Sugiyanto Sugiyanto
Departemen Teknik Sipil Jl.Prof.Ir. Soedarto, Tembalang Semarang. 50275

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGENDALIAN BANJIR SUNGAI LANGSUR KABUPATEN SUKOHARJO, JAWA TENGAH Romi nugroho; muhammad Sigit F.I; Pranoto S.A; Sugiyanto Sugiyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Terjadinya banjir di beberapa daerah aliran Sungai Langsur diakibatkan kemiringan datar, lebar sungai sempit dan dangkal, dan elevasi muka air Sungai Langsur di muara lebih rendah dibandingkan Sungai Samin, sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut dengan menormalisasi penampang sungai, merencanakan kolam tampungan sementara, dan perencanaan sistem pompa.Tahap awal yang dilakukan dalam perencanaan adalah analisis hidrologi yaitu untuk analisis debit banjir yang terjadi di Sungai Langsur. Perencanaan dilakukan untuk memperbesar kapasitas tampungan sungai sehingga debit banjir yang terjadi tidak melimpas dan menggenangi daerah pengaliran Sungai Langsur. Perhitungan debit banjir rencana diolah menggunakan data awal yaitu data curah hujan. Metode yang digunakan diantaranya adalah menggunakan aplikasi HEC-HMS, metode passing capacity dan metode flood mark. Hasil perhitungan yang dipilih adalah menggunakan aplikasi HEC-HMS dengan Q25 sebesar 80,6 m3/detik.Normalisasi dibagi menjadi 4 segmen dengan dimensi yang berbeda-beda dengan tujuan optimalisasi. Karena debit banjir tidak mengalir ke Sungai Samin maka direncanakan 2 kolam yaitu kolam tampungan sementara dan kolam pompa, kemudian dianalisis kebutuhan pompa dan diperoleh jumlah pompa sebanyak 5 buah dengan kapasitas masing-masing pompa sebesar 8 m3/detik.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE WILAYAH TAWANG SARI DAN TAWANG MAS SEMARANG BARAT Adlina Dwi Handayanti; Hane Syafarini; Susesno Darsono; Sugiyanto Sugiyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.877 KB)

