Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TRANSPARANSI SISA HASIL USAHA BUMDes DALAM PERSPEKTIF AKUNTANSI SYARI’AH SEBAGAI STRATEGI DESA GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN DESA (Studi Kasus pada BUMDes “Jaya Lestari” Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar) Sukma Uli Nuha; Endah Masrunik
UNEJ e-Proceeding Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis (SNAPER-EBIS 2017) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jembe
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan menguak transparansi SHU BUMDes “Jaya Lestari” dalam perspektif akuntansi syari’ah. Didalam penelitian ini dipaparkan bahwa pemerintah didalam mensejahterakan masyarakat harus mempunyai strategi khusus untuk menggapai kesejahteraan tersebut. Selain itu didalam menyusun laporan harus transparan, sehingga pihak yang membutuhkan informasi memperoleh apa yang diinginkannya. Strategi pada BUMDes “Jaya Lestari” yaitu melalui kerja sama dengan PT Jatinom Indah Agri, dengan menginvestasikan dana yang dimilikinya dan memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU). Menurut pandangan Akuntansi Syari’ah, strategi disini disebut Mudharabah yang artinya akad kerja sama antara dua belah pihak (penyedia modal dan pengelola modal). Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa melalui akad mudharabah akan membantu pemerintah dalam meningkatkan pendapatan. Dengan meningkatnya pendapatan tersebut, tentunya juga akan membantu mensejahterakan masyarakat.
Understanding Institutional Influences on MSMEs' Environmental Accounting Adoption Sukma Uli Nuha; Ria Meilan; Bahodirovich , Khalilov Bahromjon
Journal of Accounting Science Vol. 9 No. 2 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jas.v9i2.1921

Abstract

General Background: The Sustainable Development Goals (SDGs) are a global agenda that demands the active involvement of all sectors, including micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs). MSMEs make a significant contribution to economic growth; however, awareness and implementation of sustainability practices, particularly environmental accounting practices, remain relatively low. Specific Background: Previous studies have focused primarily on large companies, resulting in a limited understanding of the drivers (antecedents) of environmental accounting practices in MSMEs. Knowledge Gap: the need for a theoretical approach that can explain how institutional pressures (normative, coercive, and mimetic) can influence the environmental accounting behaviour of MSMEs. Objective: This study examines the antecedents of environmental accounting practices among MSME business actors to create a sustainable business. Methods: A qualitative approach was employed to analyze data on the direct and indirect drivers of the behavior of all MSMEs engaged in the food and beverage processing sector in East Java Province, as well as a sample of MSMEs in Lumajang District and Gresik District, to inform environmental accounting practices. Results: Provides empirical evidence on the direct and indirect drivers of the behaviour of ​​ MSMEs in ecological accounting practices. MSMEs in Indonesia achieve business sustainability through institutional mechanisms, driven by coercive, normative, and mimetic pressures. Novelty: This study explains the drivers of MSMEs' ​​ behaviour towards environmental accounting practices based on institutional theory mechanisms. Implication: This study suggests that MSMEs should adopt environmental accounting practices to promote sustainable development.
STRATEGI PENENTUAN HARGA JUAL BERBASIS COST-PLUS PRINCING PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA KRUPUK IKAN KHAS SIDAYU (UD. PODOJOYO) Lailatul Maghfiroh; Sukma Uli Nuha
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 2 (2026): ON GOING
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i2.7549

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji strategi penetapan harga jual di industri rumahan kerupuk ikan di Sidayu melalui pendekatan cost-plus pricing. Kendala utama yang ditemukan adalah perhitungan harga pokok produksi (HPP) yang masih bersifat sederhana dan belum memasukkan semua unsur biaya, sehingga berisiko menghasilkan harga jual yang kurang akurat. Dengan pendekatan kualitatif serta teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, ditemukan bahwa pemilik usaha tidak memperhitungkan biaya tenaga kerja langsung dalam HPP. Akibatnya, nilai HPP menjadi lebih rendah dari kondisi riil. Setelah dilakukan perhitungan ulang dengan metode full costing, total biaya produksi meningkat dan menghasilkan HPP per unit yang lebih akurat. Penerapan metode cost-plus pricing dengan marjin 15% memberikan harga jual sebesar Rp26.222 untuk produk label biru dan Rp21.622 untuk label merah. Meskipun demikian, dalam praktiknya pemilik usaha menetapkan harga jual lebih tinggi, yaitu Rp28.000 dan Rp25.000, yang berarti usaha memperoleh laba di atas marjin yang direncanakan. Dengan demikian, metode cost-plus pricing terbukti membantu pemilik usaha dalam menentukan harga jual secara lebih sistematis, akurat, dan menguntungkan, serta dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan untuk keberlanjutan usaha.