Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL KEISLAMAN

Strategi Kepala Sekolah dalam Pembinaan Iklim dan Budaya Sekolah di SDI Taruna Surabaya Lailatu Zahroh
Jurnal Keislaman Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v3i1.3118

Abstract

Abstrak: Kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan tingkat satuan pendidikan, yang harus bertanggung jawab terhadap maju mundurnya sekolah yang dipimpinnya. Dia dituntut untuk memiliki kemampuan manajemen maupun kepemimpinan, agar dapat mengembangkan dan memajukan sekolahnya secara efektif, efisien, mandiri, produktif dan akuntabel. Dengan mengambil topik “Strategi Kepala Sekolah dalam Pembinaan Iklim dan Budaya Sekolah di SDI Taruna Surabaya”. Peneliti berusaha untuk mengungkap strategi kepala SDI Taruna Surabaya dalam pembinaan iklim dan budaya sekolah di SDI Taruna Surabaya beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Untuk mengungkap masalah tersebut digunakan teknik penelitian: 1) observasi, digunakan untuk mengetahui kondisi SDI Taruna Surabaya dan aktifitas di dalamnya, 2) interview, digunakan untuk menggali data terkait dengan strategi kepala sekolah dalam Pembinaan Iklim dan budaya Sekolah di SDI Taruna Surabaya, beserta faktor pendukung dan penghambatnya. 3) Dokumentasi, untuk mendapat data terutama terkait dengan berbagai instrumen dan hasil tes yang digunakan di SDI Taruna , dan 4) Focus Group Discussion untuk memvalidasi temuan penelitian dan upaya pencarian solusi atas persoalan yang ada. Berdasarkan rumusan masalah dan dengan menggunakan teknik pengumpulan data di peroleh hasil: 1) Strategi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, yang dapat diidentifikasi oleh peneliti antara lain adalah: penerapan kurikulum adaptif, mendongkrak prestasi sekolah (siswa maupun guru) pelibatan masyarakat sekitar dan pendayagunaan potensi lokal, penyediaan sarana-prasarana atau fasilitas layanan, dan menjalin kerjasama dengan pihak luar . 2) Beberapa faktor pedukung adalah: adanya kerjasama yang baik dengan para guru dan tenaga kependidikan berdasarkan kompetensinya, kedisiplinan para civitas akademik SDI Taruna , sarana prasarana yang memadai, siswa-siswi yang kooperatif dalam menerima tata tertib sekolah, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler, jaringan kerjasama dengan pihak luar, dukungan masyarakat sekitar. 3) Adapun kendala yang dihadapi antara lain: ketika ada peluang bagi siswa untuk mengikuti kegiatan di luar daerah karena kompetensi yang dimiliki, terkadang tidak diizinkan oleh orang tuanya. Ada yang karena tidak punya biaya untuk uang saku anaknya, ada yang karena keberatan secara psikologis, dan ada yang karena alasan lain. Kata Kunci : Strategi Kepala Sekolah, Pembinaan Iklim, Budaya Sekolah
MENGEMBANGKAN KAPASITAS GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA (PENDAMPINGAN DI MI AL HIDAYAH MARGOREJO SURABAYA) Lailatu Zahroh; Lailatul Choiriyah
Jurnal Keislaman Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v4i2.3335

Abstract

Capacity building is a process that occurs within the community itself.Outsiders cannot develop people, organizations, or communities, but it is the people,organizations or communities themselves who can develop themselves. Outsiders canonly support by facilitating the process to accelerate their development, and help findaccess to the resources and inputs needed .Currently, improving the quality of learning isthe dream of all teachers. The existence of an active role from all components willrealize learning that is truly quality and also of high quality. The quality of learning canbe realized and achieved when teachers are able to, among others, boost students'learning motivation. Motivation is a psychological condition that encourages someone todo something. Ibtidaiyah madrasas in the city of Surabaya, the majority of their learningquality is still far from expectations; and this is due to the low capacity of teachers.Thus,mentoring at MI Al Hidayah Margorejo Surabaya to develop teacher capacity inincreasing students' learning motivation is urgent and significant in order to equip themto be later applied in learning activities for the convenience of achieving competence forstudents. This assistance can contribute in the form of developing teacher capacity inincreasing student learning motivation at MI Al Hidayah Margorejo Surabaya.
PENDEKATAN DALAM PENGELOLAAN KELAS Lailatu Zahroh
Jurnal Keislaman Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v1i2.3364

Abstract

Kelas merupakan tempat yang dihuni oleh sekelompok manusia dengan berbagi latar belakang, karakter, kepribadian, tingkah laku dan emosi yang berbeda-beda. Jadi pengelolaan kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri, tetapi terkait dengan berbagai factor. Permasalahan peserta didik adalah factor utama yang terkait langsung dalam hal ini. Karena pengelolaan kelas yang dilakukan guru tidak lain adalah untuk meningkatkan kegairahan belajar peserta didik secara berkelompok maupun secara individual. Lahirnya interaksi yang optimal tentu saja bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas.
ANALISIS TERHADAP PEMIKIRAN HAMKA DAN MUHAMMAD IQBAL TENTANG TUJUAN PENDIDIKAN Lailatu Zahroh
Jurnal Keislaman Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v2i1.3375

Abstract

Tujuan merupakan standar usaha yang dapat ditentukan, serta mengarahkan usaha yang akan dilalui dan merupakan titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan lain. Disamping itu, tujuan dapat membatasi ruang gerak usaha, agar kegiatan dapat terfokus pada apa yang dicita-citakan, dan yang terpenting lagi adalah dapat memberI penilaian atau evaluasi pada usaha-usaha pendidikan. Pendidikan seharusnya berorientasi pada tujuan yang ingin dicapai, bukan semata-mata berorientasi pada sederetan materi, karena itulah tujuan pendidikan harus dirumuskan terlebih dahulu sebelum merumuskan komponen pendidikan yang lain Bagaimanakah tujuan pendidikan menurut Muhammad Iqbal dan HAMKA? Apa persamaan dan perbedaan antara keduanya?