjukan bahwa demagogi tercermin dalam sikap yakni memanipulasi informasi untuk pencitraan, membangun kharisma untuk memperkaya diri, serta mekanisme demagogi dalam menggerakan massa.Abstract The Film is a mass media that became an image of realistic life, which presenting the miniature of life. As well as the Peekay (PK), a film by Rajkumar Hirani genre is comedy. It became an objects of the researcher in representing a demagogue who using a religion to interest himself in Indian society. This study aims to determine the representation of demagogy in the film PK through symbols and emblems displayed in the scenes of the film. This research using analysis of semiotic triangle theory by Charles Sanders Peirce, there are meaning of the sign, object, and interpretant. The data collection techniques is analyzed the scenes shown in the film PK as the research focus. The researcher also conducted document research as data collection techniques, such us: 1) study and examine various books, 2). journals, 3) the internet, and 4). literatures that relevant to the research. Based on data analysis that has been done, the conclusion that the film PK presented the message demagogy contained in some of the scenes in the film. The scenes show that the demagogue is reflected in the attitude of manipulating the information for imaging, build charisma to enrich themselves, as the mechanisms of demagogy in awakening society.
STRATEGI KOMUNIKASI PENGURUS ASRAMA GBS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN ADAPTASI SANTRI BARU SECARA ISLAMI Ainul Yakin Nurahman; Nur Aini Shofiya Asy'ari
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 1 (2019): Sahafa Journal Of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.78 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v2i1.3198

Abstract

ABSTRAK Sebagai santri yang baru masuk pondok pesantren dibutuhkan kemampuan adaptasi terhadap kebiasaan dan peraturan-peraturan yang ada di dalam Pondok Modern Darussalam Gontor. Kemampuan adaptasi santri baru gedung baru Sighor (GBS) relatif rendah yang ditunjukkan oleh data banyaknya santri baru yang keluar karena kurang mampu berdaptasi. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi dijalankan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi santri GBS termasuk kendala apa saja yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, peneliti menganalisa data yang sebelumnya didapat dari proses wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis datanya adalah reduksi data dari hasil wawancara yang dilakukan, penyajian data yang telah tersusun dan penarikan kesimpulan yang bergantung pada temuan-temuan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pengurus asrama GBS dilakukan dengan menggunakan empat teknik komunikasi yaitu teknik komunikasi informatif, teknik komunikasi persuasif, teknik komunikasi instruktif dan teknik komunikasi hubungan manusiawi. Beberapa kendala yang dihadapi adalah kurang efektifnya penempelan pengumuman di majalah dinding, adanya peremehan disiplin yang disebabkan kelalaian pengurus asrama dan peneguran secara langsung pada santri terjadi dalam waktu yang terlalu singkat. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada kajian ilmu komunikasi yang berfokus pada strategi komunikasi pendidikan pesantren.
MANAJEMEN KOMUNIKASI PENGURUS BAGIAN PENGGERAK BAHASA OPPM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ARAB DAN INGGRIS SANTRI KELAS 5 PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR Muhammad Aldi Pratama Putra; Nur Aini Shofiya Asy'ari
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 2, No 1 (2019): Sahafa Journal Of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.168 KB) | DOI: 10.21111/sjic.v2i1.3436

Abstract

Penggunaan Bahasa Arab dan Inggris yang baik merupakan ciri khas ‎khusus Pondok Modern Darussalam Gontor. Untuk itu, dibentuklah sebuah bagian ‎khusus untuk mewujudkan atmosfer pesantren yang aktif berbahasa Arab dan ‎Inggris dalam kesehariannya yaitu Bagian Penggerak Bahasa OPPM. ‎Peningkatkan bahasa bagi santri kelas 5, merupakan hal yang penting, karena santri ‎kelas 5 adalah pengurus rayon yang harus menjadi contoh bagi anggota kelas 1 ‎sampai kelas 4 dalam berbahasa resmi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk ‎mengetahui bagaimana manajemen komunikasi pengurus bagian penggerak Bahasa ‎OPPM dalam meningkatan kemampuan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris santri ‎kelas 5 PMDG. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif peneliti ‎mengumpulkan data dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. ‎Selanjutnya, peneliti menganalisis data dengan mereduksi data yang dibutuhkan, ‎menyajikannya dengan Bahasa naratif dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ‎menunjukkan bahwa manajemen komunikasi dilaksanakan dengan merujuk pada ‎empat tahapan manajemen yaitu planning, organizing, actuating dan controlling. ‎Tahap planning dilaksanakan dengan menyusun 4 program kerja yang didapatkan ‎dari hasil musyawarah kerja. Tahap organising dilaksanakan dengan merincikan ‎seluruh perkerjaan, kemudian penugasan kepada setiap anggota organisasi dan ‎mengintegrasikannya dengan seluruh aktifitas organisasi. Tahap actuating ‎dilaksanakan dengan menerapkan reward dan punishment dalam tahap ini ‎kepemimpinan dan motivasi berperan sangat penting. Terakhir controlling ‎dilaksanakan dengan menetapkan standar kerja, menilai kinerja dan melakukan ‎perbaikan. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam kajian keilmuan ‎khususnya manajemen komunikasi.
E-Da’wah Strategy on Modern Pesantren using Religious Song Kembalilah Ahmad Fauzi; Nur Aini Shofiya Asy'ari; Aditya Fahmi Nurwahid
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 5, No 1 (2022): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v5i1.8480

