Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM; PESANTREN Tiroilan Siregar
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modernisasi Pendidikan Islam; Pesantren. Pesantren  dalam konteks kekinian  tidak bisa mengelak dari pengaruh modernisasi,  perkembangan zaman yang terus menerus  serta diiringi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Modernisasi pesantren sebagai suatu upaya pesantren untuk tetap bertahan dan eksis di tengah persaingan global, dengan mengadakan perbaikan dan perubahan terhadap pendidikan yang diselenggarakan. Masalah yang diketengahkan  dalam tulisan ini yaitu;  pesantren dan latar belakag modernitas, Elemen  pondok pesantren,   bagian yang dimodernisasi di pesantren; tujuan, kurikulum, Sumber daya manusia,  metode pembelajaran, kelembagaan dan prasarana, terakhir  perubahan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Library Research yaitu suatu penelitian kepustakaan murni.  Muncul  gagasan  modernisasi  dilingkungan pesantren merupakan jawaban terhadap Arus globalisasi. Di sisi lain, gagasan modernisasi pesantren yang berorientasi kekinian juga dikhawatirkan dapat mempengaruhi identitas dan fungsi pokok lembaga pendidikan pesantren. Strategi yang dilakukan pesantren dalam merespon perubahan ini antara lain dengan merevisi kurikulum pesantren, membuka kelembagaan dan fasilitas pendidikannya bagi kepentingan pendidikan umum, tata kelola manajemen yang lebih rapi, dan memperkaya metode pembelajaran.
DINAMIKA KEBIJAKAN POLITIK PENDIDIKAN ISLAM: Studi Historis Eksistensi Pesantren dan Madrasah Tiroilan Siregar
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33151/al-ikram.v4i2.1034

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji dinamika kebijakan politik pendidikan Islam di Indonesia dengan fokus pada eksistensi pesantren dan madrasah dalam lintasan sejarah. Menggunakan pendekatan historical institutionalism dan state-society relations, penelitian ini menganalisis bagaimana kebijakan negara mempengaruhi perkembangan lembaga pendidikan Islam dari masa kolonial hingga reformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi pesantren dan madrasah sangat ditentukan oleh relasi kuasa antara negara dan kelompok agama. Pada masa kolonial Belanda, pendidikan Islam mengalami marginalisasi dan represi melalui berbagai ordonansi yang membatasi gerak lembaga pendidikan Islam. Masa pendudukan Jepang memberikan toleransi namun dengan muatan militerisme dan indoktrinasi. Pasca kemerdekaan, pendidikan Islam perlahan mendapat pengakuan, ditandai dengan SKB 3 Menteri (1975), UU Sisdiknas No. 2/1989, dan penguatan melalui UU No. 20/2003 serta PP No. 55/2007 yang mengintegrasikan pendidikan Islam ke dalam sistem pendidikan nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perjalanan panjang pendidikan Islam mencerminkan perjuangan mendapatkan pengakuan negara sekaligus upaya adaptasi tanpa kehilangan identitas keislaman.