Dwi Sukmanila Sayska
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI RELIGIUS DALAM PENDIDIKAN KARAKTER BERBASISSUNNAH RASULULLAH Dwi Sukmanila Sayska
Hijri Vol 6, No 2 (2017): HIJRI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/hijri.v6i2.1135

Abstract

This study aimed to describe and analyst the implementation of religious values in character education based on sunnah Rasulullah in SD IT An-Najah Takengon. This research uses descriptive qualitative approach. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include the collection of data, data presentation, data reduction, as well as the withdrawal of the conclusion. The results of this research show that there are implementation of religious values in character education based on sunnah Rasulullah in SD IT An-Najah Takengon. The implementation is done in various activities at the school, and its is: (1) instilling tawheed and Islamic faith, (2) establishing zhuhr prayer in concregation, (3)memorizing the Holy Quran dan hadeeth (4) wearing islamic dress code especially hijab for girls (5) separating classroom for boys and girls, (6) avoiding in using human doll or animals doll and its paint, and (7) practicing islamic ethic and attitude in daily life.
Relasi Sosial Umat Islam dan Ahli Kitab dalam Perspektif Tafsir Al-Manar dan Al-Wasith Muhammad Arif; Dwi Sukmanila Sayska
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025): Februari-Mei 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i1.758

Abstract

Penelitian ini membandingkan tafsir Al-Manar karya Rasyid Ridha dan tafsir Al-Wasith karya Muhammad Sayyid Thanthawi dalam menjelaskan relasi sosial antara umat Islam dan ahli kitab. Kedua tafsir ini bercorak adaby ijtima’i (sastra dan sosial kemasyarakatan), di mana tafsir al-Manar adalah pelopor kebangkitan tafsir modern abad 20. Sedangkan tafsir Al-Wasith merupakan tafsir yang padat dan ringkas karya Syaikhul Azhar yang menjadi salah satu tafsir rujukan di abad 21 ini. Fokus pembahasan berkaitan dengan surat Al-Maidah ayat 5 mengenai kehalalan mengkonsumsi sembelihan dan menikahi wanita ahli kitab, dan surat Al-Maidah ayat 51 mengenai larangan menjadikan ahli kitab sebagai pemimpin dan teman setia. Dengan pendekatan komparatif, penelitian ini mendapati adanya perbedaan dalam menjelaskan makna “ahli kitab” yang berimplikasi pada perbedaan hukum yang berlaku dalam relasi sosial, serta solusi yang ditawarkan dalam rangka menjaga akidah umat Islam. Rasyid Ridha cendrung memaknai ahli kitab dengan makna yang luas, sementara Sayyid Thanthawi mambatasi maknanya pada Yahudi dan Nasrani saja. Perbedaan ini berpengaruh terhadap tafsiran hukum mengkonsumsi sembelihan dan menikahi wanita ahli kitab. Begitu juga terdapat perbedaan dalam menjelaskan penyebab larangan mengangkat pemimpin dan teman setia dari kalangan ahli kitab. Meskipun begitu kedua mufassir sepakat akan pentingnya menjaga akidah umat islam dalam relasi sosial dengan ahli kitab namun dengan pendekatan yang berbeda. Penelitian ini juga menunjukkan perkembangan tafsir sosial yang cukup signifikan dari abad ke 20 hingga abad 21, dalam menjawab problematika umat menghadapi relasi sosial dengan ahli kitab.