Arif Martanto
Industrial Engineering Departement Diponegoro University Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang 50239 Telp. 0247460052

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISA KEGAGALAN PROSES SARUNG TENUN ATM DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY FMEA (STUDI KASUS PT.ASAPUTEX JAYA TEGAL) Arif Martanto; Diana Puspitasari; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Asaputex Jaya adalah perusahaan textil yang bergerak dalam bidang sarung tenun ATM (Alat Tenun Mesin).  Pengendalian kualitas merupakan salah satu hal yang penting untuk mempertahankan reputasi perusahaan di mata konsumen. Pada saat ini cacat produk yang terjadi pada perusahaan masih ada yang diluar dari ketentuan batas perusahaan. Sehingga perusahaan segera melakukan perbaikan agar tidak terjadi waste yang merugikan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy Failure Mode and Effect Analysis (F-FMEA). Penggunaan logika fuzzy akan memperoleh hasil yang lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan metode FMEA yang klasik. Hal ini ditunjang oleh penggunaan pendekatan matematis dan juga paling memperhatikan kriteria terpenting dalam menilai suatu permasalahan. Dari hasil penelitian, moda kegagalan potensial yang ada pada perusahaan terdapat 14 jenis moda kegagalan potensial. Dengan FMEA klasik, moda kegagalan yang dianggap kritis terdapat 4 jenis moda kegagalan potensial. Sedangkan hasil F-FMEA dengan menggunakan fuzzy logic dengan metode Mamdani didapatkan hasil dalam tingkatan kategori Moderate High, High, dan High-Very High. Dengan perhitungan F-FMEA terdapat 11 jenis moda kegagalan yang dianggap kritis pada tingkatan kategori High-Very High. Sehingga dengan hasil penelitian dari perhitungan F-FMEA ini, perusahaan segera melakukan perbaikan agar perusahaan tidak mendapatkan kerugian yang lebih besar. Usulan perbaikan yang diberikan untuk mengurangi kegagalan tersebut terjadi yaitu dengan melakukan penambahan beberapa alat bantuan dan perusahaan agar  lebih memerhatikan perawatan mesin agar mesin tidak mengalami kegagalan fungsinya