Abstract

AbstractThis study aims to find out how the e-da’wah strategy of Pondok Modern Darussalam Gontor is through the song “Kembalilah” that uploaded on Youtube. Using descriptive qualitative methode, the data were obtained from interviews, observations and documentation. It reduced, presented, and concluded, also verified through source triangulation and method triangulation. The results finds that e-da’wah is carried out with a communication strategy of determining communicators, target audiences, messages and media. “Kembalilah” portrayed Kyai, Ustad and Santri Pondok Modern Darussalam Gontor and even some national artists who have credibility, attractiveness and power. Credibility can be seen from their identity as people with high religious knowledge. Power is seen in the selection of Kyai as the leader of the Pondok who has charisma, authority, and the competency on religious aspect. The attractiveness of communicators is seen from the similarity of social status and Islamic ideology so that they are able to convey da’wah messages to educate according to the character of their audiences; Muslims, 18-24 years,students and alumni of Pesantren. However, thetarget audiencein general iseveryone who can receivethe message of kindness. Da’wah messages highlight persuasive messages in the form of warnings that Allah’s punishment is very painful in the form of floods, landslides, volcanic eruptions, and epidemics (fear appeal) but pleasure (forgiveness) for those who repent (reward appeal) which at the same time motivates them to return to the way of Allah (motivational appeal). The whole message is conveyed using a two-side issue technique, which is to give a good and bad picturefor people who are grateful and the unbelievers. To expand theinfluence of da’wah messages, GontorTV uses YouTube and social media (Instagram, Facebook and WhatsApp as a cross media strategy). AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana strategi e-dakwah Pondok Modern Darussalam Gontor melalui lagu “Kembalilah” yang diupload di Youtube. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi yang kemudian direduksi, disajikan dan ditarik kesimpulan yang sebelumnya telah diverifikasi melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-dakwah dilakukan dengan strategi komunikasi penetapan komunikator, sasaran khalayak, pesan dan media. Lagu Kembalillah memilih Kyai, Ustad dan Santri Pondok Modern Darussalam Gontor bahkan beberapa artis nasional yang memiliki kredibilitas, daya tarik dan power. Kredibilitas terlihat dari identitas mereka sebagai orang dengan ketinggian ilmu agama. Power terlihat pada pemilihan Kyai sebagai pimpinan Pondok memiliki kharisma, wibawa otoritas dan kemampuan pemenuhan kebutuhan Agama. Daya tarik komunikator dilihat dari kesamaan status sosial dan ideologi Islam sehingga mampu menyampaikan pesan dakwah untuk mengedukasi sesuai karakter khalayaknya yaitu muslim, berusia 18-24 tahun yang merupakan santri dan alumni Pesantren. Meskipun demikian, sasaran khalayak secara umum adalah semua orang yang bisa menerima pesan kebaikan. Pesan dakwah menonjolkan pesan persuasif berupa peringatan bahwa azab Allah sangat pedih berupa banjir, longsor, gunung meletus, dan wabah penyakit (fear appeal) namun nikmat (ampunan) bagi yang bertaubat (reward appeal) yang sekaligus memotivasi untuk kembali ke jalan Allah (motivational appeal). Keseluruhan pesan tersebut disampaikan dengan teknik two side issue yaitu memberikan gambaran baik dan buruk bagi orang yang bersyukur dan kufur. Untuk memperluas pengaruh pesan dakwah, Gontortv menggunakan youtube dan media sosial (Instagram, facebook dan whatsapp sebagai strategi cross media (peyilangan media)
Tahapan Culture Shock Pada Mahasiswa Reguler Universitas Darussalam Gontor Faiz Atta'arik Cuseno; Nur Aini Shofiya Asy'ari
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 4, No 2 (2022): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v4i2.8367

