Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI PENERAPAN SISTEM AKRUAL PADA ASET TETAP DI PEMDA KABUPATEN GRESIK Lilik Mardiana; Lilik Pirmaningsih
UNEJ e-Proceeding 2018: Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis III (SNMB3)
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSistem akrual merupakan perlakuan akuntansi terhadap aset tetap yang sesuai dengan standarakuntansi pemerintah, dimana dengan sistem akrual ini aset tetap daerah dapatmenggambarkan atau mencerminkan kondisi yang sesungguhnya. Penelitian ini bertujuanmenganalisis apakah aset tetap daerah sudah menerapkan standar akuntansi pemerintahandan mengindentifikasi kendala-kendala yang dihadapi pemda dalam rangka menerapkansistem akrual pada aset tetap daerah dari aspek sumber daya manusia, sarana dan prasaranadan sekaligus ingin mengetahui kebijakan-kebijakan yang ditempuh pemda untuk secarakonsisten menerapkan sistem akrual pada aset tetap daerah. Penelitian ini bersifat kualitatif,identifikasi data dilaksanakan sejak pengumpulan data dperoleh. Data didapatkan dengan caraobservasi , wawancara mendalam maupun pengisian kuesioner. Hasil penelitian, prosespenyusunan laporan keuangan Pemkab. Gresik kurang memadai dengan uraian, ada delapanSKPD dalam menyampaikan laporan keuangan belum tertib, mekanisme penyusunan laporankeuangan konsolidasi belum sesuai ketentuan laporan keuangan, sumberdaya penyusunlaporan keuangan kurang kompeten dan sistem aplikasi yang digunakan dalam prosespenyusunan Laporan Keuangan tidak memadai. Hasil analisis lebih lanjut atas dokumenpendukung penyajian Aset Tetap dalam Neraca menunjukkan bahwa atas penatausahaan asettetap atau barang milik daerah masih belum tertib, yaitu Bidang Pengelolaan Aset DPPKADkurang optimal dalam melaksanakan tugas dan fungsi penatausahaan, pengelolaan KIB belummemadai dan pengamanan aset tetap belum tertib.Kata Kunci: Aset Tetap Daerah,Sistem Akrual, dan Standar Akuntansi Pemerintah.
Pengaruh Aktivitas Bisnis Terhadap Nilai Perusahaan Lilik Mardiana; Wiwin Wahyuni; Sukamto Sukamto
Equilibrium: Jurnal Ekonomi-Manajemen-Akuntansi Vol 18, No 2 (2022): October
Publisher : Research Institution and Community Service Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/equilibrium.v18i2.2579

Abstract

The purpose of  research is to analyze the impact of business activities on firms in terms of working capital, receivables, and fixed assets. A manufacturing company listed on the Indonesian Stock Exchange. The population of this study was that of several manufacturing companies listed on the Indonesian Stock Exchange, and the sample was selected for inclusion based on data meeting 92 criteria. We used a randomized approach and regression analysis. The results show that working capital turnover, accounts receivable turnover and fixed assets turnover together affect the value of a company. But in reality, only part of the working capital has a significant impact on the company, while accounts receivable and fixed assets have no impact on the company's production. This is the first indication that companies that manage their operations (working capital in circulation) well have an impact on their share prices.
Pengaruh Rasio Keuangan Dan Good Corporate Governance Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Energi Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2020 – 2024 Yova Kristiana Filio; Lilik Mardiana
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 7 (2026): IJEMA - Juli 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh rasio keuangan (likuiditas, profitabilitas, leverage) dan Good Corporate Governance (GCG) terhadap kondisi financial distress pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Isu transisi energi global dan fluktuasi harga komoditas menjadi latar belakang penting yang menuntut pengelolaan keuangan yang optimal untuk menghindari risiko kebangkrutan. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan emiten. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode purposive sampling yang menghasilkan 65 perusahaan dengan total 325 observasi selama lima tahun. Kondisi financial distress sebagai variabel dependen diukur menggunakan Model Grover (G-Score). Sementara itu, variabel independen diproyeksikan melalui Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Assets (ROA), serta mekanisme GCG yang diwakili oleh Kepemilikan Institusional (KI) dan Proporsi Komisaris Independen (PKI). Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap probabilitas terjadinya financial distress. Secara parsial, Current Ratio (CR) dan Return on Assets (ROA) terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap financial distress. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat likuiditas dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari pemanfaatan asetnya, maka semakin rendah risiko emiten mengalami kesulitan finansial. Sebaliknya, Debt to Equity Ratio (DER) serta indikator GCG (KI dan PKI) ditemukan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap potensi financial distress emiten energi. Karakteristik sektor energi yang bersifat padat modal (capital-intensive) dan memiliki nilai kolateral aset fisik yang kuat menjadi faktor utama yang membuat porsi utang tidak langsung memicu tekanan keuangan
Penerapan Laporan Keuangan Sesuai SAK Entitas Mikro Kecil Dan Menengah (Studi Kasus Pada Umkm Desa Giri Kec. Kebomas Kab.Gresik) Lilik Mardiana; Wiwin Wahyuni; Sukamto Sukamto
Manivest : Jurnal Manajemen, Ekonomi, Kewirausahaan, dan Investasi Vol. 1 No. 2 (2023): Desember, Manivest : Jurnal Manajemen, Ekonomi, Kewirausahaan, dan Investasi
Publisher : Universitas Katolik Widya Karya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37832/manivest.v1i2.68