Abstract

Tawang Sari dan Tawang Mas merupakan kawasan pesisir pantai utara di kecamatan Semarang Barat Kota Semarang. Permasalahan banjir dan rob menyebabkan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut terganggu. Sistem drainase dianggap sebagai alternatif yang efektif dan efisien untuk menanggulangi permasalahan banjir dan rob. Perencanaan sistem drainase ini meliputi perencanaan long storage, rumah pompa, tanggul dan pintu air. Perhitungan debit banjir rencana menggunakan pemodelan EPA SWMM versi 5.1 untuk periode ulang 10 tahun dan dicek menggunakan HEC-RAS. Dari hasil pemodelan diperoleh debit banjir rencana sebesar 21,63 m3/s pada long storage Semarang Indah, 9,01 m3/s pada long storage Madukoro dan 15,78 pada long storage Tawang Sari. Dengan hasil debit banjir rencana, long storage Semarang Indah didesain menggunakan 5 pompa berkapasitas 3 m3/s dan 2 buah pompa eksisting berkapasitas 0,6 m3/s , long storage Madukoro menggunakan 3 pompa berkapasitas 1,2  m3/s dan 2 pompa eksisting berkapasitas 0,6 m3/s, serta long storage Tawang Sari menggunakan 4 pompa berkapasitas 1,5  m3/s. Untuk perencanaan long storage, dimensi disesuaikan dengan kondisi eksisting yaitu 12 m pada Semarang Indah, 5 m pada Madukoro dan 12 m pada Tawang Sari dengan kedalaman 3 m dan ketinggian air dijaga pada kedalaman 2 meter dari dasar kolam. Sedangkan, untuk perencanaan elevasi tanggul dihitung berdasarkan tinggi pasang surut, wave set up, wind set up, sea level rise, dan penurunan tanah di Wilayah Tawang Sari dan Tawang Mas. Berdasarkan hasil perhitungan tanggul Banjir Kanal Barat berada pada elevasi +3,62 m. Pintu air dibuat untuk menutup aliran storage Tawang Sari menuju kali Siangker dan sebaliknya agar terbebas dari pengaruh banjir maupun pasang surut Kali Siangker.
PERENCANAAN KOLAM BANJIR DI BAGIAN HILIR KALI TENGGANG, KOTA SEMARANG Shofyan Satria Rahman; Angela Widya Rezky; Sugiyanto Sugiyanto; Robert Kodoatie
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Drainase Semarang Timur sering kali terjadi banjir yang berakibat pada tergenangnya wilayah-wilayah di daerah tersebut. Pembuatan kolam banjir di bagian hilir Kali Tenggang dapat menjadi alternatif penanganan masalah banjir untuk wilayah tersebut yang mana memiliki topografi landai, pengaruh muka air laut yang tinggi dan mengalami penurunan tanah. Perencanaan kolam banjir ini meliputi perencanaan kolam retensi, tanggul, dan pompa, serta pintu air. Perhitungan debit banjir rencana 25 tahun menggunakan HSS Nakayasu. Kolam banjir direncanakan memiliki luas 10 hektar dengan kedalaman kolam 2 meter dan debit banjir rencana untuk perencanaan kolam adalah 90,32 m3/s, kemudian dianalisis kebutuhan pompa dan diperoleh jumlah pompa sebanyak 8 buah pompa, 4 pompa dengan kapasitas setiap pompa sebesar 5 m3/s dan 3 pompa dengan kapasitas setiap pompa sebesar 2 m3/s dan 1 pompa dengan kapasitas 1 m3/s. Tanggul direncanakan dengan mempertimbangkan data hidrooceanografi dan penurunan tanah di lokasi tanggul. Tinggi tanggul direncanakan 6 m dengan elevasi puncak +4 meter. Kolam dibangun di bagian hilir Kali Tenggang. Pembangunan kolam banjir di bagian hilir Kali Tenggang Kota Semarang ini memerlukan biaya sebesar Rp 230.625.278.000. 
KAJIAN SISTEM DRAINASE PATUKANGAN-PEGULON KABUPATEN KENDAL Josua Italiano; Bustan Fadhilsyah Rasyid; Dwi Kurniani; Sugiyanto Sugiyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.686 KB)