Abstract

AbstrakSeseorang yang memasuki budaya baru seringkali akan merasakan kekagetan budaya (culture shock) dalam proses adaptasi. Mahasiswa reguler UNIDA Gontor yang merupakan mahasiswa lulusan sekolah menengah atas dan sebagai pendatang dengan keadaan minoritas inilah salah satu contoh mahasiswa yang mengalami gegar budaya sejak memutuskan untuk kuliah di UNIDAGontor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana culture shock yang dialami oleh mahasiswa reguler angkatan 2018 dalam adaptasi di UNIDA Gontor. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi yang mengkaji dengan jelas pengalaman hidup seseorang. Subjek penelitian adalah 5 (lima) orang mahasiswa reguler angkatan 2018. Peneliti menggunakan teknik perolehan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang divalidasi dengan triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian ini berbeda pengalaman pada setiap informan dalam menghadapi culture shock di UNIDA Gontor. Pada fase kegembiraan, terdapat rasa kegembiraan, harapan dan euforia, meski salah seorang informan mengaku tidak begitu bahagia saat diterima di UNIDAGontor. Pada fase kekecewaan, mereka merasakan kebingungan terkait bahasa, tidak terbiasa dengan disiplin, dan larut dalam stigma atau pandangan tentang pesantren yang mengerikan sehingga menimbulkan rasa kecewa, depresi, dan tidak puas dengan lingkungan. Untuk mengatasinya, mereka memodifikasi perilaku dengan belajar bahasa Arab dan mencari lingkungan baru yang lebih positif, sehingga pada fase terakhir mahasiswa reguler dapat beradaptasi di UNIDA Gontor. 3 (tiga) orang berada pada tahap full participation, dan selebihnya pada tahapan accommodation dan fight.AbstractSomeone who enters a new culture will often feel cultureshock in the adaptation process. UNIDAGontor regular students who are high school graduates and immigrants with minority circumstances are examples of students who have experienced culture shock since deciding to study at UNIDA Gontor. This study aims to clarify how to do this. culture shock experienced by regular students from class 2018 in adaptation at UNIDA Gontor. Thisstudy uses a phenomenological approach thatexamines clearly a person’slifeexperience. The research subjects were 5 regular students of the 2018 class. Researchers used Data collection method by interview, observations and documentation which were validated by triangulation of sources, methods And time. Theresults of thisstudy arethateach informant has differentexperiencesin dealing with cultureshock at UNIDA Gontor. In thejoy phase, 4 (four) informants claimed to feel joy, hope and euphoria. although another informant admitted that he was not so happy when he was accepted at UNIDA Gontor. In the disappointment phase, they feel confused about the language, are not used to discipline, and are absorbed in the stigma or view of the terrible pesantren that causes feelings of disappointment, depression, and dissatisfaction with the environment. To overcome this, they modify their behavior by learning Arabic and looking for a new, more positive environment, so that in the last phase regular students can adapt at UNIDA Gontor where 3 people are at the full participation stage, and the others are at the accommodation and fight stages.
E-Da’wah Strategy on Modern Pesantren using Religious Song Kembalilah Ahmad Fauzi; Nur Aini Shofiya Asy'ari; Aditya Fahmi Nurwahid
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 5, No 1 (2022): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v5i1.8480

Abstract

AbstractThis study aims to find out how the e-da’wah strategy of Pondok Modern Darussalam Gontor is through the song “Kembalilah” that uploaded on Youtube. Using descriptive qualitative methode, the data were obtained from interviews, observations and documentation. It reduced, presented, and concluded, also verified through source triangulation and method triangulation. The results finds that e-da’wah is carried out with a communication strategy of determining communicators, target audiences, messages and media. “Kembalilah” portrayed Kyai, Ustad and Santri Pondok Modern Darussalam Gontor and even some national artists who have credibility, attractiveness and power. Credibility can be seen from their identity as people with high religious knowledge. Power is seen in the selection of Kyai as the leader of the Pondok who has charisma, authority, and the competency on religious aspect. The attractiveness of communicators is seen from the similarity of social status and Islamic ideology so that they are able to convey da’wah messages to educate according to the character of their audiences; Muslims, 18-24 years,students and alumni of Pesantren. However, thetarget audiencein general iseveryone who can receivethe message of kindness. Da’wah messages highlight persuasive messages in the form of warnings that Allah’s punishment is very painful in the form of floods, landslides, volcanic eruptions, and epidemics (fear appeal) but pleasure (forgiveness) for those who repent (reward appeal) which at the same time motivates them to return to the way of Allah (motivational appeal). The whole message is conveyed using a two-side issue technique, which is to give a good and bad picturefor people who are grateful and the unbelievers. To expand theinfluence of da’wah messages, GontorTV uses YouTube and social media (Instagram, Facebook and WhatsApp as a cross media strategy). AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana strategi e-dakwah Pondok Modern Darussalam Gontor melalui lagu “Kembalilah” yang diupload di Youtube. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi yang kemudian direduksi, disajikan dan ditarik kesimpulan yang sebelumnya telah diverifikasi melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-dakwah dilakukan dengan strategi komunikasi penetapan komunikator, sasaran khalayak, pesan dan media. Lagu Kembalillah memilih Kyai, Ustad dan Santri Pondok Modern Darussalam Gontor bahkan beberapa artis nasional yang memiliki kredibilitas, daya tarik dan power. Kredibilitas terlihat dari identitas mereka sebagai orang dengan ketinggian ilmu agama. Power terlihat pada pemilihan Kyai sebagai pimpinan Pondok memiliki kharisma, wibawa otoritas dan kemampuan pemenuhan kebutuhan Agama. Daya tarik komunikator dilihat dari kesamaan status sosial dan ideologi Islam sehingga mampu menyampaikan pesan dakwah untuk mengedukasi sesuai karakter khalayaknya yaitu muslim, berusia 18-24 tahun yang merupakan santri dan alumni Pesantren. Meskipun demikian, sasaran khalayak secara umum adalah semua orang yang bisa menerima pesan kebaikan. Pesan dakwah menonjolkan pesan persuasif berupa peringatan bahwa azab Allah sangat pedih berupa banjir, longsor, gunung meletus, dan wabah penyakit (fear appeal) namun nikmat (ampunan) bagi yang bertaubat (reward appeal) yang sekaligus memotivasi untuk kembali ke jalan Allah (motivational appeal). Keseluruhan pesan tersebut disampaikan dengan teknik two side issue yaitu memberikan gambaran baik dan buruk bagi orang yang bersyukur dan kufur. Untuk memperluas pengaruh pesan dakwah, Gontortv menggunakan youtube dan media sosial (Instagram, facebook dan whatsapp sebagai strategi cross media (peyilangan media)
Tahapan Culture Shock Pada Mahasiswa Reguler Universitas Darussalam Gontor Faiz Atta'arik Cuseno; Nur Aini Shofiya Asy'ari
Sahafa Journal of Islamic Communication Vol 4, No 2 (2022): Sahafa : Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v4i2.8367

