Samsul Ma’rif
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PARIWISATA TERHADAP KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PADA KAWASAN OBJEK WISATA CANDI BOROBUDUR KABUPATEN MAGELANG Rudi Biantoro; Samsul Ma’rif
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.192 KB)

Abstract

Aktivitas pariwisata merupakan sektor yang memegang peranan penting dalam upaya pembangunan dan pengembangan wilayah dengan berkontribusi terhadap pendapatan suatu daerah. Salah satu wilayah yang berkembang karena kontribusi dari sektor pariwisatanya adalah Kebupaten Magelang, Jawa Tengah. Keberadaan kawasan wisata Candi Borobudur yang berskala internasional memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan masyarakat yang ada di sekitarnya. Sebagai salah satu objek wisata budaya, Candi Borobudur banyak dikunjungi wisatawan karena keunikan budaya yang terdapat di lingkungan masyarakatnya. Hal tersebut mendorong munculnya aktivitas lain sebagai pendukung aktivitas pariwisata. Ditandai dengan semakin bertumbuhnya aktivitas perdagangan dan jasa di kawasan wisata Candi Borobudur, karakterisitik pengunjung ysng bersifat heterogen membawa pengaruh terhadap perubahan karakteristik sosial masyarakat yang tinggal di kawasan wisata Candi Borobudur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh keberadaan aktivitas pariwisata Candi Borobudur terhadap karakteristik sosial ekonomi masyarakat yang ada di sekitarnya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel yang di pilih adalah masyarakat desa borobudur yang berada dan bekerja di dalam kawasan wisata candi borobudur. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat perubahan guna lahan dan karakteristik sosial ekonomi masyarakat sebagai pengaruh dari aktifitas pariwisata di objek wisata Candi Borobudur. Perubahan guna lahan yang terjadi antara tahun 2004-2013 di kawasan wisata Candi Borobudur yaitu berubahnya lahan kosong menjadi lahan terbangun. Lahan terbangun tersebut diantaranya museum kapal, hotel, perdagangan jasa dan permukiman. Untuk perubahan karakteristik sosial, terjadi penurunan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan sosial yang ada di lingkungannya. Sedangkan untuk perubahan karakteristik ekonomi terlihat dari meningkatnya pendapatan masyarakat yang bekerja di dalam kawasan wisata Candi Borobudur. Jadi dapat simpulkan bahwa dengan adanya pariwisata candi borobudur memberikan pengaruh terhadap karakteristik sosial ekonomi  masyarakat. Diperlukan upaya pelestarian kegiatan sosial seperti pengajian, upacara adat. Selain itu koordinasi antara pemerintah dan masyarakat perlu ditingkatkan.
KETERKAITAN ANTAR DESA MELALUI AKTIVITAS AGRIBISNIS DAN INDUSTRI PERDESAAN DI KECAMATAN WELAHAN KABUPATEN JEPARA Aditia Madya Kusuma; Samsul Ma’rif
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1204.062 KB)

Abstract

Kecamatan Welahan yang termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Jepara yang memiliki kebijakan penataan ruang sebagai kawasan agroindustri dan kawasan peruntukkan industri yang tercantum dalam Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Jepara Tahun 2011-2031. Sektor pertanian dan industri di Kecamatan Welahan kurun waktu 2007-2012 menjadi penyumbang terbesar PDRB kecamatan. Kecamatan Welahan merupakan tipikal kawasan perdesaan di wilayah perbatasan yang memiliki peran strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Keragaman potensi yang ada pada masing-masing desa, perlu dikaitkan untuk menunjang aktivitas ekonomi. Maka hubungan dua atau lebih desa dalam aktivitas ekonomi akan dijadikan sebuah keterkaitan, baik dalam agribisnis maupun industri sebagai pemenuhan kebutuhan dalam peningkatan ekonomi lokal untuk pertumbuhan dan perkembangan kawasan perdesaan.Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui keterkaitan antar desa melalui aktivitas agribisnis dan industri perdesaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan obyek penelitian aktivitas agribisnis dan industri yang ada di seluruh desa Kecamatan Welahan. Proses analisis secara bertahap yaitu identifikasi potensi dan permasalahan yang diikuti dengan analisis peran desa sebagai penghasil komoditas/produk. Selanjutnya menganalisis peluang produk turunan serta mengkaji jalur dan lembaga pemasaran yang dilalui. Serta pada akhirnya dilakukan analisis hubungan keterkaitan desa dalam agribisnis dan industri.Hasil dari penelitian merupakan kondisi hubungan desa dalam lingkup kecamatan, terdapat keterkaitan ekonomi dalam aspek produksi, distribusi, dan konsumsi antar desa sebagai representasi peran dan hubungan masing-masing desa dalam kesatuan wilayah kecamatan sebagai sentra input, produksi, dan pasca produksi yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Serta dapat menjaga kestabilan aktivitas produksi masing-masing desa. Aktivitas agribisnis merupakan aktivitas dominan di Kecamatan Welahan, sedangkan untuk sektor yang paling dominan adalah sektor proses dalam kedua aktivitas tersebut.
PEMENUHAN KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA STUDI KASUS: KETERKAITAN MASYARAKAT KAMPUNG PETEMPEN DENGAN MASYARAKAT APARTEMEN MUTIARA GARDEN SEMARANG Fiska Ambarwati; Samsul Ma’rif
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.045 KB)

