Fiska Ambarwati
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMENUHAN KEBUTUHAN SARANA DAN PRASARANA STUDI KASUS: KETERKAITAN MASYARAKAT KAMPUNG PETEMPEN DENGAN MASYARAKAT APARTEMEN MUTIARA GARDEN SEMARANG Fiska Ambarwati; Samsul Ma’rif
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 3, No 4 (2014): November 2014
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.045 KB)

Abstract

Lingkungan permukiman merupakan suatu lingkungan yang dapat mendukung perikehidupan dan penghidupan, terdiri atas dua aspek tinjauan yaitu aspek fisik seperti sarana, dan prasarana serta aspek non fisik seperti sosial. Kampung Petempen, Semarang merupakan salah satu perkampungan yang berada di kawasan perkotaan di Semarang. Lingkungan permukiman tersebut memiliki dua karakter hunian yakni hunian vertikal yakni Apartemen Mutiara Garden dan hunian horizontal yakni Kampung Petempen.Masyarakat apartemendan masyarakat Kampung Petempen memiliki kebutuhan saranadan prasarana masing- masing.Tujuan penelitian yang dilakukan adalah melakukan identifikasi terhadap keberadaan afinitas yang terjadi pada kebutuhan sarana dan prasarana antara masyarakat apartemen dengan masyarakat Kampung Petempen.Pada hubungan ketergantungan dalam pemenuhan kebutuhan akan menghasilkan identifikasi terkait dengan afinitas antar kedua kelompok masyarakat. Hubungan afinitas terjadi pada kebutuhan sarana dan prasarana antara masyarakat kampung Petempen dan masyarakat apartemen. Keberadaan afinitas dirasa penting untuk menunjukkan hal- hal yang dapat dilakukan secara bersama antara masyarakat sekitar dengan penghuni apartemen, sehingga menghindari adanya kesenjangan sosial yang terjadi pada kawasan tersebut. Afinitas terhadap kebutuhan prasarana terjadi pada prasarana jalan, drainase, dan sistem pengelolaan persampahan. Pada kondisi ini tidak terjadi afinitas pada kebutuhan sarana lingkungan permukiman. Metode yang dipergunakan adalah metode kualitatif.