Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

UPAYA KEPALA SEKOLAH SEBAGAI INOVATOR DALAM MENINGKATKAN KINERJANYA DI SD TARBIYATUL ATHFAL Lailatu Zahroh
Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.769 KB) | DOI: 10.15642/jpai.2013.1.2.246-266

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa permasalahan yang berkaitan dengan upaya kepala sekolah sebagai inovator dalam meningkatkan kinerjanya, yaitu: (1) Bagaimana upaya kepala sekolah sebagai inovator dalam meningkatkan kinerjanya di SD Tarbiyatul Athfal Surabaya?, (2) Apa faktor pendukung  upaya  kepala sekolah sebagai inovator meningkatkan kinerjanya di SD Tarbiyatul Athfal Surabaya?, (3) Apa faktor penghambat upaya kepala sekolah sebagai inovator meningkatkan kinerjanya di SD Tarbiyatul Athfal Surabaya? Permasalahan diatas dijawab melalui kajian penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan metode pengumpulan data: obeservasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Upaya kepala sekolah sebagai inovator dalam meningkatkan kinerjanya di Sekolah Dasar Tarbiyatul Athfal Surabaya, yaitu: a. Mengikutsertakan para pendidik dalam penataran-penataran, b. Memberikan kesempatan kepada pendidik untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dengan belajar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, c. Berusaha menggerakkan tim evaluasi hasil belajar, d. Menggunakan waktu belajar secara efektif di sekolah, e. Membimbing dan mengembangkan  pendidik, f. Membimbing tenaga kependidikan, g. Membimbing peserta didik, h. Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, tehnologi dan seni, dan i. Memberi contoh model pembelajaran dan bimbingan konseling yang baik; 2. Faktor pendukung upaya kepala sekolah sebagai inovator  dalam meningkatkan kinerjanya  di Sekolah Dasar Tarbiyatul Athfal Surabaya, yaitu: a. Kepala sekolah yang profesional, b. Motivasi pendidik tinggi, c. Motivasi belajar peserta didik tinggi; 3. Faktor penghambat upaya kepala sekolah sebagai inovator dalam meningkatkan kinerjanya di Sekolah Dasar Tarbiyatul Athfal Surabaya, yaitu: a. Sarana prasarana kurang memadai, b. Metode mengajar yang kurang variatif, c. Lingkungan kelas untuk pembelajaran model PAKEM belum maksimal.
Strategi Kepala Sekolah dalam Pembinaan Iklim dan Budaya Sekolah di SDI Taruna Surabaya Lailatu Zahroh
Jurnal Keislaman Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v3i1.3118

Abstract

Abstrak: Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan tingkat satuan pendidikan, yang harus bertanggung jawab terhadap maju mundurnya sekolah yang dipimpinnya. Dia dituntut untuk memiliki kemampuan manajemen maupun kepemimpinan, agar dapat mengembangkan dan memajukan sekolahnya secara efektif, efisien, mandiri, produktif dan akuntabel. Dengan mengambil topik “Strategi Kepala Sekolah dalam Pembinaan Iklim dan Budaya Sekolah di SDI Taruna Surabaya”. Peneliti berusaha untuk mengungkap strategi kepala SDI Taruna Surabaya dalam pembinaan iklim dan budaya sekolah di SDI Taruna Surabaya beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Untuk mengungkap masalah tersebut digunakan teknik penelitian: 1) observasi, digunakan untuk mengetahui kondisi SDI Taruna Surabaya dan aktifitas di dalamnya, 2) interview, digunakan untuk menggali data terkait dengan strategi kepala sekolah dalam Pembinaan Iklim dan budaya Sekolah di SDI Taruna Surabaya, beserta faktor pendukung dan penghambatnya. 3) Dokumentasi, untuk mendapat data terutama terkait dengan berbagai instrumen dan hasil tes yang digunakan di SDI Taruna , dan 4) Focus Group Discussion untuk memvalidasi temuan penelitian dan upaya pencarian solusi atas persoalan yang ada. Berdasarkan rumusan masalah dan dengan menggunakan teknik pengumpulan data di peroleh hasil: 1) Strategi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, yang dapat diidentifikasi oleh peneliti antara lain adalah: penerapan kurikulum adaptif, mendongkrak prestasi sekolah (siswa maupun guru) pelibatan masyarakat sekitar dan pendayagunaan potensi lokal, penyediaan sarana-prasarana atau fasilitas layanan, dan menjalin kerjasama dengan pihak luar . 2) Beberapa faktor pedukung adalah: adanya kerjasama yang baik dengan para guru dan tenaga kependidikan berdasarkan kompetensinya, kedisiplinan para civitas akademik SDI Taruna , sarana prasarana yang memadai, siswa-siswi yang kooperatif dalam menerima tata tertib sekolah, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler, jaringan kerjasama dengan pihak luar, dukungan masyarakat sekitar. 3) Adapun kendala yang dihadapi antara lain: ketika ada peluang bagi siswa untuk mengikuti kegiatan di luar daerah karena kompetensi yang dimiliki, terkadang tidak diizinkan oleh orang tuanya. Ada yang karena tidak punya biaya untuk uang saku anaknya, ada yang karena keberatan secara psikologis, dan ada yang karena alasan lain. Kata Kunci : Strategi Kepala Sekolah, Pembinaan Iklim, Budaya Sekolah
MENGEMBANGKAN KAPASITAS GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA (PENDAMPINGAN DI MI AL HIDAYAH MARGOREJO SURABAYA) Lailatu Zahroh; Lailatul Choiriyah
Jurnal Keislaman Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v4i2.3335