Abstract

Lingkungan permukiman merupakan suatu lingkungan yang dapat mendukung perikehidupan dan penghidupan, terdiri atas dua aspek tinjauan yaitu aspek fisik seperti sarana, dan prasarana serta aspek non fisik seperti sosial. Kampung Petempen, Semarang merupakan salah satu perkampungan yang berada di kawasan perkotaan di Semarang. Lingkungan permukiman tersebut memiliki dua karakter hunian yakni hunian vertikal yakni Apartemen Mutiara Garden dan hunian horizontal yakni Kampung Petempen.Masyarakat apartemendan masyarakat Kampung Petempen memiliki kebutuhan saranadan prasarana masing- masing.Tujuan penelitian yang dilakukan adalah melakukan identifikasi terhadap keberadaan afinitas yang terjadi pada kebutuhan sarana dan prasarana antara masyarakat apartemen dengan masyarakat Kampung Petempen.Pada hubungan ketergantungan dalam pemenuhan kebutuhan akan menghasilkan identifikasi terkait dengan afinitas antar kedua kelompok masyarakat. Hubungan afinitas terjadi pada kebutuhan sarana dan prasarana antara masyarakat kampung Petempen dan masyarakat apartemen. Keberadaan afinitas dirasa penting untuk menunjukkan hal- hal yang dapat dilakukan secara bersama antara masyarakat sekitar dengan penghuni apartemen, sehingga menghindari adanya kesenjangan sosial yang terjadi pada kawasan tersebut. Afinitas terhadap kebutuhan prasarana terjadi pada prasarana jalan, drainase, dan sistem pengelolaan persampahan. Pada kondisi ini tidak terjadi afinitas pada kebutuhan sarana lingkungan permukiman. Metode yang dipergunakan adalah metode kualitatif.
PEMETAAN TIPOLOGI DAYA TARIK WISATA DALAM KERANGKA PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA DESA BONDO KABUPATEN JEPARA Tita Widyawati; Samsul Ma’rif
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.352 KB)

Abstract

Sektor pariwisata saat ini menjadi salah satu prioritas utama dalam menunjang pembangunan suatu daerah. Desa Bondo merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Jepara yang kurang berkembang. Kondisi ini bertolak belakang dengan potensi pariwisata yang dimiliki. Desa Bondo memiliki potensi wisata yaitu Pantai Bondo yang masih alami dan terdapat Telaga Sejuta Akar yang merupakan sebuah sumber air yang menyerupai telaga dan dikelilingi pohon karet yang sangat besar. Akantetapi Telaga Sejuta Akar yang seharusnya digunakan untuk tempat wisata, digunakan untuk melakukan hal yang tidak sewajarnya. Berdasarkan potensi dan permasalahan yang ada, peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam pengembangan pariwisata di Desa Bondo. Oleh karena itu terdapat pertanyaan penelitian apa tipologi daya tarik wisata yang ada di Desa Bondo. Dengan pertanyaan tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan tipologi daya tarik wisata dalam rangka pengembangan potensi wisata di Desa Bondo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menganalisis demand dan supply pariwisata yang kemudian menggunakan matriks Boston Consulting Group untuk mengetahui tipologi daya tarik wisata yang ada. Analisis berikutnya adalah identifikasi siklus hidup daya tarik wisata Desa Bondo.  Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa demand pariwisata di Desa Bondo lebih tinggi dari supply nya. Dengan demikian maka perlu adanya pengembangan potensi produk wisata sehingga diharapkan potensi yang ada akan berkembang. Sedangkan dari sisi siklus hidupnya pariwisata desa Bondo saat ini berada pada posisi awal perkembangan. Sehingga potensi yang ada saat ini apabila tidak ditindak lanjuti dengan strategi-strategi pengembangan yang baik maka akan berpotensi terjadi penurunan.