Abstract

Kecamatan Patukangan – Pegulon adalah kawasan indsutri dan perumahan yang berada di pusat Kota Kendal. Permasalahan banjir menyebabkan potensi ekonomi, sosial, dan lingkungan tidak dapat berkembang. Sistem draianse yang tepat adalah salah satu alternatif untuk menanggulangi permasalahan banjir di wilayah Kecamatan Patukangan – Pegulon. Kajian sistem drainase meliputi perencanaan ulang dimensi saluran, pintu air, dan sistem pipa – pompa.Data curah hujan yang digunakan untuk Sungai Kendal adalah data curah hujan dari tahun 2000 sampai 2015 dengan menggunakan stasiun hujan Sedayu, Karangtengah, dan Kedugsari. Analisis debit banjir di Sungai Kendal menggunakan metode HSS Nakayasu dengan periode ulang 20 tahun dan diperoleh debit banjir sebesar 68,19 m3/s.. Analisis pengaruh backwater dari Laut Jawa menggunakan metode tahapan langsung. Pengaruh backwater hanya sampai pada jarak 5543,88  meter dari muara sungai. Jarak outlet saluran drainase dari muara sungai adalah 6096 meter, sehingga titik outlet tidak terpengaruh backwater.Debit banjir rencana pada saluran drainase didapatkan dengan rumus Mononobe dengan periode ulang 5 tahun dan diperoleh debit banjir rencana sebesar 4,8 m3/s. Berdasar debit banjir rencana ini, dimensi saluran drainase yang baru adalah : 1,0 x 1,0 m ; 0,9 x 0,7 m ; 0,7 x 0,7 m ; 0,8 x 0,7 m ; 1,6 x 1,5 m ; 1,0 x 0,7 m ; dan 1,3 x 1,0 m. Pintu air direncanakan pada titik outlet saluran karena elevasi muka air Sungai Kendal lebih tinggi dibandingkan elevasi muka air di saluran drainase, dengan elevasi muka air Sungai Kendal + 5,9 m dan elevasi muka air saluran drainase adalah + 4,63 m. Dimensi pintu air yang direncanakan adalah 1,6 x 1,5 m. Sistem pipa - pompa direncanakan berjumlah 3 buah dengan kapasitas tiap pompa adalah 2,0 m3/s dan diameter pipa adalah 0,5 m.
PERENCANAAN GROUND SILL JEMBATAN KERETA API CIBATU SUNGAI CIMANUK KABUPATEN GARUT PROPINSI JAWA BARAT Teguh Ibrahim; Aprilian Nico Saputra; Salamun Salamun; Sugiyanto Sugiyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKSungai Cimanuk memiliki luas DAS ±3584 km2, panjang ±180 km dan memiliki kemiringan dasar sungai rata-rata bagian hulu sebesar 0,013. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya gerusan pada pilar jembatan kereta api Cibatu yang terletak di Kabupaten Garut. Sebagai solusinya perlu dilakukan konservasi pada aliran Sungai Cimanuk, yaitu dengan membangun ground sill. Ground sill merupakan bangunan melintang sungai yang dibangun untuk menjaga agar dasar sungai di bagian hulunya tidak mengalami degradasi.Analisis yang dilakukan dalam perencanaan ground sill terdiri dari analisis hidrologi untuk mendapatkan debit banjir rencana, analisis hidrolis sungai untuk mendapatkan tinggi muka air pada kondisi debit banjir rencana, analisis stabilitas alur sungai untuk mendapatkan nilai kemiringan dasar sungai stabil dan perencanaan struktur ground sill untik mendapatkan dimensi ground sill.Dalam studi ini diperoleh hasil bahwa kemiringan dasar sungai mencapai kondisi stabil pada slope sebesar 0,009 dengan tinggi ground sill sebesar 1,5 m, lebar ground sill sebesar 25 m sehingga dengan dibangunya ground sill dapat mengamankan pondasi jembatan dan dapat mengembalikan elevasi dasar sungai.
PERENCANAAN PERBAIKAN MUARA SUNGAI BANJIR KANAL TIMUR SEMARANG Citra Ermas Victoria; Irene Bernike Hutapea; Salamun Salamun; Sugiyanto Sugiyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.918 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan yang sering terjadi di berbagai sungai adalah permasalahan sedimentasi. Sedimentasi seringkali menjadi awal bagi permasalahan lainnya, seperti banjir, dan terhambatnya aliran sungai. Sedimentasi kerap diakibatkan oleh kecepatan aliran yang rendah. Kecepatan aliran yang rendah ini kemudian mengakibatkan terjadinya endapan yang berpotensi pada pendangkalan dasar sungai. Kawasan muara dari suatu sungai adalah yang paling rawan terhadap masalah ini. Letaknya yang berada berdekatan dengan garis pantai membuat aliran menjadi sangat lambat. Oleh karena itu pada muara yang kecepatan alirannya lambat, perlu dilakukan usaha untuk menaikkan kecepatan aliran.Dalam kasus Sungai Banjir Kanal Timur, melalui simulasi hidraulis dengan HEC-RAS 5.0.3. didapati kecepatan aliran pada saat pasang tertinggi dengan debit 79.0025 m3/detik adalah 0.18 m/detik, dengan diameter butiran d50 sebesar 0,0059 mm. Jika dievaluasi dengan grafik Hjulstrom maka kondisi tersebut akan jatuh pada fase transisi, dimana sedimen baru akan mulai bergerak.Penempatan krib corrugated concrete sheet piles W 350 sebanyak 8 buah di kedua sisi sungai dengan jarak 30 m antar sheet piles, sepanjang 1000 m dari muara, pada debit 79,0025 m3/detik, ternyata memberikan penambahan kecepatan sebesar 0,72 m/detik. Sehingga kecepatan pada muara Sungai BKT menjadi 0,8 m/detik. Jika dievaluasi dengan grafik Hjulstrom maka kondisi tersebut akan jatuh pada fase bergerak atau fase dimana sedimen sudah tertransportasi.