Abstract

Capacity building is a process that occurs within the community itself.Outsiders cannot develop people, organizations, or communities, but it is the people,organizations or communities themselves who can develop themselves. Outsiders canonly support by facilitating the process to accelerate their development, and help findaccess to the resources and inputs needed .Currently, improving the quality of learning isthe dream of all teachers. The existence of an active role from all components willrealize learning that is truly quality and also of high quality. The quality of learning canbe realized and achieved when teachers are able to, among others, boost students'learning motivation. Motivation is a psychological condition that encourages someone todo something. Ibtidaiyah madrasas in the city of Surabaya, the majority of their learningquality is still far from expectations; and this is due to the low capacity of teachers.Thus,mentoring at MI Al Hidayah Margorejo Surabaya to develop teacher capacity inincreasing students' learning motivation is urgent and significant in order to equip themto be later applied in learning activities for the convenience of achieving competence forstudents. This assistance can contribute in the form of developing teacher capacity inincreasing student learning motivation at MI Al Hidayah Margorejo Surabaya.
PENDEKATAN DALAM PENGELOLAAN KELAS Lailatu Zahroh
Jurnal Keislaman Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v1i2.3364

Abstract

Kelas merupakan tempat yang dihuni oleh sekelompok manusia dengan berbagi latar belakang, karakter, kepribadian, tingkah laku dan emosi yang berbeda-beda. Jadi pengelolaan kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri, tetapi terkait dengan berbagai factor. Permasalahan peserta didik adalah factor utama yang terkait langsung dalam hal ini. Karena pengelolaan kelas yang dilakukan guru tidak lain adalah untuk meningkatkan kegairahan belajar peserta didik secara berkelompok maupun secara individual. Lahirnya interaksi yang optimal tentu saja bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas.
ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN HAMKA DAN MUHAMMAD IQBAL TENTANG TUJUAN PENDIDIKAN Lailatu Zahroh
Jurnal Keislaman Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v2i1.3375

Abstract

Tujuan merupakan standar usaha yang dapat ditentukan, serta mengarahkan usaha yang akan dilalui dan merupakan titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan lain. Disamping itu, tujuan dapat membatasi ruang gerak usaha, agar kegiatan dapat terfokus pada apa yang dicita-citakan, dan yang terpenting lagi adalah dapat memberI penilaian atau evaluasi pada usaha-usaha pendidikan. Pendidikan seharusnya berorientasi pada tujuan yang ingin dicapai, bukan semata-mata berorientasi pada sederetan materi, karena itulah tujuan pendidikan harus dirumuskan terlebih dahulu sebelum merumuskan komponen pendidikan yang lain Bagaimanakah tujuan pendidikan menurut Muhammad Iqbal dan HAMKA? Apa persamaan dan perbedaan antara keduanya?
MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENGAJAR PADA CALON GURU PAI MELALUI PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN DI SMP MARYAM SURABAYA Lailatu Zahroh
Tarunaedu: Journal of Education and Learning Vol. 1 No. 1 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/tarunaedu.v1i1.120

Abstract

Ketrampilan mengajar merupakan kompetensi professional yang cukup kompleks, sebagai integrasi dari berbagai kopetensi guru secara utuh dan menyeluruh. Penguasaan terhadap keterampilan mengajar tersebut harus utuh dan terinterasi sehingga diperlukan latihan yang sistematis, misalnya melalui Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). Pengabdian dalam bentuk pendampingan kepada calon guru  PAI STAI Taruna Surabaya dalam kegiatan PPL di SMP Maryam Surabaya sangat urgen dan signifikan dilakukan demi membekali mereka untuk kemudian diterapkan dalam kegiatan pembelajaran demi kemudahan ketercapaian kompetensi bagi peserta didik. Apa dampak perubahan setelah pendampingan dilakukan terhadap ketrampilan mengajar calon guru PAI di SMP Maryam Surabaya?