Abstract

MSME players should know how to prepare financial reports using the accounting records they have. For the purposes of preparing financial reports, MSME players must know the data needed and the procedures for implementing a financial recording system so as to produce adequate financial reports. This internal financial information is the final result of accounting records that are useful by management for business development. MSMEs only carry out very simple records. Recording is only carried out for business income transactions received and disbursed, while transactions for electricity costs, supplies and transactions related to company operations are not recorded. The researcher aims to provide direction to MSME leaders in reading financial reports and other information contained, by creating and presenting financial reports in accordance with SAK EMKM. The method used by the author is qualitative. Researchers used interview techniques that included questions and answers when collecting data with MSME actors, direct observation and data collection for recording financial reports, documentation and analysis.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO KECIL DAN MENENGAH (SAK EMKM) PADA UMKM DI KECAMATAN SEMAMPIR KOTA SURABAYA Husnia Husnia; Lilik Mardiana
Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : PT. Tangrasula Tekno Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61896/jeki.v4i2.252

Abstract

ABSTRAK Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada UMKM masih menjadi isu penting dalam pengelolaan keuangan usaha. SAK EMKM dirancang untuk memberikan kemudahan bagi UMKM dalam menyusun laporan keuangan yang sederhana dan sesuai dengan karakteristik kegiatan usaha. Namun, penerapan standar tersebut belum tentu dilakukan secara optimal oleh seluruh UMKM. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, pemahaman akuntansi, umur usaha, dan teknologi informasi terhadap penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada UMKM di Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 338 UMKM, dengan sampel sebanyak 183 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan, pemahaman akuntansi, umur usaha, dan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan, baik secara parsial maupun simultan, terhadap penerapan SAK EMKM. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,827 menunjukkan bahwa 82,7% variasi penerapan SAK EMKM dapat dijelaskan oleh keempat variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan, pendampingan, dan optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi guna mendukung penerapan SAK EMKM secara optimal. ABSTRACT The implementation of the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium-Sized Entities (SAK EMKM) among MSMEs remains a critical issue in business financial management. SAK EMKM is designed to make it easier for MSMEs to prepare financial statements that are simple and tailored to the nature of their business activities. However, not all MSMEs are necessarily implementing these standards optimally. This study aims to examine the influence of education level, accounting understanding, business age, and information technology on the implementation of Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM) among MSMEs in Semampir District, Surabaya City. A quantitative approach with a survey method was employed. The population consisted of 338 MSMEs, and 183 respondents were selected using the Slovin formula and purposive sampling technique. Primary data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS. The findings indicate that education level, accounting understanding, business age, and information technology have a positive and significant effect, both partially and simultaneously, on the implementation of SAK EMKM. The Adjusted R Square value of 0.827 indicates that 82.7% of the variation in SAK EMKM implementation is explained by these variables. The results highlight the importance of training, mentoring, and optimizing information technology utilization to improve the implementation of SAK EMKM among MSMEs