This Author published in this journals
All Journal Hijri
Nur Fadilah
IAIN PURWOKERTO

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN BERBASIS MASYARAKAT DI MTs PAKIS KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS Nur Fadilah; novan ardy wiyani
Hijri Vol 9, No 1 (2020): HIJRI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/hijri.v9i1.5800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana upaya sekolah dalam meningkatkan pendidikan di daerah yang berada di tepi hutan. Kepedulian masyarakat akan pentingnya pendidikan sangatlah kurang. Faktor biaya menjadi paling utama dalam mendapatkan pendidikan. Oleh karena itu MTs PAKIS ingin membantu meminimalisir angka putus sekolah di daerah Pelosok. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah itu data yang diperoleh dianalisis dengan mereduksi data, penyajian data, dan membuat kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian, keberadaan MTs PAKIS sangat membantu masyarakat pelosok dalam meraih pendidikan walaupun dengan fasilitas seadanya. Biaya yang sederhana mampu menumbukan rasa simpatik para masyarakat baik dalam maupun luar untuk ikutĀ  membantu terlaksananya kegiatan pendidikan. Agar tetap mempunyai semangat belajar, kepala sekolah dan para relawan selalu memberikan motivasi kepada siswa-siswinya supaya tidak putus sekolah walaupun berada di daerah terpencil. Memang awalnya susah meyakinkan dan membuat anak-anak semangat belajar, namun dengan kerjasama para relawan semangat anak-anak perlahan mulai tumbuh dan orang tua mendukung. peneliti keberadaan MTs PAKIS sangat membantu masyarakat pelosok dalam meraih pendidikan walaupun dengan fasilitas seadanya. Biaya yang sederhana mampu menumbukan rasa simpatik para masyarakat baik dalam maupun luar untuk ikutĀ  membantu terlaksananya kegiatan pendidikan. Agar tetap mempunyai semangat belajar, kepala sekolah dan para relawan selalu memberikan motivasi kepada siswa-siswinya supaya tidak putus sekolah walaupun berada di daerah terpencil. Memang awalnya susah meyakinkan dan membuat anak-anak semangat belajar, namun dengan kerjasama para relawan semangat anak-anak perlahan mulai tumbuh dan orang tua mendukung.