Abstract

AbstrakSeseorang yang memasuki budaya baru seringkali akan merasakan kekagetan budaya (culture shock) dalam proses adaptasi. Mahasiswa reguler UNIDA Gontor yang merupakan mahasiswa lulusan sekolah menengah atas dan sebagai pendatang dengan keadaan minoritas inilah salah satu contoh mahasiswa yang mengalami gegar budaya sejak memutuskan untuk kuliah di UNIDAGontor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana culture shock yang dialami oleh mahasiswa reguler angkatan 2018 dalam adaptasi di UNIDA Gontor. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi yang mengkaji dengan jelas pengalaman hidup seseorang. Subjek penelitian adalah 5 (lima) orang mahasiswa reguler angkatan 2018. Peneliti menggunakan teknik perolehan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang divalidasi dengan triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian ini berbeda pengalaman pada setiap informan dalam menghadapi culture shock di UNIDA Gontor. Pada fase kegembiraan, terdapat rasa kegembiraan, harapan dan euforia, meski salah seorang informan mengaku tidak begitu bahagia saat diterima di UNIDAGontor. Pada fase kekecewaan, mereka merasakan kebingungan terkait bahasa, tidak terbiasa dengan disiplin, dan larut dalam stigma atau pandangan tentang pesantren yang mengerikan sehingga menimbulkan rasa kecewa, depresi, dan tidak puas dengan lingkungan. Untuk mengatasinya, mereka memodifikasi perilaku dengan belajar bahasa Arab dan mencari lingkungan baru yang lebih positif, sehingga pada fase terakhir mahasiswa reguler dapat beradaptasi di UNIDA Gontor. 3 (tiga) orang berada pada tahap full participation, dan selebihnya pada tahapan accommodation dan fight.AbstractSomeone who enters a new culture will often feel cultureshock in the adaptation process. UNIDAGontor regular students who are high school graduates and immigrants with minority circumstances are examples of students who have experienced culture shock since deciding to study at UNIDA Gontor. This study aims to clarify how to do this. culture shock experienced by regular students from class 2018 in adaptation at UNIDA Gontor. Thisstudy uses a phenomenological approach thatexamines clearly a person’slifeexperience. The research subjects were 5 regular students of the 2018 class. Researchers used Data collection method by interview, observations and documentation which were validated by triangulation of sources, methods And time. Theresults of thisstudy arethateach informant has differentexperiencesin dealing with cultureshock at UNIDA Gontor. In thejoy phase, 4 (four) informants claimed to feel joy, hope and euphoria. although another informant admitted that he was not so happy when he was accepted at UNIDA Gontor. In the disappointment phase, they feel confused about the language, are not used to discipline, and are absorbed in the stigma or view of the terrible pesantren that causes feelings of disappointment, depression, and dissatisfaction with the environment. To overcome this, they modify their behavior by learning Arabic and looking for a new, more positive environment, so that in the last phase regular students can adapt at UNIDA Gontor where 3 people are at the full participation stage, and the others are at the accommodation and fight stages.